Profil Pimpinan

Ketua Umum REI
Paulus Totok Lusida

 

Paulus Totok Lusida akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) periode 2019-2022 lewat proses yang demokratis. Dia sebelumnya adalah Sekretaris Jenderal DPP REI periode 2016-2019 dan pernah menjabat Ketua DPD REI Jawa Timur periode 2014-2016.

Sarjana Farmasi dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu lahir di Surabaya pada 7 September 1964. Selain pengembang properti, dia juga dikenal luas sebagai pengusaha di bidang farmasi yang sukses.

Totok Lusida sudah terjun ke bisnis properti sejak masih duduk di bangku kuliah, dengan membangun perumahan bersubsidi. Kini dia sudah memiliki sejumlah perusahaan properti antara lain PT. Mitra Gemilang Jaya Makmur, PT. Lusida Graha Makmur, PT. Lusida Mitra Gemilang, PT. Lusida Jaya Makmur, PT. Mitra Griya Makmur dan PT. Graha Mitra Gemilang.

Ketika memimpin REI Jatim, dia mencetuskan Program 5P sebagai fokus kerja. Program 5P ini meliputi perizinan, perpajakan, pelistrikan, pembiayaan, dan pertanahan.

Dia juga yang memprakarsai pembangunan underpass Mayjend Sungkono di Surabaya, dimana REI Jatim secara swadaya terlibat penuh membiayai investasi pembangunan jalan bawah tanah pertama di Kota Pahlawan itu. Underpass ini sangat membantu mengurai kemacetan lalu lintas di persimpangan yang menghubungkan kawasan Surabaya Barat dan Surabaya Timur tersebut.

Selain di REI, Totok juga aktif di sejumlah organisasi bisnis, olahraga dan sosial kemasyarakatan. Dia pernah menjabat Ketua Umum GP Farmasi Jawa Timur, Ketua Umum FORKI Jawa Timur, dan Bendahara IKA Unair.

Totok Lusida dikenal sebagai pengusaha properti yang memiliki jaringan pergaulan yang cukup luas. Baik dengan para pengusaha properti nasional maupun dengan kalangan pemerintahan di pusat dan daerah.

Tiga tahun mengemban amanah anggota sebagai Sekretaris Jenderal DPP REI, Paulus Totok Lusida diyakini sudah paham betul dengan selukbeluk organisasi serta persoalan-persoalan yang dihadapi pengembang. Dia pun siap tancap gas mengurusi dan menuntaskan berbagai kepentingan anggota REI.

“Waktu tiga tahun ini adalah pengorbanan yang luar biasa, dan saya sudah bicara dengan keluarga untuk mewakafkan sepenuhnya diri saya untuk membangun REI. Kebetulan waktu saya menjadi ketua senat di Unair, sekretarisnya adalah istri saya, sehingga dia sudah paham bahwa kalau berorganisasi akan mengorbankan segalanya,” kata Totok.

Totok juga berjanji akan tetap menjaga tradisi kebersamaan dan kekeluargaan yang selama ini sudah terajut erat di REI. Dia mengaku akan bekerja dengan keikhlasan demi kemajuan seluruh anggota REI.