INFO DPD REI

Penjualan Properti Komersial di DIY Alami Tren Meningkat

Administrator | Senin, 30 Januari 2023 - 14:10:49 WIB | dibaca: 395 pembaca

Ketua DPD REI DIY, Ilham Muhammad Nur

Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut tren pasar properti di daerah tersebut terus membaik. Di semester I-2022 ada peningkatan penjualan sekitar 20% untuk semua segmen. Sementara di semester II-2022 diproyeksi pen-jualan tetap meningkat. 

Ketua DPD REI DIY, Ilham Muhammad Nur mengatakan ada cara marketing baru yang dibawa oleh AREBI ke Yogyakarta dari Jakarta dan cukup cocok untuk meningkatkan penjualan di DIY. Sementara secara segmen, pasar properti dengan harga di bawah Rp 600 juta paling diminati. 

“Semester I-2022 lalu sudah ada pening-katan 20% rata-rata dari semua segmen. Tetapi kalau untuk yang middle-low, kenaikannya sekitar 30%. Ya sudah mulai membaik dibanding dua tahun sebelumnya,” ujar Ilham kepada Majalah RealEstat Indonesia, baru-baru ini. 

Dia berharap pada semester II -2022 ada peningkatan paling tidak menjadi 30% di semua segmen dibanding periode yang sama tahun lalu. 

Menurut Ilham, tantangan REI saat ini berbeda dengan sebelumnya. Digitalisasi menjadi salah satu tantangan, terutama dalam sisi penjualan. Strategi penjualan yang harus digarap juga sudah jauh berbeda. Pertama, dari sisi digital marketing. Kedua, juga dari sisi unit bangunan antara lain dari segi material bangunan, perencanaan kawasan, hingga sisi ramah lingkungan. 

Saat ini, beberapa anggota REI DIY tengah mengembangkan smart building. Menurut dia, saat ini mau tidak mau REI DIY harus mengikuti perkembangan teknologi. Di samping permin-taan masyarakat akan smart building pun cu-kup tinggi. 

“Teman-teman sedang berusaha menang-kap pasar ini, sehingga mau tidak mau harus mengikuti perkembangan teknologi. Sehingga ke depan rumah menjadi lebih ramah tekno-logi,” imbuh Ilham. 

Selain itu, Ilham juga mendorong anggota untuk memanfaatkan teknologi digital da-lam meningkatkan penjualan properti. Dia mengatakan digitalisasi marketing sangat penting, apalagi sejak pandemi Covid-19 se-luruh masyarakat bermigrasi ke dunia digital. Ditambah lagi ada 200 juta pengguna internet di Indonesia. 

“Generasi milenial sekarang ini kan peng-guna internet. Kalau diklasifikasikan kelompok usia 17-24 tahun maka ini calon konsumen terbesar sekarang. Penting juga kemudian mengedukasi mereka,” rinci Ilham. 

Rentang pasar pembeli hunian di DIY saat ini ada di usia 24-44 tahun, kemudian 45-54 tahun. Dengan kemudahan teknologi, informasi mudah sekali mereka didapatkan. Lewat gadget semua bisa, sehingga penting bagi anggota REI untuk melakukan digitalisasi marketing. Menurut Ilham, metode penjualan saat ini de-ngan dulu sudah jauh berbeda.
 
Sebelum pandemi Covid-19, pihaknya memasarkan produk dengan menyebarkan flyer dan mendatangi calon konsumen. Namun dengan adanya internet, memasarkan produk bisa lebih mudah dan tepat sasaran. 

“Kami yakin pertumbuhan sektor properti di DIY akan lebih tinggi dari pertumbuhan nasional. Namun kami berharap perbankan tidak melakukan pengetatan akibat kenaikan suku bunga BI, sehingga pemulihan pasar bisa terus berjalan,” ujarnya. 

Subsidi Makin Terjerembab 
Selama tiga tahun terakhir, REI DIY menar-getkan rumah subsidi sebanyak 200 unit saja. Namun untuk tahun ini, target tersebut semakin sulit tercapai. 
“Tahun ini tidak berharap terlalu besar, karena 200 unit saja belum tentu terealisasi,” ujar Ilham. Menurut dia, masalah bukan hanya terletak pada sulitnya lahan, namun juga bahan material dan kendala-kendala lain. 

Rumah sederhana diatur dalam PP 12/2021 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman. 
“Berdasarkan PP tersebut, kami ingin meminta diubah jika rumah di bawah Rp451 juta adalah rumah sederhana yang bisa mendapatkan subsidi, setidaknya PPN-nya ditiadakan, agar masyarakat DIY bisa ikut me-nikmati subsidi,” tegas Ilham. (Teti Purwanti)


Sumber: