Kilas Berita

Pelabuhan dan Kereta Api akan Lengkapi Infrastruktur KIT Batang

Administrator | Senin, 28 November 2022 - 15:04:38 WIB | dibaca: 58 pembaca

Foto: Kementerian PUPR

Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah yang tengah dibangun akan didukung dengan infrastruktur transportasi pelabuhan dan kereta api yang ekonomis sehingga dapat memangkas biaya operasional industri.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat mengecek progres pembangunan infrastruktur dan transportasi pendukung KIT Batang, Senin (4/7) menegaskan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Pelindo untuk membangun dan mengoperasikan pelabuhan feeder ke pelabuhan besar lainnya.

Sementara itu, dry port kereta api akan dibangun, dimana lintasan kereta api di antara pelabuhan dan kawasan industri sangat ideal untuk mendapatkan biaya logistik yang efisien.

“KIT Batang adalah pusat kawasan industri terpadu. Jadi harus benar-benar memikirkan bagaimana operasional pelabuhan berjalan dengan baik. Operasional pelabuhan berjalan baik apabila ada satu runtutan operasi yang mudah dan efisien,” ujar Menhub dalam keterangannya, Rabu (6/7/2022).

Menhub berjanji akan membahas lebih detail terkait teknis operasional pembangunan pelabuhan di KIT Batang dengan sejumlah pihak.

Sejumlah infrastruktur transportasi yang akan dibangun di kawasan industri tersebut diantaranya di sektor kereta api yaitu pengembangan Stasiun Plabuan dan reaktivasi jalur kereta api Semarang-Tawang-Pelabuhan Tanjung Emas. Sementara di sektor laut yaitu pembangunan pelabuhan daratan (dry port) dan pembangunan dermaga atau jetty/trestle. Pembangunan sejumlah infrastruktur transportasi tersebut akan mulai dibangun dari tahun 2022 hingga 2024.

Sementara itu, Kementerian PUPR melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) telah menyelesaikan pembangunan Simpang Susun (SS) Akses KIT Batang yang merupakan bagian dari ruas Jalan Tol Batang - Semarang sepanjang 3,1 km. Pembangunan SS KIT Batang dilakukan mulai November 2020 hingga Juli 2021 dengan nilai kontrak Rp142,3 miliar.

Selanjutnya, Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga tengah melakukan pembangunan jalan KIT Batang sepanjang 50 km secara multi years contract (MYC) 2020-2022. Pembangunan jalan ini terbagi menjadi empat paket pekerjaan. 

Ramah Investasi 
KIT Batang memiliki total luas 4.300 hektare yang mengusung konsep smart and sustainable. Pembangunannya merupakan salah satu proyek strategis nasional yang digagas pemerintah. Proyek ini bertujuan mendorong penguatan sektor industri di Indonesia. Pembangunan KIT Batang dibagi menjadi tiga klaster, yaitu klaster I seluas 3.100 hektare, klaster II seluas 800 hektare, dan klaster III seluas 400 hektare. KIT Batang diharapkan dapat mengaet banyak investor asing. 

“KIT Batang menawarkan kawasan industri yang ramah investasi serta beragam fasilitas dan pelayanan internasional bagi investor asing yang berinvestasi di sini,” ujar Galih Saksono, Direktur Utama PT KIT Batang. (rinaldi)
 
 
Sumber:
Majalah REI