ISU GLOBAL

Pasar Properti Malaysia Tertolong Kampanye Kepemilikan Rumah

Administrator | Selasa, 22 Desember 2020 - 09:18:02 WIB | dibaca: 152 pembaca

Foto: Istimewa

Sektor properti di malaysia diperkirakan akan tetap melemah hingga akhir tahun ini. Namun program kampanye kepemilikan rumah atau Home Ownership Campaign (HOC) yang digaungkan pemerintah kerajaan tersebut sejak 2019 diyakini mampu menjadi penopang pasar di tengah gempuran penyebaran pandemi yang masih mengganas.

Merujuk laporan Pusat Informasi Properti Nasional atau The National Property Information Centre (NAPIC) pasar properti Malaysia di paruh pertama 2020 mengalami perlambatan yang signifikan. Pelemahan pasar disebabkan dampak dari pembatasan aktivitas manusia dan bisnis guna menghempang keganasan wabah Covid-19 yang dilakukan pemerintah setempat.

Disebutkan, pemulihan sektor properti di Malaysia akan sangat bergantung pada faktor domestik dan eksternal seperti stabilitas politik, harga minyak dan komoditas global serta perkembangan lebih lanjut terkait pandemi Covid-19.

Namun seorang konsultan properti menyebutkan kalau kinerja pasar properti di Malaysia akan jauh lebih buruk jika bukan karena adanya program HOC yang digaungkan pemerintah, sehingga memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan industri.

“Dengan HOC, saya kira pasar properti akan cukup flat dibandingkan tahun lalu. Kampanye ini sangat membantu pasar properti Malaysia di tengah perlambatan permintaan,” ungkap konsultan tersebut seperti dikutip dari Propertyguru.com.

NAPIC mengungkapkan bahwa jumlah peluncuran residensial baru turun 43,6% di semester I-2020 menjadi 13.294 unit, sementara kinerja penjualan turun 3,3% dari level 30,9% di paruh pertama tahun 2019. NAPIC mengaitkan penurunan jumlah peluncuran unit baru dipengaruhi perintah kontrol pergerakan masyarakat dan bisnis yang diberlakukan di negeri jiran itu sejak 18 Maret 2020.

Adapun rumah yang baru diluncurkan dipasarkan dengan harga mulai RM100 ribu hingga RM500 ribu per unit. Penjualan rumah dengan harga antara RM200 ribu hingga RM300 ribu sebanding dengan 4.022 unit, sedangkan rumah dengan harga RM400 ribu ke bawah menyumbang 92% dari total penjualan di semester I-2020.

Dalam hal jenis properti, rumah bertingkat mendominasi peluncuran baru, dengan teras satu, dua, dan tiga lantai menyumbang 55,6% atau 7.389 unit dari total unit yang diluncurkan. Disusul unit kondominium dan apartemen yang memberikan kontribusi 29,7% atau sekitar 3.951 unit.

NAPIC juga mencatat bahwa Indeks Harga Rumah Malaysia (MHPI) terus tumbuh moderat. MHPI berada di level 198,3 poin pada kuartal II-2020 atau naik 0,4% dari tahun sebelumnya. Namun, pertumbuhan tahunan ini adalah yang terendah sejak 2010.

Secara triwulanan, indeks sedikit turun 0,7% dari triwulan pertama tahun 2020.

NAPIN juga melaporkan, jumlah properti yang belum terjual dan tidak terjual dalam konstruksi juga meningkat 42% dan 5,6% menjadi 10.874 unit dan 35.720 unit.

Sementara itu, sektor properti secara keseluruhan mencatatkan 115.476 transaksi senilai RM46,94 miliar pada paruh pertama 2020 atau turun 27,9% dalam volume dan 31,5% nilainya dari paruh pertama 2019 yang mencatatkan 160.165 transaksi senilai RM68,53 miliar.

Maybank Investment Bank Research belum lama ini mengungkapkan bahwa ekonomi Malaysia jauh lebih lemah karena meningkatnya penutupan sejumlah bisnis usaha dan PHK yang masih terus berlanjut.

“Kredit macet yang lebih tinggi dapat mendorong bank untuk lebih selektif dan berhatihati dalam menyetujui pinjaman, sehingga mempengaruhi permintaan properti,” ungkap laporan tersebut.

Mengenal HOC
Lalu apakah sebenarnya program HOC yang gencar dilakukan Pemerintah Malaysia?

Kampanye Kepemilikan Rumah (HOC) yang digencarkan sejak 2019 dirancang untuk mendorong peningkatan kepemilikan rumah di kalangan warga Malaysia. Namun, karena pandemi Covid-19 dan Perintah Kontrol Gerakan (MCO) yang diberlakukan ikut memengaruhi laju program HOC.

HOC adalah inisiatif pemerintah di negara tersebut yang dirancang untuk mendukung pembeli yang ingin memiliki rumah atau properti. Pada saat yang sama, hal itu juga mendorong penjualan properti yang belum terjual di pasar perumahan Malaysia.

Kampanye tersebut ditargetkan berjalan mulai 1 Januari 2019 hingga 30 Juni 2019, namun diperpanjang hingga 31 Desember 2019 berdasarkan pengumuman Menteri Perumahan dan Pemerintah Daerah Zuraida Kamaruddin.

Namun Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin telah mengumumkan bahwa HOC kembali berlaku mulai Juni 2020 sebagai bagian dari program pemulihan ekonomi akibat pandemi coronavirus.

Dengan meningkatnya keinginan untuk memiliki rumah di antara orang Malaysia, terutama di daerah perkotaan yang populer, inisiatif HOC dirancang untuk mencocokkan calon homeseeker dengan semua rumah kosong tersebut.

Kampanye ini memberikan dukungan insentif keuangan kepada pembeli antara lain pembebasan bea materai penuh hingga RM1 juta, pembebasan bea materai sebagian hingga RM2,5 juta. Artinya untuk properti yang harganya bernilai lebih dari RM1 juta hingga RM2,5 juta, Anda cukup membayar bea materai 3% pada instrumen transfer.

Selain itu, pembeli juga dapat menikmati pengurangan atau diskon minimal 10% dari harga pembelian properti yang terdaftar di bawah skema tersebut. (Rinaldi)
 
Sumber: