Berita

Meneropong Peluang dan Tantangan Industri Properti 2021

Administrator | Senin, 04 Januari 2021 - 15:16:41 WIB | dibaca: 490 pembaca

Foto: Istimewa

Seminar sesi kedua IDX Channel Economic Outlook 2021 Bangkit dari Pandemi dan Resesi mengangkat tema Peluang dan Tantangan Industri Properti 2021. Pandemi Covid-19 telah menyebar di hampir seluruh negara di dunia. Covid-19 tidak hanya membuat banyak orang menjadi korban, tapi juga memporak-porandakan perekonomian dunia.

Bank dunia memproyeksikan, 92 persen negara di dunia akan masuk ke jurang resesi akibat covid-19 ini, tak terkecuali Indonesia. Setelah pertumbuhan perekonomian di kuartal 2 minus 5,32 persen, demikian juga di kuartal 3 minus 3,49 persen. Dengan demikian, Indonesia pun resmi masuk ke jurang resesi. Seluruh sektor usaha di Tanah Air ikut terpuruk, termasuk sektor pembiayaan baik dari Perbankan maupun Multifinance.

Otoritas Jasa Keuangan mencatat, kinerja Industri pembiyaan dalam negeri masih mampu bertahan dengan nilai mencapai Rp518 triliun, atau membukukan pertumbuhan hampir tiga persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Operasional IDX Channel Apreyvita Wulansari mengatakan industri menghadapi kondisi yang cukup berat akibat dampak dari pandemic. Namun ditengah kondisi sulit saat ini ada peluang bagi industri properti untuk kembali bergeliat ditahun depan.

“Tahun ini sangat berat bagi kita semua, hamper sebagian besar sector terkena imbas dari pandemic covid19 ini, tidak terkecuali sektor properti. Beberapa regulasi yang dilakukan pemerintah diharapkan dampaknya akan mulai dirasakan pada semester pertama 2021 mendatang,” ucap Apreyvita Rabu (16/12/2020)

Namun di sisi lain, Pandemi Covid-19 justru membuat pembelian properti residensial dengan skema kredit pemilikan rumah (KPR), semakin diminati. Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Kuartal III tahun 2020 yang dikeluarkan Bank Indonesia, mengindikasikan mayoritas konsumen (76,02%) membeli properti residensial dengan menggunakan fasilitas KPR.

Sementara, Real Estate Indonesia (REI) menyebutkan, pembiayaan rumah bersubsidi yang mampu bertahan, ditopang masih tingginya minat konsumen terutama di daerah, dan realisasi anggaran stimulus Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) senilai Rp1,5 triliun. Sehingga, segmen rumah subsidi mampu bertahan di tengah pandemi.

Webinar sesi kedua akan menyoroti “Peluang dan Tantangan Industri Properti di 2021” dengan pembicara Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko D Heripoerwanto, Direktur Finance, Planning, & Treasury PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon L.P Napitupulu, Direktur Utama PT Sarana Multigriya Financial (Persero) Ananta Wiyogo dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia Paulus Totok Lusida.

Sumber: