SEPUTAR DAERAH

M Sadiq Kembali Nahkodai REI Sulsel

Kolaborasi Penting Hadapi Turbulensi Pandemi

Administrator | Kamis, 04 Februari 2021 - 14:00:04 WIB | dibaca: 198 pembaca

Mayoritas pelaku usaha di sektor industri properti terkena dampak pandemi corona virus disease 2019 (covid). Salah satu formulasi antisipasi dari efek kontraksi ekonomi itu adalah dengan kolaborasi antarpelaku usaha dan segenap pemangku kepentingan terkait.

Hal tersebut menjadi sebuah kesadaran bersama pelaku usaha pembangunan perumahan yang menjalankan aktivitas bisnis di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Sulsel, M Sadiq, saat pelantikan Pengurus DPD REI Sulsel periode 2020-2023 usai rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) XIII REI Sulsel yang diselenggarakan secara hibrid di Makassar, Senin (19/10).

“Hampir semua sektor ekonomi terkena efek turbulensi akibat pandemi corona. Seluruh pemangku kepentingan di sektor properti juga ikut terkena dampaknya. Untuk itu, dalam periode kedua kepengurusan, kita dituntut untuk lebih memperkuat posisi organisasi di mata masyarakat,” tegas Sadiq.

Dia menambahkan, REI Sulsel merasa senang karena dalam penyelenggaraan musyawarah daerah kali ini didominasi oleh euforia kekompakkan antaranggota. Tidak ada warna persaingan yang terjadi dalam hajatan demokrasi tiga tahunan di organisasi profesi pengembang tersebut.

“Yang ada hanya euforia maju bersama. Walaupun bidang usaha kita sama, tapi tidak ada tercium aroma persaingan bisnis karena kita semua sama-sama berupaya memajukan bisnis seluruh anggota,” kata Sadiq.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) REI Paulus Totok Lusida, dalam sambutannya secara virtual mengingatkan bahwa REI adalah organisasi profesi sehingga tidak boleh ada upaya saling menjatuhkan. Kekeluargaan itu sangat penting terutama dalam upaya membantu anggota agar fungsi organisasi REI dapat berjalan optimal.

Totok meminta pengembang anggota REI Sulsel tidak “tertidur” pulas sebagai buntut adanya aturan pengetatan sosial akibat pandemi corona.

“Saya ingin contohkan, setelah era kenormalan baru diterapkan ada developer anggota REI yang sudah bisa jualan tiga klaster perumahan sekaligus langsung sold out. Oleh karena itu, kita jangan berhenti berinovasi, apalagi menyerah kepada keadaan. Terus berjuang dengan menjaga komitmen untuk menghadirkan perumahan berkualitas bagi masyarakat,” ungkap Totok menyemangati anggotanya di Sulsel.

Kebijakan Perbankan
Pada kesempatan tersebut, Totok juga menyapa perwakilan perbankan yang turut hadir secara virtual untuk tetap menjaga kerjasama yang terjalin dengan REI Sulsel.

“Kami berharap bagi pimpinan kantor perwakilan perbankan dapat memberikan kebijakan kepada kita semua agar masyarakat berpenghasilan rendah mendapat keringanan berupa penundaan pembayaran pokok dan angsuran hingga batas tertentu,” harap dia.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah yang juga hadir secara virtual meminta agar anggota REI Sulsel tetap bertahan di tengah goncangan ekonomi. Dia berharap anggota REI Sulsel untuk tetap survive dalam menyediakan perumahan layak huni.

Dia menyatakan, sebagai wadah organisasi bagi pengembang daerah, DPD REI Sulsel diharapkan senantiasa menjaga komunikasi dengan Pemprov Sulsel beserta seluruh pemangku kepentingan di daerah.

“Untuk pengurus baru periode 2020-2023, selamat melanjutkan programnya dan semoga tetap konsisten dalam melakukan yang terbaik untuk anggota serta masyarakat Sulsel,” kata dia.

Hajatan demokrasi REI Sulsel tahun ini dihelat dua versi, yakni virtual yang diikuti perwakilan DPP REI, DPD REI se-Indonesia, anggota DPD REI Sulsel, perbankan dan stakeholders lainnya.

Sedangkan, untuk acara secara langsung digelar di Kota Makassar. Sadiq terpilih secara aklamasi pada Musda XIII REI Sulsel tahun 2020 ini. (Oki Baren)
 
Sumber: