Jalan-Jalan

Keanggunan Bumi "Serambi Madinah"

Administrator | Senin, 04 Januari 2021 - 14:48:41 WIB | dibaca: 149 pembaca

Foto: Istimewa

Selain memiliki daerah yang berjuluk “Serambi Mekkah” ternyata Indonesia juga mempunyai daerah yang disebut dengan “Serambi Madinah”. Ya daerah itu adalah Gorontalo. Salah satu provinsi termuda di Indonesia yang dulunya masuk dalam wilayah Provinsi Sulawesi Utara.

Gorontalo resmi menyandang status provinsi pada tanggal 5 Desember 2000 dan menjadi provinsi ke-32 di Indonesia. Lokasinya terletak di Semenanjung Gorontalo di Pulau Sulawesi, tepatnya di bagian barat Sulawesi Utara. Luas wilayahnya 12.435,00 km² dengan jumlah penduduk sebanyak 1.166.142 jiwa (2018).

Masyarakat Gorontalo ini juga memiliki budaya “Moleleyangi” atau dalam bahasa Indonesia disebut merantau, dimana penyebaran etnis Gorontalo paling banyak tersebar di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Timur.

Sebagai daerah berjuluk “Serambi Madinah” tentu daerah ini memiliki sejumlah tujuan wisata religi, selain objek wisata alam yang indah bahkan unik. Berikut destinasi utama yang wajib Anda kunjungi bila ke Gorontalo.

Masjid Walima Emas Gorontalo
Masjid ini dibangun pada ketinggian 250 kaki di atas permukaan laut, berada di lokasi yang cukup tinggi, pengunjung harus menyiapkan stamina untuk sampai ke masjid ini karena jalan yang dilalui mendaki dan melelahkan.

Dari atas masjid ini dapat dilihat Teluk Tomini yang biru, lanskap pegunungan Batudaa Pantai, Teluk Gorontalo, hingga pesisir selatan Bone Bolango yang menawan.

Desa Wisata Religi Bongo
Desa ini ditetapkan sebagai kawasan wisata religius oleh pemerintah daerah setempat karena punya pesona sejarah, budaya, agama, dan alam. Di desa ini terdapat pesantren dan bangunan Maa Taduwolo yang menyimpan berbagai sumber sejarah Kerajaan Gorontalo. Selain itu, desa ini dianugerahi pula dengan pemandangan alam yang asri.

Bukan hanya wisata alam dan religi, di Bongo juga terdapat bangunan khas yang disebut Wombohe Walima. Di sini pengunjung bisa menikmati fosil kayu yang sudah berumur jutaan tahun, kolam ikan, dan memberi makan burung-burung merpati yang jumlahnya mencapai ratusan ekor.

Setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, desa ini semarak dengan Pesta Walima. Dimana setiap keluarga di desa akan mengarak tolangga atau usungan kayu berisi kue dan makanan ke masjid tua untuk berdoa bersama.

Pulau Cinta dan Pulau Saronde
Beberapa tahun terakhir, Pulau Cinta di Gorontalo sangat terkenal bahkan kerap disamakan dengan Raja Ampat. Namun bukan hanya memiliki Pulau Cinta, Gorontalo juga memiliki Pulau Seronde yang tidak kalah cantik dengan Pulau Cinta bagi mereka yang ingin liburan privat di pulau.

Saking indahnya pulau ini, keindahan bawah lautnya sering kali disamakan dengan Maladewa. Jangan lewatkan snorkeling kalau berkunjung ke pulau ini, karena penuh dengan bintang laut yang memukau dan terumbu karang nan indah.

Air Terjun Hiyaliyo Da’a Gorontalo
Di daratannya yang berbukit, Gorontalo memiliki banyak air terjun alami. Setiap air terjun memiliki keunikan tersendiri seperti Air Terjun Hiyaliyo Daa yang berlokasi di Kabupaten Gorontalo Utara.

Air terjun ini menuruni bebatuan terjal berwarna hitam dari atas bukit. Di kedua sisi air terjun dan batu, pepohonan hijau yang rindang menghiasi. Perpaduan warna sempurna, hitam, putih dan hijau. Kalau biasanya air terjun sulit untuk diakses, namun air terjun ini bisa dicapai baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Taman Wisata Laut Olele
Taman Wisata Laut Olele memiliki kekayaan bawah laut yang kaya dan unik. Karang yang warna-warni dengan bentuk yang beragam bakal menyambut siapapun yang mencoba menceburkan diri ke perairan taman laut ini.

Di kedalaman dua meter, hamparan koral sudah bisa terlihat dengan jelas. Tempat ini sangat cocok untuk bersnorkeling, ditambah lagi perairan disini cukup tenang karena berada di sebuah teluk, yakni Teluk Tomini.

Di taman laut ini terdapat banyak sponge coral endemik yang tidak dapat ditemukan di perairan manapun sehingga sering dicari-cari para penyelam mancanegara.

Soal garis pantainya juga tidak usah diragukan lagi. Air laut nan jernih berwarna biru akan memanjakan mata pengunjung yang datang sekadar untuk menikmati angin laut dan deburan ombak. (Teti Purwanti)
 
Sumber: