Kilas Berita

Investor Swedia Kembangkan Tampah Hills di Lombok

Administrator | Senin, 29 April 2019 - 13:33:29 WIB | dibaca: 2162 pembaca

Foto: Istimewa

Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak hanya menarik bagi investor lokal, namun ternyata memikat bagi investasi asing. Nah, kalau selama ini investasi asing di bidang properti lebih banyak dikuasai pengembang dari Asia seperti China dan Jepang, maka proyek Tampah Hills ini justru dikembangkan oleh investor asal Swedia.

CEO dan Pendiri Tampah Hills, Jakob Johansson mengungkapkan proyek ini akan menjadi lokasi yang cocok bagi pengusaha properti, investor, dan juga orang-orang kreatif yang ingin tinggal selaras dengan alam. Menurut dia, lokasi Tampah Hills sangat ideal dan akan dilengkapi dengan fasilitas terbaik.

“Tampah Hills akan menampilkan 120-150 vila premium, pusat olahraga, restoran, ruang kerja bersama, kolam renang, taman skate, taman bersepeda gunung dan banyak lagi,” ungkap dia dalam siaran persnya, baru-baru ini.

Ditambahkan Johansson, sekitar setengah dari keseluruhan area Tampah Hills akan menjadi area umum pribadi untuk pemilik rumah dan pengunjung, dengan taman, kebun sayur dan kebun bunga, dan amfiteater alami.

“Jadi bukan hanya tanah dan vila yang dibeli, namun juga seluruh komunitas, seaside society,” jelas Johansson.

Tampah Hills memiliki fokus kuat pada kehidupan keberlanjutan. Rencananya pengembangan ini akan bebas karbon atau bahkan positif, dengan menghasilkan energi sendiri dari sumber terbarukan, mengoptimalkan seluruh pengembangan dan membuatnya sangat hemat energi. Selain itu, Tampah Hills berencana untuk mendaur ulang dan mengelola limbahnya sendiri dengan cara yang paling bertanggung jawab.

“Air di Bukit Tampah sudah dapat diminum hanya dengan menggunakan saringan dasar dan tujuannya adalah untuk dapat menawarkan kepada pemilik vila air keran yang dapat diminum,” papar Johansson.

Tampah Hills memiliki luas lahan hingga 85 hektare yang rencananya akan dikembangkan secara bertahap. Tahap satu dan tahap dua telah diluncurkan dan hanya menyisakan sedikit vila yang tersisa. Menurut rencana akan dibangun sekitar 150 vila yang pembangunannya sudah dimulai sejak akhir kuartal IV 2018.

Bagi investor yang ingin membeli unit di Tampah Hills, pengembang menawarkan model bisnis yang sangat menarik, di mana investor dapat menyewa vila mereka saat mereka pergi jika mereka menginginkannya, dengan administrasi penuh dan layanan pemasaran dari Tampah Hills, dan pengembalian investasi yang luar biasa. Menurut Johansson, pihaknya menawarkan model yang aman dimana investor dapat memiliki rumah mereka dengan status Hak Guna Bangun (HGB). (Teti Purwanti)