RISET

Investor Mulai Aktif Cari Peluang Bisnis Properti di Indonesia

Administrator | Selasa, 27 September 2022 - 11:29:27 WIB | dibaca: 107 pembaca

Foto: Istimewa

Indonesia menjadi negara tujuan yang menarik untuk investasi. Jones L Ang Lasalle (JLL) menyebutkan banyak investor asing dan lokal saat ini sangat aktif mencari peluang investasi di beberapa sektor properti di tanah air. Situasi itu menjadi sinyal kuat bahwa industri properti segera bangkit?

James Allan, Country Head JLL Indonesia mengatakan Indonesia memiliki populasi terbesar keempat di dunia, proporsi penduduk usia produktif yang besar, serta ketersediaan sumber daya alam yang melimpah. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Indonesia menjadi tujuan yang menarik untuk investasi.

“Saat ini, investor asing dan lokal terlihat aktif dalam mencari peluang di beberapa sektor properti, seperti logistik, pusat data (data centre), dan residensial,” ungkap Allan dalam JLL Media Briefing 1Q22 yang dikutip, Jumat (22/4/2022).

Salah satu pengembangan infrastruktur yang tahun ini diharapkan akan berdampak positif pada sektor properti antara lain adalah beroperasinya LRT Jabodebek dan pembangunan beberapa ruas jalan tol baru.

Yunus Karim, Head of Research JLL Indonesia menambahkan untuk sektor perkantoran, di tahun 2022 diawali dengan perkembangan tingkat hunian yang relatif stabil, yaitu di angka 73% untuk kawasan CBD dan 74% untuk kawasan Non-CBD.

Sebanyak 4 gedung di kawasan CBD diperkirakan akan rampung dibangun pada triwulan-triwulan ke depan, sehingga berpotensi menambah pasokan sebanyak 270 ribu meter persegi di tahun 2022.

“Sedangkan untuk kawasan Non-CBD, diperkirakan bertambah sebanyak 130 ribu meter persegi pada tahun 2022,” jelas Yunus.

Angela Wibawa, Head of Office Leasing Advisory JLL Indonesia menyebutkan aktivitas pasar perkantoran di awal tahun 2022 kembali didominasi oleh perusahaan yang beroperasi di sektor teknologi. Dengan tingkat permintaan yang masih terbatas dan tertekannya tingkat hunian, harga sewa menjadi terus tertekan.

Selain tren pengurangan area kantor, permintaan area kantor dengan ukuran yang relatif lebih kecil dibandingkan sebelumnya mulai sering terlihat sebagai bagian dari strategi real estat mereka.

“Secara umum, tingkat hunian gedung perkantoran Grade A masih tertekan di angka 66%,” sebut Angela.

Sementara untuk pusat perbelanjaan di Jakarta, terlihat bahwa di kuartal I-2022 restoran dan fasilitas hiburan ramah keluarga menjadi daya tarik untuk pengunjung, didukung oleh taman bermain anak-anak yang diizinkan beroperasi dengan kapasitas 70%.

Selain kedua kategori diatas, kategori peralatan rumah tangga juga terlihat cukup aktif untuk dalam membuka toko-toko mereka.

Secara umum, tingkat hunian pusat perbelanjaan relatif stabil yaitu 87%. Pasokan pusat perbelanjaan baru diperkirakan bertambah sebesar 150 ribu meter persegi pada tahun 2022.

Penjualan Kondominium
Aktivitas penjualan kondominium di Jakarta pada kuartal I-2022 masih menunjukkan tren yang sama yang terlihat selama pandemi. Lemahnya permintaan kondominium di Jakarta masih berlanjut dari tahun lalu mengingat para calon pembeli, khususnya investor, masih berhati-hati dalam melakukan pembelian kondominium.

Terdapat dua proyek kelas atas yang diluncurkan oleh pengembang internasional di kuartal I. “Secara umum, para pengembang masih fokus untuk menjual produk eksisting,” kata Vivin Harsanto, Head of Advisory JLL Indonesia.

Menurutnya, senada dengan tren permintaan kondominiumdi Jakarta, aktivitas penjualan kondominium di area Bodetabek pun terpantau belum sepenuhnya pulih.

Tingkat penjualan dan peluncuran proyek kondominium baru mengalami sedikit penurunan pada enam bulan terakhir. Tercatat hanya ada dua proyek kondominiumbaru yang diluncurkan di area Depok dan Tangerang di kelas menengah.

“Penjualan dan pasokan kondominium masih di dominasi oleh tipe studio karena harga yang relative lebih terjangkau,” jelas Vivin. 

Lalu bagaimana dengan kondisi pasar pergudangan di kuartal I-2022? Farazia Basarah, Head of Logistics and Industrial JLL Indonesia mengatakan satu gudang modern di Karawang baru selesai dibangun pada triwulan pertama ini sehingga menyebabkan tingkat hunian sedikit tertekan di angka 93%.

Beberapa proyek dikatakan masih dalam proses konstruksi dan akan mulai beroperasi di pertengahan tahun 2022. Mayoritas permintaan terhadap wilayah Cikarang, diikuti oleh area kota Bekasi dan Jakarta.

“Di tengah dominasi gudang multi- tenant, permintaan gudang built-to-suit kepada pengembang juga masih tetap terlihat di beberapa lokasi,” pungkas Farazia.

Sedangkan Julien Naouri, Vice President, Investment Sales Hotels & Hospitality Group JLL Asia Pacific mengungkapkan bahwa industri perhotelan Indonesia saat ini sedang dalam masa pemulihan dan kondisi ini dapat terus terjadi seiring dibukanya kembali perjalanan domestik dan internasional yang lebih luas untuk mempertahankan momentum tersebut.

Dikatakan, pencabutan syarat untuk karantina di Indonesia juga akan memberikan tingkat kepercayaan lebih tinggi kepada para operator dan pemilik hotel.

“Tidak mengherankan bahwa pasar destinasi wisata utama seperti Jakarta dan Bali diperkirakan akan mendorong pemulihan tingkat hunian dan juga menerima sebagian besar dari total investasi US$ 300 juta yang kami perkirakan akan terjadi pada 2022,” jelas Naouri. (Rinaldi)


Sumber: