AKTUAL

G20 Jadi Momentum Kebangkitan Sektor Pariwisata Tanah Air

Administrator | Jumat, 30 September 2022 - 10:00:59 WIB | dibaca: 48 pembaca

Foto: Kemenpar

Adanya side event Presidensi G20 diharapkan menjadi momentum kebangkitan sektor pariwisata nasional dan menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja seluas-luasnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan penyelenggaraan rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Indonesia yang melibatkan berbagai pihak menjadi salah satu momentum untuk kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Tanah Air yang terdampak oleh pandemi Covid- 19.

Hal tersebut diungkapkannya pada acara Workshop Nasional “Pemulihan Sektor Pariwisata Global Melalui Penguatan UMKM dan Komunitas dalam Kerangka G20” secara daring, Kamis (21/4/2022). 

Sandiaga mengatakan pemulihan sektor parekraf pasca pandemi merupakan prioritas utama Kemenparekraf dengan berlandaskan pilar inovasi, adaptasi, dan kolaborasi untuk menghadirkan kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu.

“Penunjukan Indonesia sebagai presidensi G20 menunjukkan kepada dunia selain Indonesia dapat bertahan. Indonesia juga bisa mengambil peluang bahkan lebih kuat dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini,” kata Sandiaga.

Rangkaian acara KTT G20 juga menjadi sarana memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan sektor parekraf Indonesia kepada dunia internasional.

Sandiaga mengungkapkan momentum KTT G20 juga dapat diikuti dengan penguatan sumber daya manusia dalam pelaksanaan KTT G20.

“Pelaksanaan workshop nasional ini merupakan salah satu langkah konkret untuk memperkuat kontribusi masyarakat dalam memperkuat presidensi G20 Indonesia dalam forum Tourism Working Group (TWG),” ujarnya.

Sandiaga juga menyampaikan Indonesia akan menyampaikan pemikiran terkait sektor parekraf dalam forum Sidang Umum PBB pada awal Mei 2022 mendatang.

Ini merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia yang memegang Presidensi G20 dan Keketuaan ASEAN Tourism Forum karena memiliki kesempatam untuk menyampaikan pemikiran bagaimana sektor parekraf ini bisa menjadi job creator, pengungkit dan lokomotif kebang-kitan ekonomi pasca pandemi.

Side Events Parekraf
Sebelumnya, Menteri Sandiaga Uno juga telah meluncurkan side events pariwisata dan ekonomi kreatif pada G20 Indonesia tahun 2022, guna mendukung pelaksanaan kegiatan Presidensi G20 di Indonesia.

Peluncuran side events G20 ini menjadi salah satu langkah untuk menonjolkan citra positif sekaligus mempromosikan keragaman budaya dan pariwisata yang dimiliki Indonesia. Dengan kata lain, diselenggarakannya side events G20 di berbagai daerah diharapkan dapat sekaligus mengenalkan Indonesia secara lebih luas.

Peluncuran side events pariwisata dan ekonomi kreatif di G20 Indonesia tahun 2022 berlangsung di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Rabu (20/04/2022).

Side events G20 Indonesia tahun 2022 diharapkan dapat menjadi momen untuk “Pulih Bersama” dalam meningkatkan perekonomian masyarakat lokal di daerah tersebut. Hal ini sejalan dengan tema G20 Recover Together, Recover Stronger.

Sandiaga menjelaskan bahwa Kemenparekraf sebagai pengampu Tourism Working Group G20 tahun 2022 berupaya menghidupkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Saya berharap seluruh pemangku kepentingan dapat saling bahumembahu menyukseskan pelaksanaan side events dan road to Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022. Saya menantikan untuk berkolaborasi dan menyambut Anda di semua side event,” tegasnya.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo sekaligus Wakil Koordinator Tim Asistensi dan Kemitraan di Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 menjelaskan bahwa ada dua kategori side event yang diluncurkan, yakni side event substantif dan side event nonsubstantif.

Side event substantif adalah programprogram yang sejalan dan terkait dengan isuisu Tourism Working Group of G20 Presidency Indonesia. Sedangkan Non Substantif bertujuan mempromosikan destinasi pariwisata Indonesia.

Side event substantif di antaranya “Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) Conference 2022” dengan tema “Catalysing Action Towards the Asian Decade”. Ini adalah pertemuan para investor Asia dan penyedia sumber daya di seluruh dunia untuk berbagi pengetahuan, membangun kemitraan strategis, dan mengatasi tantangan sosial-ekonomi dalam skala besar.

“AVPN Conference 2022” akan digelar selama 4 hari pada 21 - 24 Juni 2022 di Bali International Convention Center (BICC). Tahun ini, Konferensi AVPN akan terlibat dalam dialog strategis dan sistemik tentang bagaimana mengubah ekonomi di Asia dengan tema ‘Mengkatalis Aksi Menuju Dekade Asia’,” ujar Angela.

Side event yang kedua adalah “International Wellness Tourism Conference & Festival (IWTCF)” dengan tema “A Sustainability Strategy for The World Tourism Recovery and Growth Through Wellness Tourism For All”.

Event yang berlangsung pada 5-7 Agustus 2022 di Solo/Surakarta, Jawa Tengah, ini akan menampilkan dan mempromosikan destinasi dan produk wisata Wellness Indonesia.

Side event yang ketiga adalah “World Conference on Creative Economy (WCCE)” dengan tema “Inclusively Creative: A Global Recovery”. Ini adalah forum kolaborasi antarnegara guna peningkatan kesadaran atas pentingnya strategi industri ekonomi kreatif.

Konferensi ini akan berlangsung pada 5-7 Oktober 2022 di Bali International Convention Center (BICC) dalam bentuk hybrid meeting, dengan format expo dan inspirator session, temu sahabat ekonomi kreatif, pertemuan tingkat menteri, dan gala dinner.

Sedangkan untuk side event nonsubstantif, Kemenparekraf menawarkan paket wisata (excursion & pre/post tour) untuk delegasi Presidensi G20 Indonesia. (Rinaldi)


Sumber: