SEPUTAR DAERAH

Djoko Janji Benahi Database Proyek Anggota REI Lampung

Administrator | Kamis, 16 Agustus 2018 - 14:46:09 WIB | dibaca: 1134 pembaca

Data terkait jumlah hunian terbangun hingga kini masih menjadi masalah krusial yang harus segera dicari solusinya. Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang mengembangkan sebuah sistem yang dapat meregistrasi pasokan perumahan.

Skema pendataan ini menjadi titik kritis karena dapat dijadikan acuan bagi pengambil kebijakan terkait sektor perumahan, utamanya yang menyangkut segmen hunian bersubsidi.

Keresahan serupa dirasakan pengurus Realestat Indonesia (REI) di daerah, seperti dikemukakan Djoko Handoko Halim Santoso yang baru terpilih sebagai Ketua DPD REI Lampung periode 2017-2020.

“Salah satu program kerja unggulan pada kepengurusan yang baru dilantik adalah membuat database pengembangan perumahan di lingkup REI Lampung. Pendataan itu nanti akan memperlihatkan angka rumah bersubsidi dan berapa rumah non-subsidi yang dibangun,” kata Djoko Santoso yang dipercaya memimpin DPD REI Lampung pada Musyawarah Daerah (Musda) IX REI Lampung di Bandar Lampung, Kamis (16/11).

Dia menambahkan, pendataan ini akan dilakukan dengan melibatkan seluruh anggota REI Lampung. Penyusunan database proyek anggota REI Lampung ini juga didukung sepenuhnya Bank BTN. Menurut Djoko, pihaknya sudah ada kerjasama dengan BTN dengan melakukan rekapitulasi secara rutin guna membahas berapa rumah yang sudah SP3K (Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit) tapi belum akad, dan berapa rumah yang siap SP3K.

Sinergi penyusunan database melalui pemantauan SP3K bersama bank penyalur KPR subsidi itu sudah dimulai per November 2017.

“Mengingat penyaluran KPR subsidi BTN untuk tahun 2017 akan berakhir pada 10 Desember 2017 sehingga pertemuan berikutnya di awal Desember menjadi tidak efektif. Kami akan kembali duduk bersama BTN Lampung mulai Januari mendatang untuk mendapatkan formula pendataan yang lebih terinci tapi tidak merepotkan,” urai Djoko Santoso.

Adapun program kerja unggulan kepengurusan DPD REI Lampung masa bakti 2017–2020 antara lain melalui pemberdayaan anggota REI. “Konkretnya adalah dengan membuka ruang komunikasi bersama anggota secara lebih intensif untuk membahas berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan,” jelasnya.

Sinergi Pusat – Daerah
Lebih jauh Djoko Santoso mengungkapkan, untuk menjamin tersedianya solusi bagi permasalahan anggota REI Lampung, pihaknya ingin meningkatkan hubungan yang harmonis bersama pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan di sektor perumahan di daerah. Hubungan harmonis yang dibina berlandaskan prinsip saling menghargai diyakini akan lebih langgeng dan berkelanjutan. Gayung bersambut, keinginan REI Lampung bersinergi dengan pemangku kebijakan disambut positif oleh Pemerintah Provinsi Lampung.

Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo bahkan berharap REI lebih berperan aktif dalam mengembangkan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar program penyediaan perumahan layak huni dapat terus bergulir.

“Ini sesuai dengan program yang dicanangkan REI, Pemprov Lampung juga berupaya meningkatkan alokasi rumah sebanyak 3000 unit yang tersebar di seluruh kabupaten. Program ini akan dikembangkan hingga 14 kabupaten dan kota pada tahun depan,” kata Ridho.

Sementara Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata juga mengapresiasi niat baik DPD REI Lampung yang dituangkan dalam program kerja kepengurusan 2017-2020.

“Saya ingin lebih memperkuat sinergi DPP REI bersama DPD REI. Pengurus di tingkat pusat hanya konfederasi dari sebuah organisasi dan bertindak selaku driver. Sedangkan DPD adalah yang langsung melayani anggota,” kata Eman, sapaan Ketua Umum DPP REI.

Menurut dia, ekarang sudah bukan era kepengurusan yang menuntut untuk ‘dilayani’ oleh anggota. Sebaliknya, individu pengurus REI harus bersedia sepenuh hati meladeni kebutuhan anggota.

“Jika siap melayani kepentingan anggota, silakan maju menjadi pengurus,” tutur Eman.

Dia juga kembali menegaskan bahwa DPP REI berkomitmen terus membantu menawarkan solusi atas beragam permasalahan yang dihadapi anggota REI di daerah. Eman menambahkan, kini waktunya segenap elemen REI bekerja keras karena industri properti tidak sedang dalam kondisi baik-baik saja.

“Apalagi tahun depan adalah tahun politik bagi sebagian besar daerah yakni perhelatan Pilkada serentak sehingga diyakini akan berimbas terhadap kondisi perekonomian di daerah termasuk di Lampung,” tandas dia. BRN