INFRASTRUKTUR

Delapan Ruas Tol Baru Segera Dibangun Pemerintah

Administrator | Rabu, 23 Desember 2020 - 09:18:07 WIB | dibaca: 200 pembaca

Foto: Istimewa

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada akhir tahun 2020 hingga awal 2021 menyiapkan pembangunan delapan ruas tol baru yang menghubungkan kawasan-kawasan strategis dan pusat-pusat pertumbuhan di pulau Jawa dan Bali sesuai visi pembangunan lima tahun ke depan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, kedelapan ruas tol tersebut memiliki total panjang 374 kilometer (Km) dan nilai investasi sebesar Rp 100 triliun. Adapun ruas tol tersebut antara lain Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo 96,57 Km, Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan 60,1 Km, Tol Kertajati-Cipali 3,6 Km dan Tol North-South Link Bandung 14,2 Km.

Kemudian Tol Harbour Road Tanjung Priok-Pluit 8,9 Km, Tol Jogja- Bawen 75,83 Km, Tol Gilimanuk-Mengwi 95,22 Km, serta Tol Kediri-Kertosono 20,3 Km.

“Untuk ruas tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo, ini merupakan Proyek Strategi Nasional (PSN) sepanjang 96,57 Km,” ungkap Menteri Basuki saat acara penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo di Gedung Auditorium Kementerian PUPR, baru-baru ini.

Dikatakan dengan dibangunnya jalan tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo maka diyakini akan memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan perekonomian masyarakat pada segitiga emas sektor pariwisata adalah Joglosemar (Yogyakarta, Solo Semarang).

“Masyarakat telah menunggu-nunggu tol ini. Saya harap Joglosemar dapat menjadi segitiga emas yang bertumpu pada pengembangan potensi KSPN Borobudur dan Candi Prambanan. Di samping itu, pembangunan tol ini dapat meningkatkan aksesibilitas antar wilayah, mengembangkan wilayah yang dilalui jalan tol, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ujar Menteri Basuki.

Dia berharap dengan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol dan serangkaian penandatanganan perjanjian ini, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) segera memulai proses konstruksi dan sehingga jalan tol ini dapat beroperasi penuh pada 2023.

Jalan tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo sepanjang 96,57 Km memiliki tiga seksi yakni Seksi 1 (JC Kartasura – SS Prambanan) sepanjang 35,64 Km, seksi 2 (SS Prambanan – SS Sleman) sepanjang 22,36 Km, dan seksi 3 (SS Sleman – SS Kulonprogo) sepanjang 38,57 Km. Total investasi dari pembangunan tol tersebut sebesar Rp 26,6 triliun.

Jalan tol ini nantinya akan menghubungkan Ibukota Provinsi DIY dengan Kota Solo sehingga akses menuju destinasi pariwisata nasional seperti Candi Prambanan menjadi lebih mudah.

Jalan tol ini merupakan bagian dari jaringan jalan tol Trans Jawa bagian Selatan-Tengah yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian Pulau Jawa dengan menambahkan kapasitas jaringan jalan, serta menurunkan biaya transportasi dan logistik melalui satu jaringan tol yang terintegrasi.

Konektivitas Jabodetabek
Selain melanjutkan pembangunan beberapa ruas jalan tol Trans Jawa, Kementerian PUPR juga terus meningkatkan konektivitas di Jabodetabek. Salah satu ruas tol yang tengah diselesaikan adalah tol Cengkareng - Batu Ceper - Kunciran (14,19 Km) yang kini progresnya telah mencapai 86,46%.

Menteri Basuki mengatakan, kehadiran jalan tol yang terhubung dengan kawasankawasan produktif akan dapat mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri.

Jalan tol Cengkareng - Batuceper - Kunciran merupakan salah satu dari 6 ruas jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR II), sebagai upaya mendukung konektivitas pada kawasan metropolitan Jabodetabek sekaligus mengurangi beban lalu lintas tol JORR I yang semakin padat setiap harinya.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan, kehadiran tol JORR II nantinya bisa menjadi jalan distribusi logistik dari dan ke kawasan industri sekitar Ibukota Jakarta seperti Banten.

Tol JORR 2 terbagi menjadi 6 ruas, yaitu Tol Cengkareng - Batu Ceper - Kunciran (14,19 Km), Tol Kunciran - Serpong (11,4 Km), Tol Serpong - Cinere (10,14 Km), Tol Cinere - Jagorawi (14,64 Km), Tol Cimanggis - Cibitung (25,39 Km), dan Tol Cibitung - Cilincing (34,02 Km).

Sedangkan Tol Cengkareng - Batuceper - Kunciran sepanjang 14,19 Km terbagi menjadi 4 Seksi, yaitu Seksi I (Kunciran – Tirtayasa) Sepanjang 2,04 Km, Seksi II (Tirtayasa – Benteng Betawi) sepanjang 3,52 Km. Kemudian Seksi III (Benteng Betawi – H.Sastranegara) sepanjang 6,57 Km, dan yang terakhir Seksi IV (H. Sastranegara – SS Benda) sepanjang 2,06 Km.

Tol Cengkareng - Batuceper - Kunciran dikelola oleh PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC) dan diharapkan selesai konstruksi pada akhir 2020. (Taria Dahlan)
 
Sumber: