29-04-2013 16:56:54

KOTA MANDIRI: Investor Tertarik Bangun Kota Baru Maja

JAKARTA -- Kementerian Perumahan Rakyat menyebutkan ada beberapa investor dari luar negeri yang mengaku tertarik untuk berinvestasi dalam pembangunan kota baru Maja yang berada di perbatasan Tangerang dan Bogor. 

“Yang tertarik itu sebenarnya banyak, seperti dari negara-negara di Asia Tenggara, Singapura dan Malaysia. Hanya mereka masih mengkaji berbagai hal,” tutur Deputi Pengembangan Kawasan Kemenpera Agus Sumargiarto saat dihubungi Bisnis, Minggu (28/4/2013).

Ketertarikan investor tersebut, paparnya, sudah dikemukakan dalam berbagai forum bisnis. Hanya, sambungnya, mereka masih mempelajari sistem pembiayaan serta peran pemerintah dalam rencana pembangunan kota baru tersebut.

"Blue book-nya sudah ada di Bappenas. Tinggal menyusun green book-nya, berupa syarat investasi. Di sinilah terjadi tawar-menawar dengan investor," ujarnya.

Terkait dengan yang telah diungkapkan oleh Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengenai investor asal Jepang, Agus mengatakan belum mengetahui, karena sampai saat ini dirinya belum pernah membicarakan hal itu.

“Karena Pak Menteri mengatakan itu, saya pikir mungkin Jepang sudah menunjukkan komitmennya. Saya belum bicara dengan tim Jepang sampai saat ini,” ujarnya.

Dia menjelaskan peran pemerintah dalam pembangunan kota Maja adalah mempersiapkan infrastruktur primer, seperti membangun akses kereta api double track yang menghubungkan Tanah Abang-Serpong-Parung Panjang-Maja.

“Kalau bisa untuk pembangunan kawasan, dan pembangunan infrastruktur kecil lainnya ditanggung oleh investor. Maja itu tidak mungkin menggunakan uang pemerintah, kita harus mencari investornya,” tambahnya. (Endot Brilliantono) (bisnis.com)

About REI

Tunas yang baru tumbuh tak seketika menghasilkan buah ranum untuk dipanen. tunas akan dihadapkan pada kepastian tentang nasibnya: mati, tumbuh kerdil, tumbuh liar, atau berkembang menjadi pohon rindang yang banyak memberi manfaat kepada kehidupan.  [selengkapnya]

Agenda

Berita

Liputan Utama

Pelemahan Rupiah Goyang Industri Properti?
Mata uang rupiah terus mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (US$) beserta mata uang dunia lainnya sejak bulan Agustus 2013. Sejumlah sektor ekonomi Indonesia pun mengalami goncangan. Apakah sektor properti termasuk yang terkena dampaknya?

Liputan Utama

Catatan Awal Tahun KPR Bersubsidi
Mirisnya, tahun lalu, realisasi target penyaluran KPR FLPP itu jauh panggang dari api.

Liputan Utama

Teguh Satria: Kebijakan Perumahan Tidak Didukung Menkeu
Kebijakan perumahan yang diluncurkan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) saat ini tidak didukung oleh Menteri Keuangan.
Realestat Indonesia, Rukan Simprug Indah JL. Teuku Nyak arief NO.9B, Kebayoran Lama Jakarta - Selatan , Telp.021-72789105(hunting), Fax.021-72789155 Email : dpprei@yahoo.com, Website : rei.or.id
DPP REI - Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia © 2008-2012. AllRight reserved