TOPIK UTAMA

Menteri PUPR

"Usia 50 Tahun Cermin Kematangan REI"

Administrator | Rabu, 05 Oktober 2022 - 11:29:54 WIB | dibaca: 89 pembaca

Foto: Istimewa

Puncak perayaan ulang tahun Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) ke-50 di pusatkan di kompleks Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Jumat (20/5/2022). Acara gala dinner ini diikuti seluruh peserta anggota REI serta dihadiri sejumlah pejabat penting negara, direksi perbankan dan stakeholder properti lainnya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengapresiasi kontribusi besar REI dalam penyediaan perumahan rakyat. Dia mengajak REI untuk terus berkomitmen dalam pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Selama kurun waktu 50 tahun, REI secara konsisten telah membuktikan diri sebagai asosiasi perumahan yang solid dengan capaian pembangunan perumahan terbesar di Indonesia khususnya rumah bagi MBR,” ujar Menteri Basuki dalam sambutan yang dibacakan Direktur Jenderal Perumahan, Iwan Suprijanto.

Diakui, sejumlah tantangan dalam pembangunan rumah bagi MBR masih terjadi termasuk backlog perumahan yang terus bertambah. Data Susenas tahun 2021 menyebutkan backlog perumahan mencapai 12,7 juta rumah tangga.

Sehingga dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Pemerintah menargetkan peningkatan rumah tangga yang menempati rumah layak dari semula 56,7% menjadi sebesar 70% atau ekuivalen dengan 11 juta rumah tangga.

Untuk mencapai target RPJMN tersebut, diperlukan strategi baik dari sisi supply maupun demand yang melibatkan berbagai stakeholder perumahan, termasuk diantaranya pengembang dan perbankan. 

“Pada sisi supply, pengembang memiliki peran penting untuk mendukung ketersediaan stok rumah serta pemenuhan kualitas material dan konstruksi rumah. Pemerintah terus mendorong upaya yang dilakukan pengembang melalui pemberian insentif dan kemudahan perizinan kepada pengembang perumahan yang melaksanakan kebijakan kawasan Hunian Berimbang,” ujarnya.

Menteri Basuki mengajak pengembang untuk terus meningkatkan kualitas rumah yang dibangun. Dia berharap REI dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam penyelenggaraan perumahan rakyat.

Menurutnya, pembangunan perumahan layak huni yang terjangkau dan berkualitas menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan seluruh stakeholder bidang perumahan. Karena rumah tidak sekadar sebagai tempat tinggal, tetapi juga berfungsi sebagai sarana produksi dan bersosialisasi.

“Selamat Ulang Tahun Emas kepada REI, usia 50 tahun ini mencerminkan kematangan REI dalam berorganisasi dan berkembang,” pungkas Menteri Basuki.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Himawan Arief Sugoto yang hadir mewakili Menteri ATR/BPN Sofyan A. Djalil menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung Program Sejuta Rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Oleh karenanya, Kementerian ATR/BPN selalu siap bekerjasama dengan pelaku pembangunan rumah dikhususkan untuk MBR.

“Kementerian ATR/BPN turut berupaya dalam mewujudkan program tersebut. Antara lain dengan percepatan pengadaan tanah dan pemangkasan perizinan,” ujar Himawan yang didampingi Plt. Direktur Jenderal Tata Ruang, Abdul Kamarzuki.

Dengan kerjasama antara Kementerian ATR/BPN dan REI, diharapkan dapat mendukung cita-cita pembangunan nasional yang merata serta pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia. Hal itu sesuai dengan tema yang diusung pada HUT REI ke-50 yakni REI Garda Terdepan Mewujudkan Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh.

Rumah Amanah Penting
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta Ulang Tahun Emas REI menjadi momentum terbaik untuk menyemai bibit kebaikan yang disebar dan ditanamkan demi sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, REI dapat berperan dalam mengedukasi masyarakat terkait upaya meningkatkan kesejahteraan, dengan kepemilikan papan (tempat tinggal) sebagai indikatornya.

“Terima kasih telah memilih Yogyakarta sebagai tempat peringatan ulang tahun. Semoga pesona alam, kekayaan budaya dan kehangatan masyarakatnya dapat membuat perayaan ini semakin bermakna,” ujar Sri Sultan yang diwakili Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X.

Ditambahkan, dalam studi geopolitik dasar, kewajiban paling elementer yang harus dipenuhi oleh negara bagi sebaik-baiknya adalah kesejahteraan rakyat. Papan atau tempat tinggal juga menjadi amanah penting yang wajib dijalankan, seperti termaktub dalam poin ke-11 SDGs tentang Membangun Kota dan Pemukiman yang Inklusif, Aman, Tangguh dan Berkelanjutan.

“Terpenuhinya kebutuhan tempat tinggal secara adil dan merata menjadi indikator keberhasilan pembangunan nasional suatu negara,” ucap Sri Sultan.

Sesuai mandat Presiden Joko Widodo untuk menyederhanakan regulasi dan perizinan baik untuk keperluan pembangunan maupun investasi, maka Pemprov DIY menjadikan pembangunan perumahan sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur menuju masyarakat yang Gemah Ripah Loh Jinawi.

Diakui Sri Sultan, tidak mudah mewujudkan pembangunan perumahan untuk MBR. Di Yogyakarta misalnya, kendala utama yang ditemui adalah tingginya harga lahan. Selain harga lahan, konsep pembangunan perumahan untuk MBR terutama hunian vertikal atau rumah susun atau juga apartemen masih belum bisa diterima oleh masyarakat pada umumnya.

“Untuk itu, saya berharap REI dapat berkolaborasi dengan pemerintah dan berperan serta dalam menyejahterakan seluruh kalangan,” kata Sri Sultan yang menutup sambutannya dengan memberikan ucapan selamat ulang tahun ke-50 kepada REI.

Buku dan Pin Emas
Dalam acara gala dinner tersebut sekaligus diluncurkan buku berjudul “Melintas Lima Dekade Realestat Indonesia” yang berisi kiprah REI selama setengah abad.

Buku tersebut secara simbolis diserahkan Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida kepada Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, serta Sekjen Kemeneterian ATR/BPN.

Selain itu, REI juga menganugerahi Pin Emas kepada sejumlah tokoh yang dinilai berjasa dan berperan penting bagi kemajuan asosiasi tertua dan terbesar tersebut. Pin emas diberikan kepada Menteri Pekerjaan PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri ATR/BPN Sofyan A. Djalil, Dirut Bank Tabungan Negara (BTN) Haru Koesmahargyo, serta Djoko Slamet Utomo selaku pengurus REI paling senior. (Rinaldi)


Sumber: