Berita

Tren Pencarian Properti secara Daring Meningkat

Administrator | Kamis, 26 November 2020 - 10:06:32 WIB | dibaca: 122 pembaca

Foto: Istimewa

PENCARIAN properti melalui daring (online) selama pandemi covid-19 meningkat pada periode April-Agustus 2020. Country Manager Rumah123.com Maria Herawati Manik mengatakan, dari data pencarian yang dihimpun Rumah123.com, terjadi kenaikan durasi kunjungan ke situs tersebut dari April hingga Agustus 2020. Bila merujuk ke trafik per bulannya, rata-rata ada sekitar 12 juta orang yang melihat website Rumah123."

Ada tren pencarian naik secara online, untuk consumer profile-nya di Agustus sebesar 32,47% naik dari April yang 11,84%," ujarnya dalam sebuah webinar, belum lama ini.

Selain itu, tambahnya, terjadi penambahan waktu pencarian properti dari yang biasanya pada hari kerja menjadi meliputi juga Sabtu dan Minggu.

"Pada kuartal pertama 2020, orang mencari rumah (hanya pada) hari kerja, Senin, Rabu, dan Kamis. Namun, pada kuartal kedua ternyata banyak yang juga mencari pada Sabtu dan Minggu. Ini menunjukkan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) membuat orang memiliki banyak waktu di rumah yang digunakan untuk men-searching properti," paparnya.

Maria menuturkan jumlah pelanggan yang melihat rumah dengan usia 45 tahun ke atas meningkat pada kuartal ketiga, yang mencapai 16,91% dari kuartal sebelumnya 11,99%. Hal itu menunjukkan usia 45-54 tahun melek teknologi untuk mencari rumah.

"Pelanggan usia 45 tahun ke atas mengalami peningkatan ini, sudah mulai pindah ke online dalam mencari rumah," tambahnya.

Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Depok tetap menjadi kota dengan traffic terbanyak dalam pencarian secara keseluruhan periode lima bulan tersebut.

"Orang yang mencari lokasi dari page view-nya. Jadi, berapa banyak halaman yang mereka lihat, yang terbanyak di Tangerang, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Bandung. Ini orang yang melihat banyak dilihat halamannya," tuturnya.

Dari sisi tren pencarian properti, terjadi kenaikan 1% hingga 2% pada harga di level Rp1 miliar hingga Rp2 miliar dan Rp2 miliar hingga Rp5 miliar. Sebaliknya, pada level harga Rp300 juta hingga Rp500 juta menurun.

Pada Juli, lanjutnya, ada tren menarik, properti dengan harga Rp2 miliar hingga Rp5 miliar dan Rp5 miliar hingga Rp10 miliar naik, sedangkan Rp300 juta turun. "Ini habis Lebaran. Perkembangan ini menunjukkan masih ada daya beli," kata Maria.

Meningkat secara bertahap
Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida memprediksi penjualan properti meningkat secara bertahap pascapandemi covid-19.

Ia mengutarakan penjualan properti sempat menurun pada kuartal II 2020. Namun, dia yakin di kuartal ketiga penjualan kembali meningkat.

"Masyarakat berpikir bahwa ini saat yang tepat untuk membeli properti," kata Paulus.Dia menuturkan efek domino dari industri properti juga luar biasa sehingga memengaruhi indeks ekonomi Indonesia. 

Dia mengatakan rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar masih yang paling banyak diminati dan diharapkan tren positif ini dapat terus terjaga untuk meningkatkan kembali pertumbuhan ekonomi di sektor properti. 

Sumber: