INFRASTRUKTUR

Tol Serang-Panimbang Pacu Pariwisata di Banten

Administrator | Selasa, 18 Oktober 2022 - 10:13:26 WIB | dibaca: 81 pembaca

Groundbreaking Seksi 3 Ruas Cileles - Panimbang (Foto: Kementerian PUPR)

Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga tengah menyelesaikan pembangunan infrastruktur Jalan Tol Serang-Panimbang sepanjang 83,67 kilometer (km).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, peningkatan aksesibilitas serta konektivitas jaringan infrastruktur jalan tol untuk memberikan kelancaran, keselamatan, keamanan, juga kenyamanan perjalanan. 

“Akses jalan yang semakin baik juga akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan sekitar terutama sektor pariwisata di sepanjang jalan tol tersebut,” kata Menteri Basuki. 

Setelah Seksi I sepanjang 26,5 Km yang menghubungkan Serang- Rangkasbitung yang telah beroperasi sejak 2021 lalu, kini proses pembangunan dilanjutkan pada Seksi II sepanjang 24,17 Km yang menghubungkan Rangkasbitung-Cileles. Serta Seksi III sepanjang 33 Km yang menghubungkan Cileles-Panimbang. Hingga saat ini, progress fisik pembangunan Seksi II telah mencapai 23,31%. 

Pembangunan infrastruktur jalan tol Serang-Panimbang dilaksana-kan dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai total investasi sebesar Rp8,58 triliun. Pada Seksi I-II meru-pakan porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) oleh PT Wijaya Karya Serang Panimbang. Kemudian pada Seksi III merupakan porsi Pemerintah me-lalui Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR. 
 
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Danang Parikesit mengatakan penyelesaian pembangunan infrastruktur jalan tol Serang-Panimbang Seksi II dan III ditargetkan dapat beroperasi pada 2024. 

“Setelah rampung, jalan tol Serang-Panimbang akan memberikan kemudahan dan efisiensi waktu perjalanan menuju obyek wisata Tan-jung Lesung yang merupakan salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN),” jelas Danang.

Jika sebelumnya, dari Jakarta ke Tanjung Lesung membutuhkan waktu tempuh selama 5 jam, dengan adanya jalan tol Serang-Pa-nimbang ini waktu tempuh dapat dipangkas menjadi 2-3 jam dengan kecepatan rata-rata 100 km/jam. 

Disamping itu, keberadaan jalan tol Se-rang-Panimbang dapat memperlancar konek-tivitas perekonomian masyarakat baik dari sektor industri maupun pariwisata di Provinsi Banten. 

“Kehadiran jalan tol Serang-Panimbang diharapkan juga akan mendukung pengem-bangan ekonomi di wilayah Banten Tengah dan Banten Selatan yang secara geografis ber-dekatan dengan DKI Jakarta,” katanya. 

Kawasan wisata Tanjung Lesung merupa-kan salah satu dari 10 Destinasi Pariwisata Pri-oritas (DPP) yang merupakan amanat Presiden Jokowi. Kawasan wisata Tanjung Lesung masuk dalam destinasi prioritas karena keunggulan keindahan alamnya serta berbagai fasilitasnya yang atraktif, seperti water sports, snorkeling, diving, hingga sunrise spot di pesisir pantai. 

Antar Kawasan di Bali 
Selain itu, Kementerian PUPR akan memu-lai pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi pada pertengahan 2022. Tol ini akan menyusuri pantai-pantai di Bali sehingga menyuguhkan pemandangan indah dan semakin memacu aktivitas pariwisata di Pulau Dewata. 

Menteri Basuki mengingatkan agar pem-bangunan jalan tol ini tetap menjaga keserasian lingkungan. Menurutnya, pemerintah semula akan membangun tol di tengah Pulau Bali, tetapi dikhawatirkan akan banyak merusak lingkungan. 

“Untuk itu, kita ambil jalur pantai. Nanti akan dilengkapi dengan jalur sepeda yang me-rupakan tol pertama di Indonesia, karena ini merupakan daerah pariwisata maka kita harus sesuaikan,” kata Menteri Basuki. 

Tol Gilimanuk-Mengwi merupakan pro-yek strategis nasional. Hal ini sebagaimana ter-cantum dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional. 

Tol Gilimanuk–Mengwi akan mulai kons-truksi pada Juni 2022 setelah diperoleh tanah bebas dan diharapkan selesai serta dioperasi-kan pada November 2024. 

“Hadirnya jalan tol ini akan memangkas waktu tempuh Pelabuhan Gilimanuk ke Kawas-an Metropolitan Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Tabanan (Sarbagita) dari 6 jam menjadi 2 jam,” pungkas Danang Parikesit. (Rinaldi)


Sumber: