INFRASTRUKTUR

Tol Palembang-Indralaya Siap Dilalui Pemudik

Administrator | Selasa, 26 September 2017 - 09:38:07 WIB | dibaca: 678 pembaca

Saat arus mudik Lebaran tahun ini, ruas jalan tol Palembang-Indralaya (Palindra) Seksi I dari Palembang sampai Pemulutan sudah dapat fungsional sehingga dapat dilalui pemudik tanpa dikenakan tarif tol alias gratis.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau progres pembangunan tol Palindra, yang merupakan salah satu bagian ruas tol Trans Sumatera, akhir Mei lalu.

“Khusus untuk tol Palindra, dengan panjang total 22 kilometer, saat Lebaran akan kami fungsikan sepanjang 12 kilometer dari Palembang. Dan pada November 2017 ditargetkan sudah beroperasi seluruhnya sampai ke Indralaya,” ujar Menteri Basuki.

Pembangunan tol Palindra saat ini masih terus dikebut, salah satunya ditargetkan untuk mendukung pelaksanaan Asian Games 2018. Beroperasinya tol ini pada November 2017 diperkirakan bakal mendorong pula bisnis properti baik hunian maupun komersial di Palembang dan sekitarnya.

“Tol Palindra ini diharapkan tidak hanya sebagai infrastruktur pendukung Asian Games, namun juga memajukan ekonomi masyarakat,” kata Menteri Sri Mulyani.

Dia menambahkan jalan tol Palindra merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera yang menghubungkan Lampung hingga Aceh yang berada di sisi timur Pulau Sumatera sepanjang 2.800 kilometer. Jalan tol ini memiliki tiga sirip untuk menghubungkan pusat kegiatan di sisi Barat dan Timur Pulau Sumatera, yakni Palembang-Bengkulu (dimana salah satunya adalah ruas tol Palindra), sirip Pekanbaru-Padang dan Medan-Parapat-Sibolga.

Menurut Direktur Utama PT Hutama Karya Gusti Ngurah Putra, dana yang dibutuhkan untuk delapan ruas tol Trans Sumatera yang dibangun pemerintah melalui penugasan kepada PT Hutama Karya mencapai Rp 83 triliun. Dari jumlah tersebut, dana yang berasal dari ekuitas perusahaan sekitar Rp 50 triliun, sementara sisanya akan dipenuhi dari pinjaman.

Pembangunan tol Palindra terdiri dari tiga seksi, yakni seksi I ruas Palembang-Pemulutan, seksi II Pemulutan-KTM dan seksi III KTM-Simpang Indralaya, telah dimulai sejak 2015 dan saat ini progres konstruksi secara keseluruhan telah mencapai 50,61%.

PT Hutama Karya (Persero) menjadi kontraktor pelaksana dengan nilai kontrak sebesar Rp 2,63 triliun.

Menteri Basuki menambahkan, pembangunan tol Palindra membutuhkan teknik konstruksi khusus karena lahan pembangunan didominasi oleh daerah rawa bergambut. Guna mempercepat proses pembangunan jalan tol tersebut, diterapkan teknologi Vacuum Consolidation Method (VCM) untuk mengurangi kadar air dan kadar udara dalam tanah. Kondisi tanahnya hampir sama dengan tol Wiyoto Wiyono atau tol Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta yang dibangun di atas tanah rawa.

Saat ini, pemerintah melalui Kementerian PUPR terus berupaya menambah panjang jalan tol di Indonesia untuk memperlancar distribusi dan menurunkan biaya logistik barang dan jasa. Salah satunya pembangunan jalan tol Trans Sumatera. TPW