INFRASTRUKTUR

Tol Kuala Tanjung-Tebingtinggi-Parapat Beroperasi 2020

Administrator | Rabu, 08 Januari 2020 - 10:07:50 WIB | dibaca: 60 pembaca

Foto: Istimewa

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan jalan tol Kuala Tanjung-Tebingtinggi-Parapat untuk permudah akes dari Medan ke Kawasan Pariwisata Strategis Nasional (KSPN) Danau Toba.

Pembangunan jalan tol ini ditugaskan kepada PT Hutama Karya. Selanjutnya PT Hutama Karya bersama PT Jasa Marga dan anak perusahaan PT Waskita Karya, yaitu PT Waskita Toll Road membentuk BUJT yakni PT Hutama Marga Waskita dan. Tol ini ditargetkan sudah beroperasi pada 2020 dengan masa konsesi selama 40 tahun.

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR Hadi Sucahyono mengatakan dengan terbangunnya akses jalan tol tersebut akan meningkatkan akselerasi pengembangan destinasi wisata Danau Toba.

“Tol ini memperbanyak aksesabilitas ke Danau Toba sehingga para wisatawan mempunyai banyak pilihan jalur transportasi, mulai dari moda transportasi udara, laut dan darat,” ungkap Hadi.

Jalan tol dari Medan tersebut juga diharapkan menghidupkan perekonomian daerah yang dilalui hingga Parapat, dari mulai Medan, Tebingtinggi, Pematang Siantar hingga Parapat.

Jalan tol Kuala Tanjung-Tebingtinggi-Parapat sepanjang 143,5 Km merupakan lanjutan dari jalan tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi (MKTT) sepanjang 61,72 Km. Sebelumnya jalan tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi telah selesai dan terhubung dengan jalan tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera).

Pembangunan tol Kuala Tanjung-Tebingtinggi-Parapat membutuh-kan biaya investasi sekitar Rp 13,4 triliun, termasuk untuk biaya konstruksi sebesar Rp 9,6 triliun.

Tol Kuala Tanjung-Tebingtinggi-Parapat terdiri dari enam seksi yaitu Seksi 1 Tebingtinggi- Inderapura (20,4 km), Seksi 2 Inderapura - Kuala Tanjung (15,6 km), Seksi 3 Tebingtinggi - Serbelawan (30 km), Seksi 4 Serbelawan - Pematang Siantar (28 km), Seksi 5 Pematang Siantar - Seribudolok (22,3 km), Seksi 6 Seribudolok - Parapat (16,7 km).

Pembangunan jalan tol Kuala Tanjung-Tebingtinggi-Parapat mendapatkan dukungan pembiayaan Pemerintah guna meningkatkan tingkat kelayakan investasinya. Dukungan tersebut berupa pembangunan sebagian konstruksi jalan tol pada Seksi 5 dan 6. Saat ini untuk kedua seksi tersebut progresnya masih dalam tahap pembebasan lahan.

Sementara PT Hutama Marga Waksita selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) mengerjakan konstruksi pada Seksi 1-4. Untuk seksi 1 saat ini progres pembebasan lahannya sudah 63,7% dan progres konstruksinya 18,1%. Seksi 2 masih dalam tahap pembebasan lahan, sedangkan untuk seksi 3 pembebasan lahannya sudah 82% dan konstruksinya telah dimulai pada bulan ini. Sementara seksi 4 pembebasan lahannya sebesar 22,75% dengan progres konstruksi 5,1%.

Jalan Lingkar
Selain jalan tol, saat ini Kementerian PUPR juga tengah menyelesai-kan preservasi dan pelebaran jalan lingkar Pulau Samosir sepanjang 145,9 Km.

Dengan penyelesaian pekerjaan jalan tersebut, para wisatawan juga memiliki pilihan jalur transportasi darat untuk menuju Pulau Samosir dari Silangit. Selama ini, akses utama untuk menuju ke Danau Toba dan Pulau Samosir dari arah Medan adalah melalui Parapat dan menyeberang dengan menggunakan feri.

Dikatakan Hadi, selain akan mempercepat waktu tempuh dari Medan ke Danau Toba, jalan tol ini juga dibarapkan akan memacu pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara termasuk sektor ekonomi Pelabuhan Kuala Tanjung dan Pariwisata tujuan Danau Toba yang dapat ditempuh dengan waktu cepat. (Taria Dahlan)