INFRASTRUKTUR

Tol Cimanggis-Cibitung Pacu Serapan Hunian di Jalur Transyogi

Administrator | Rabu, 13 Januari 2021 - 11:31:50 WIB | dibaca: 31 pembaca

Foto: Istimewa

Pembangunan jalan Tol Cimanggis-Cibitung sepanjang 26,18 km segera melengkapi struktur jaringan jalan di Kawasan Jabodetabek. Ruas tol yang masuk dalam Jaringan Tol Lingkar Luar (Jakarta Outer Ring Road/JORR) 2 ini sekarang sedang dalam tahap konstruksi.

Jalan tol Cimanggis-Cibitung dikelola oleh PT Cimanggis Cibitung Tollways. Tol ini terdiri dari 2 seksi, yaitu Seksi 1a ruas Junction Cimanggis-On/Off Ramp Jatikarya /Transyogi (3,17 Km).

Seksi 1a ini progres pembangunannya telah mencapai 99% dan telah dilakukan perbaikan-perbaikan setelah dilakukan uji coba Uji Laik Fungsi (ULF) yang dilaksanakan oleh tim evaluasi yang terdiri dari unsur Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, dan Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia.

Sedangkan untuk Seksi 2 ruas On/Off Ramp Jatikarya-Junction Cibitung (23,01 Km) saat ini progres konstruksinya telah mencapai 73,2% dan ditargetkan konstruksi selesai pada Maret 2021.

Tol Cimanggis-Cibitung merupakan salah satu akses yang sudah ditunggutunggu oleh masyarakat. Setelah pembangunan 6 ruas jalan tol yang terintegrasi di dalam akses Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 rampung, diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi kemacetan di tol JORR I yang sudah terbangun. 

Jalur sepanjang Cimanggis-Cibitung merupakan kawasan perumahan yang sedang berkembang pesat. Diperkirakan terdapat ratusan proyek perumahan yang kini sedang dikembangkan di jalur Cimanggis-Cibubur-Cileungsi hingga Cibitung.

Serapan Hunian
Ketua Badan Riset DPP Realestat Indonesia (REI) Ferry Salanto mengungkapkan bahwa kehadiran tol Cimanggis-Cibitung yang terkoneksi dari Cengkareng hingga Cilincing akan mendorong pertumbuhan infrastruktur di wilayah Cibubur dan sekitarnya.

Hal itu akan semakin mendorong tingkat serapan pasar properti khususnya perumahan di kawasan tersebut.

“Salah satu indikator pertumbuhan pasar properti terlihat dari pembangunan ritel di sekitarnya. Kalau sudah banyak mall masuk kesana berarti potensi di daerah itu cukup menjanjikan,” ujar Ferry yang juga Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia itu.

Saat ini selain Mall Cibubur Juction dan Ciputra Mall, sudah beroperasi pula Trans Studio Mall Cibubur dan Metropolitan Mall Cileungsi di sepanjang jalur tersebut.

Pertumbuhan ritel memberikan sinyal bahwa para investor dan pengembang sudah melirik potensi besar pasar properti di jalur Trans Yogi. Ini ditandai dengan maraknya pembangunan perumahan di segmen menengah dan menengah atas di kawasan itu. Kawasan ini diproyeksikan Ferry bakal menjadi kawasan yang bersinar di masa mendatang (sunrise property).

Tol Cimanggis-Cibitung merupakan bagian dari 6 ruas tol JORR II yang terhubung dari tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran (14,2 Km), tol Kunciran-Serpong (11,4 Km), tol Serpong-Cinere (10,1 Km). Kemudian tol Cinere-Jagorawi (14,6 Km), tol Cimanggis-Cibitung (25,2 Km), dan tol Cibitung-Cilincing (34 Km). 

Tol Serpong-Balaraja
Selain tol Cimanggis-Cibitung, Kementerian PUPR juga sedang menuntaskan pembangunan tol Serpong-Balaraja sepanjang 39,80 Km yang menghubungkan wilayah Barat Jakarta, tepatnya dari Kota Tangerang Selatan dengan Kabupaten Tangerang.

Tol ini merupakan sambungan dari ruas tol Ulujami-Serpong untuk mempersingkat waktu tempuh dari Serpong (BSD City) menuju Jakarta dan Merak.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan kehadiran tol Serpong-Balaraja selain meningkatkan konektivitas menuju wilayah Jakarta juga menjadi akses menuju Merak dan Lampung karena terhubung dengan Balaraja yang menjadi akses masuk ke tol Tangerang–Merak.

“Dengan meningkatnya konektivitas, kawasan industri yang terkonsentrasi di Tangerang hingga Serang dan Cilegon dapat terlayani kebutuhan logistiknya,” ujar Menteri Basuki.

Selain itu, tol Serpong-Balaraja juga akan mendukung pengembangan wilayah di sisi Barat Jakarta, salah satunya Kota Baru Maja bahkan hingga Lebak. (Rinaldi)

Sumber: