AKTUAL

Underpass Mayjend Sungkono Diresmikan

"Terima Kasih Warga Surabaya Untuk REI Jatim"

Administrator | Rabu, 09 Oktober 2019 - 10:01:45 WIB | dibaca: 182 pembaca

Foto: Istimewa

Akhirnya, jalan bawah tanah atau underpass Mayjend Sungkono (Bundaran Satelit) Surabaya diresmikan pada 31 Mei lalu, bertepatan dengan hari jadi kota Surabaya ke-726.

Underpass yang menelan biaya sekitar Rp 73 miliar sumbangsih sebanyak 19 pengembang anggota Realestat Indonesia (REI) tersebut merupakan underpass pertama di Kota Surabaya, dan diharapkan mampu mengurai kemacetan lalu lintas di wilayah Surabaya Barat. Underpass ini sekaligus menjadi lintasan penghubung antara Surabaya Barat dan Surabaya Timur yakni antara Jalan Mayjend Sungkono dan Jalan HR. Muhammad.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dalam sambutannya sebelum peresmian underpass tersebut mengatakan underpass ini seluruh anggarannya berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) pengembang anggota REI di Surabaya. Sebagai underpass pertama di Kota Surabaya, ungkap dia, antusiasme masyarakat Kota Pahlawan terhadap jalan terowongan ini cukup tinggi.

“(Underpass) Ini sudah lama ditunggu-tunggu. Warga nanyai terus ke saya kapan underpass ini bisa dilewati. Oleh karena itu, atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) dan warga Surabaya, saya mengucapkan terimakasih kepada bapak-ibu pengembang anggota REI yang sudah memberikan sumbangsih besar sehingga underpass ini dapat terselesaikan,” ujar Walikota Risma di hadapan para pengembang yang hadir.

Walikota Surabaya wanita pertama ini berharap operasional Underpass Mayjend Sungkono akan memperlancar dan memperpendek waktu tempuh dari barat ke timur, sehingga pada akhirnya mampu mendorong perekonomian di Surabaya. Risma optimistis kondisi perekonomian di kota terbesar kedua di Indonesia itu pada tahun ini bisa lebih baik dibandingkan 2018 yang terlihat dari grafik kenaikan indeks perekonomian Kota Surabaya di semester I-2019.

“Tahun lalu itu ekonomi turun drastis dan pengembang mengeluh penjualan lesu. Saya ingat pas bulan Puasa tahun lalu itu hampir sebulan mutar-mutar untuk mengetahui kondisi di mal-mal di Surabaya. Tetapi tahun ini Alhamdulillah sudah kembali tumbuh pesat, sektor properti juga saya harapkan setelah Pemilu dan Pilpres ini bisa kembali bergerak,” ujar Presiden Asosiasi Pemerintah Kota dan Daerah Se-Asia Pasifik itu.

Dia menambahkan, pembangunan underpass ini ditetapkan melalui kajian dan studi mendalam supaya tidak menganggu perekonomian.

Oleh karena itu, dia sengaja memilih dibangun underpass saja daripada misalnya membangun jalan layang (flyover). Karena berdasarkan pengalaman di beberapa kota besar seperti di Jakarta, pembangunan jalan di atas bangunan ternyata banyak berdampak negatif terhadap usaha yang ada di bawahnya seperti mal atau pertokoan.

Kepedulian REI
Underpass Mayjend Sungkono menelan biaya pembangunan sekitar Rp 73 miliar. Dana tersebut merupakan kontribusi dari 19 pengembang antara lain PT PP Properti, Pakuwon Group, Ciputra Group, Intiland, PT Trisakti Makmur Persada, PT Bina Maju Mitra Sejati, Mayapada Group, PT Mitra Agung, PT Darmo Permai, PT Dian Permana, PT Darmo Satelite Town, PT Karya Multikarsa, PT Sanggar Asri Sentosa, Tanrise Property, PT Bhakti Tamara, PT Wijaya Karya, Darmo Hill, PT Adhibaladika Agung, Alam Galaxy, Abdael Nusa Group dan Kapal Api.

Merujuk informasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, jalur underpass ini memiliki panjang mencapai 450 meter, lebar jalur 16,8 meter dan memiliki 4 lajur dengan 2 arah pembagi. Sebelumnya di bunderan ini terdapat 4 titik simpang, namun setelah ada underpass hanya tinggal 2 titik simpang. Karena titik simpang berkurang, maka jumlah Traffic Light (TL) juga berkurang, sehingga waktu tempuh pengendara pun berkurang. Underpass ini sudah dilengkapi kamera pengintai atau CCTV.

Sekretaris Jenderal DPP REI, Paulus Totok Lusida menyebutkan underpass ini merupakan proyek percontohan nasional dimana pengembang atau pengusaha swasta dapat berkontribusi nyata terhadap pembangunan kota. Proyek ini sekaligus menepis anggapan bahwa pengembang hanya memikirkan pembangunan proyek komersial semata, namun juga peduli terhadap fasilitas publik untuk masyarakat luas.

“Underpass ini adalah sumbangsih pengembang khususnya REI kepada masyarakat Kota Surabaya,” kata Totok yang juga Ketua Kehormatan DPD REI Jawa Timur tersebut.

Menurut dia, pembangunan underpass tidak mudah. Sebab, diperlukan perencanaan dan pembagian pekerjaan pembangunan sesuai porsinya. Pembangunan underpass ini berawal saat Totok masih menjabat Ketua DPD REI Jawa Timur, sekitar tahun 2015. Saat itu dalam pertemuan dengan Walikota Risma, REI Jatim mengusulkan supaya dilibatkan dalam pembangunan kota salah satunya dengan membantu pembangunan jalan.

Oleh Walikota Risma, kenang Totok, saat ini ditunjuklah Bunderan Satelit yang sejak lama memang menjadi titik kemacetan di Surabaya. Pembangunan underpass di lokasi tersebut pun disetujui. Kemudian dirinya mengundang beberapa pengembang anggota REI untuk ikut berkontribusi membiayai pembangunan underpasss.

“Awalnya hanya tujuh pengembang yang menyatakan kesanggupan, namun akhirnya didukung 19 pengembang sampai rampung. Jadi proses pembangunannya memang panjang dan berat sekali, apalagi di tengah pasar properti yang belum menggembirakan,” ungkap Totok.

Ketua DPD REI Jawa Timur Danny Wahid mengharapkan underpass ini dapat membawa hal positif bagi banyak pihak termasuk end user dan masyarakat luas. Dia meyakini underpass itu bakal menjadi embrio yang baik untuk masa depan Kota Surabaya. “Sekaligus ini bisa menjadi motivasi bagi pihak lain untuk turut andil dalam memajukan Kota Surabaya,” kata Danny.

Sementara salah satu pengembang yang menjadi kontributor pembangunan underpass Mayjend Sungkono, Ciputra Group menyatakan senang dan gembira bisa terlibat dalam pembangunan sarana publik masyarakat tersebut.

Menurut Direktur PT Ciputra Development Tbk, Sutoto Yakobus, kawasan ini sudah menjadi salah satu titik kemacetan paling parah di Kota Surabaya. Sehingga perlu dicarikan solusinya.

“Kemacetan itu juga menjadi tanggungjawab swasta, karena itu kami tergerak ikut berkontribusi dan peduli terhadap perkembangan kota dengan membangun underpass ini. Tentu kami berharap pemkot juga dapat membantu kemudahan lain kepada swasta seperti percepatan perizinan,” kata Sutoto yang juga pernah menjadi Ketua DPD REI Jawa Timur itu. (Rinaldi)