AKTUAL

Suplai Rumah Seken Meningkat, Tangerang Jadi Lokasi Favorit

Administrator | Jumat, 18 November 2022 - 10:00:12 WIB | dibaca: 27 pembaca

Ilsutrasi (Foto: Istimewa)

Indeks properti tipe rumah seken mengalami pergerakan signifikan dari sisi suplai year-on-year (yoy) secara drastis. Berdasarkan data rumah123.com, volume suplai rumah seken melonjak hingga 28,1% lebih tinggi dibanding periode Mei 2021.

CEO 99 Group Indonesia, Wasudewan, menjelaskan fenomena naiknya suplai ini sebagai sebuah tanda yang baik dari pertum-buhan industri properti di Tanah Air. 
Dengan meningkatnya stok rumah seken di pasar, katanya, maka para pencari properti menjadi memiliki lebih banyak pilihan saat akan membeli hunian idaman.
 
“Pertumbuhan suplai properti yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia, harapannya bisa menjadi stimulan positif untuk menjawab tren permintaan yang saat ini juga mengalami kenaikan secara progresif,” tambah Wasudewan dalam keterangannya, baru-baru ini. 

Indeks pasar properti dari Rumah123.com juga menunjukkan kenai-kan harga rumah yang tumbuh sebesar 3,4% pada Mei 2022, dibanding-kan periode sama tahun sebelumnya. Sementara itu, 12 dari 13 kota mengalami kenaikan harga secara tahunan. Kenaikan harga tahunan tercepat terjadi di Medan dan Makassar dengan catatan kenaikan 6,9% untuk kedua kota tersebut. 

Di kawasan Jabodetabek, secara bulanan, untuk area Tangerang dan Depok mengalami kenaikan harga rumah seken dengan persentase yang cukup tipis, yakni 0,2%, sedangkan harga rumah di Jakarta, Bogor, dan Bekasi turun sebesar 0,2%, 1,5%, dan 0,9% pada bulan yang sama. 

Sementara itu, harga rumah seken di Bandung, Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta tumbuh sebesar 3,1%, 1,1%, 2,4%, dan 3,1% berturutan dari bulan Mei 2021. Sementara itu, harga rumah di Surakarta turun 0,7% pada periode yang sama. 

Untuk kota besar lainnya di Pulau Jawa, secara bulanan, harga rumah seken di Semarang dan Yogyakarta tumbuh 0,2% dan 0,9% berturutan, sementara harga rumah di Bandung, Surabaya, dan Surakarta turun sebesar 0,8%, 0,4%, dan 1,7%. 

Dari sisi permintaan untuk hunian di laman pencarian properti Rumah123.com, lokasi paling populer adalah Tangerang dengan persen-tase 16,1% dari seluruh jumlah demand untuk rumah di Indonesia pada bulan ini. 

Tangerang dan daerah yang langsung berbatasan dengan DKI Jakarta memang sudah menjadi pilihan favorit pencari rumah sejak 2019. 

Indonesia Property Watch (IPW) mengungkapkan, wilayah Banten masih menjadi pilihan favorit bagi para penglaju yang tengah mencari hunian dibandingkan daerah penyangga ibu kota lainnya. Segmentasi pasarnya terus bergeser ke segmen menengah sampai atas. Peningkatan penjualan cukup tinggi di segmen Rp1 miliar ke atas.

Rumah tapak masih mendominasi pilihan konsumen karena selain sebagai tempat ting-gal dan tempat berbisnis, rumah tapak juga merupakan instrumen investasi. 

Rumah Mewah Seken 
Di Jakarta, permintaan rumah mewah bekas juga sudah mulai mengalami peningkat-an, terutama untuk harga Rp 5-10 miliar. 

Ketua DPD Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) DKI Jakarta, Clement Francis menyebutkan saat ini peningkatan permintaan sudah terjadi imbas pulihnya ekonomi. Keba-nyakan pembelian itu untuk keperluan hunian bukan investasi. 

“Sudah ada peningkatan (demand) tapi memang kalau rumah seperti di Pondok Indah itu bukan barang murah makanya meski ada peningkatan tapi gak terlalu banyak. mungkin hanya sekitar 10%-an,” kata Clement seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (28/6/2022). 

Dia menjelaskan berdasarkan laporan broker yang tergabung dalam asosiasi, per-mintaan atau minat dari masyarakat sudah melonjak, terlihat dari banyak yang melakukan inspeksi. Sedangkan untuk pembelian juga mulai mengalami peningkatan meski dia belum memiliki data berapa unit yang terjual. Selain itu, alasan pembelian kebanyakan untuk dihuni sendiri. 

“Kalau bicara harganya yang laku dicari itu di rentang harga Rp 5 - 10 miliar, dengan daerah terbanyak mulai dari Pondok Indah, Kebayoran, Sunter, dan Kelapa Gading itu yang sudah mulai bergerak,” kata Clement.
 
Harga jual rumah mewah seken di berbagai kawasan elit Jakarta, seperti Menteng, Pondok Indah, hingga Kelapa Gading sempat terkoreksi signifikan pada tahun lalu. Sementara di 2022, Arebi memproyeksikan harga rumah di kawasan elit masih akan mengalami tekanan. Namun demikian, koreksi harga diyakini lebih baik dibandingkan tahun lalu. 

Clement menilai, minat terhadap rumah di kawasan elit tersebut akan kembali melesat jika pekerja dari luar negeri atau ekspatriat kembali berdatangan ke Indonesia. (Teti Purwanti)


Sumber: