INFO DPD REI

Sunrise Properti Bali Ada di Kabupaten Tabanan

Administrator | Kamis, 07 Januari 2021 - 10:24:03 WIB | dibaca: 36 pembaca

Foto: Istimewa

Rencana Pemerintah membangun infrastruktur Jalan Tol Gilimanuk-Denpasar yang melintasi Kabupaten Tabanan, Bali, disambut antusias para investor dan pengembang properti. 

Jalan tol kedua di Bali setelah Tol Bali Mandara tersebut dibangun untuk mendukung pengembangan wilayah di Bali bagian Barat.
 
Hal ini terutama peningkatan konektivitas dari Pelabuhan Gilimanuk hingga ke Metropolitan Sarbagita yang kerap mengalami kemacetan. 

Pembangunan ruas tol ini sangat diperlukan untuk meningkatkan mobilisasi masyarakat, memperlancar angkutan logistik, dan juga sebagai jalur wisata.
 
Dirancang sepanjang 95 kilometer, jalan bebas hambatan ini dalam tahap pertama akan menghubungkan kawasan Pekutatan-Soka. 

Tahap kedua akan dilanjutkan dari Soka-Mengwi lalu tahap ketiga dari Gilimanuk-Pekutatan.
 
Pembangunan direncanakan pada kuartal ketiga tahun 2021 dan selesai pada kuartal keempat tahun 2022. 

Ketua DPD REI Bali I Gede Suardita menuturkan, kalangan pelaku usaha dan investor properti menunjukkan minat luar biasa terhadap rencana pembangunan jalan bebas hambatan ini. 

Selain akan menumbuhkan kawasan-kawasan pertumbuhan ekonomi baru, juga dapat memperlancar aktivitas masyarakat di Tabanan, khususnya. Selain itu juga dapat mendorong industri pariwisata sebagai sektor andalan perekonomian Bali akan bangkit lebih cepat. 

"Tabanan akan menjadi kawasan pertumbuhan baru, sunrise untuk sektor properti. Harga lahannya masih relatif lebih rendah dibanding kawasan lainnya seperti Jimbaran, Denpasar, Kuta, Legian, Nusa Dua," tutur Gede menjawab Kompas.com, Jumat (11/12/2020). 

Menurut Gede, saat ini harga lahan di Kabupaten Tabanan masih sekitar Rp 50.000 per are. Meski bukan yang termurah di Bali, namun menjadikan Tabanan lebih kompetitif. 
Potensi bagi pengembangan hunian dengan konsep rumah tinggal, vila, dan hotel komersial juga terbuka lebar. 

Rumah-rumah dengan harga subsidi mulai dari Rp 168 juta hingga menengah ke atas sekitar Rp 500 juta-Rp 1 miliar diminati pasar. 

Contohnya saja perumahan yang dikembangkan PT Bumi Cempaka Asri (BCA) yakni BCA Land Kerambitan. 

Rumah subsidi sejumlah 645 unit ini mengalami lonjakan penjualan pasca pemerintah mengumumkan rencana pembangunan jalan tol tersebut.

Rumah Mewah

Sementara pemain besar macam Ciputra Group, bersiap dengan peluncuran klaster baru Resvara di Ciputra Beach Resorts pada Februari 2021 mendatang. 
Berbeda dengan BCA Land, Ciputra Beach Resorts merupakan perumahan yang ditujukan untuk pasar atas atau mewah. 

Peluncuran klaster ini, menyusul keberhasilan dua klaster sebelumnya yakni Nivata dan Sadana sejumlah 300 unit yang hanya menyisakan 6 unit.
 
Resvara dikembangkan di atas lahan seluas 7,2 hektar yang berada di timur kawasan Ciputra Beach Resorts. 

Klaster anyar ini akan mencakup 190 unit dalam dua tipe Askana seukuran 7 x 15 meter persegi dan tipe Svana berdimensi 10 x 20 meter persegi. 

Selain rumah, Ciputra Group juga menawarkan kavling Askana dan Svana dengan masing-masing luas 7 x 15 meter persegi dan 10 x 20 meter persegi. 

Komposisi antara hunian dan kavling ini sekitar 55 persen berbanding 45 persen. Adapun harga yang dipatok untuk hunian dan kavling ini mulai dari Rp 2,3 miliar hingga Rp 4,4 miliar.

 General Marketing Ciputra Group Andreas Raditya menuturkan, pasar rumah mewah di Bali terus menunjukkan pemulihan. 

Hal ini ditandai dengan meningkatnya permintaan secara signifikan. Terutama pada klaster Nivata yang November lalu masih menyisakan 8 unit, kini hanya 6 unit.

"Dengan harga mulai dari Rp 4,8 miliar, tentu ini merupakan catatan penjualan signifikan. Hingga akhir Desember, kami optimistis penjualan akan terus terjadi," kata Raditya menjawab Kompas.com, Jumat (11/12/2020). 

Terlebih, Bali merupakan destinasi wisata favorit nomor satu dunia dan kawasan investasi properti yang menjanjikan.
 
Pada tahun 2019 lalu, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 16,3 juta orang. Angka ini meningkat dari sebelumnya 15 juta orang.
 
Raditya sepakat, Tabanan merupakan kawasan sunrise untuk sektor properti. Pasalnya, pengembangan hunian dan properti komersial belum semasif kawasan lainnya.
 
Khusus untuk properti mewah dalam konsep pengembangan perumahan, Raditya mengklaim Ciputra Beach Resorts merupakan pemain tunggal. 

"Jadi, Tabanan merupakan kawasan yang sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut," tuntas Raditya.


Sumber: