TOPIK UTAMA

Banjir Insentif dan Promo

Saatnya Membeli Hunian!

Administrator | Rabu, 24 November 2021 - 11:00:45 WIB | dibaca: 52 pembaca

Foto: Istimewa

Bagi end user saat ini adalah time to buy apalagi dengan adanya perpanjangan pembebasan ppn hingga akhir tahun ini. Penghapusan pajak ini berdampak cukup lumayan terhadap harga beli rumah, sehingga sayang jika tidak dimanfaatkan oleh konsumen. Apalagi belum jelas apakah stimulus ini akan dilanjutkan pada tahun depan.

Senior Advisor Research Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat menegaskan sekarang saat yang tepat bagi end user untuk membeli hunian, apalagi ada koreksi harga hunian dan banyak program pemasaran dari developer. “Saat ini harga terkoreksi di setiap segmen, sehingga membeli sekarang bisa menjadi deposit bagi investor” kata dia.

Menurut Sari, demikian dia akrab disapa, pengembang juga tetap membangun proyek saat ini sebagai dampak dari stimulus yang tepat dari pemerintah. Dikatakan, akibat pandemi ada disebut ‘harga covid’ karena ada penyesuaian harga yang kompetitif dari pengembang. Sementara ketika nanti kondisi pandemi Covid-19 mereda, maka properti akan bangkit dan harga dipastikan akan meningkat.

Hal yang sama diungkapkan Colliers International Indonesia, yang mengungkapkan bahwa dalam situasi pertumbuhan ekonomi yang belum membaik, pengembang akan terus kesulitan menaikkan harga seperti yang diinginkan, karena pasti tidak akan dilirik konsumen. 

“Ini membuat pengembang memutuskan memberikan banyak promo, subsidi, hadiah, dan lain-lain untuk menarik minat konsumen dalam memanfaatkan momentum insentif dari pemerintah dan juga developer,” kata Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, baru-baru ini.

Dia menyebutkan tahun ini adalah tahun momentum bagi konsumen karena PPN diperpanjang dan banyak pemberian promo dari pengembang yang membuat harga properti lebih murah dari harga pasar normal.

“Bagi konsumen ini momentum yang baik karena developer memberikan banyak diskon agar laku,” ungkap Ferry yang juga Kepala Badan Riset DPP REI itu.

Lebih lanjut, Ferry tetap menyarankan agar konsumen membeli produk yang sesuai kebutuhan dan kemampuan. Pasalnya, end user dan investor tentu memiliki tujuan yang berbeda sehingga properti yang berbeda. Menurutnya, properti yang dekat moda transportasi massal atau transit oriented development (TOD) masih akan menjadi favorit konsumen.

Ferry juga memproyeksi, selain hunian, industri pergudangan juga masih prospektif bagi investor. Pergudangan yang cukup dicari adalah yang memiliki lokasi dekat dengan kawasan industri dan pelabuhan. Dia memprediksi untuk investasi sub-sektor ini cukup baik dan memberikan return yang menjanjikan.

Gencarkan Promosi
Perusahaan properti juga mendorong konsumen untuk membeli properti di saat ini, karena pengembang gencar berpromosi untuk menarik minat konsumen.

Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk atau Metland, Anhar Sudradjat mengungkapkan saat ini adalah time to buy terlebih bagi mereka yang mau membeli rumah pertama.

“Bagi first time buyer dan pekerjaannya tidak terdampak pandemi, maka saat ini adalah waktu yang pas untuk membeli karena gimmick-nya bagus,” ungkap Anhar yang dihubungi Majalah RealEstat, baru-baru ini.

Dikatakan, saat ini banyak pengembang memberikan harga dan produk yang beragam serta bagus-bagus. Hanya saja, meski gimmick dan stimulus bagus namun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tetap jadi kendala.

Secara rinci, Anhar menjelaskan kalau pandemi Covid-19 tidak memungkinkan adanya kerumunan yang berdampak terhadap properti karena membuat orang tidak bisa meninjau ke lokasi proyek atau rumah contoh.

Padahal properti adalah barang yang sangat bersifat fisik dan harus dicek serta “dirasakan” oleh calon pembeli. Lazimnya, calon pembeli akan datang ke calon rumah yang akan mereka beli sekitar 2-3 kali.

“Metland memilih menggencarkan digital dan virtual, seperti penggunaan teknologi 4D dan kamera 360. Hanya saja, itu tidak cukup cuma sekadar banyak yang mencoba namun sedikit yang deal,” jelas Anhar. 

Anhar mengajak masyarakat, apalagi yang kondisi keuangannya tidak terpengaruh pandemi untuk menglokasikan dananya ke properti. Dia menyebutkan agar dana travelling dan biaya nongkrong ngopi diinvestasikan saja ke properti, terutama rumah.

Sekretaris Perusahaan PT Intiland Development Tbk atau Intiland, Theresia Rustandi pun menyampaikan hal senada.

Menurutnya, saat ini betul time to buy karena pilihan banyak, harga menarik, banyak insentif, bunga rendah, dan cicilan terjangkau. Pasalnya, tahun ini ada berbagai stimulus dari pemerintah, seperti PPN DTP 10%, diskon bunga bank 3-5%, diskon developer 5-10%, dan masih ada hadiah langsung.

“PPN DTP ini sangat memberikan efek psikologis,” jelas Theresia yang dihubungi Majalah RealEstat.

Untuk diketahui, PT Intiland Development Tbk (DILD) meraih pendapatan pra-penjualan atau marketing sales sebesar Rp947 miliar hingga Juni 2021. Jumlah itu setara 47,35% dari target marketing sales sebesar Rp2 triliun di tahun ini.

Theresia mengatakan, pencapain prapenjualan itu tak lepas dari adanya insentif PPN yang diberikan pemerintah. Terutama pada penjualan unit rumah ready stock. (Teti/Rinaldi)
 
Sumber: