Berita

REI Riau Berharap BTN Syariah Lebih Banyak Salurkan Rumah Bersubsidi dengan Syarat Mudah

Administrator | Kamis, 19 November 2020 - 11:31:00 WIB | dibaca: 29 pembaca

Foto: Istimewa

DPD Real Estat Indonesia (REI) Riau gelar zoom meeting bersama Bank BTN Syariah Pusat dan Pekanbaru.

Kegiatan ini untuk menggairahkan kembali pembangunan perumahan di Kota Pekanbaru dan khusus untuk rumah bersubsidi.

Plt Ketua Umum DPD REI Riau H Amran Tambi mengatakan, zoom meeting dilakukan setelah dirinya dipercaya oleh DPP REI menjabat Plt Ketua Umum DPD REI Riau.

"Zoom meeting itu kita lakukan untuk mengeliatkan kembali pembangunan perumahan di Kota Pekanbaru terutama untuk perumahan kredit murah bagi masyarakat," ujar H Amran Tambi kepada Tribunpekanbaru.com Minggu (8/11/2020).

Dalam zoom meeting itu tambah Tambi yang dibahas adalah terkait evaluasi data konsumen agar BTN Syariah lebih banyak porsinya dalam penyaluran rumah bersubsidi.

"Kemudian REI juga berharap ada kebijakan akhir tahun dan KPR inden," ucapnya.

Selain itu DPD REI juga berharap adanya kebijakan membantu penyaluran kredit rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan syarat-syarat yang mudah dijangkau.

"Kalau hal ini dilakukan BTN Syariah tentunya pembangunan perumahan mulai bangkit kembali dan minat masyarakat beli rumah juga semakin tinggi," ungkap Tambi.

Zoom meeting dari DPD REI Riau diikuti oleh Plt Ketua Umum DPD REI Riau H Amran Tambi, Sekretaris H Afrizal AN dan Bendahara H Junaidi beserta pengembang.

Kemudian dari Bank BTN Syariah Pusat Kepala Divisi Syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Alex Sofyan Noor dan Kacab BTN Syariah Pekanbaru Asep Wahyuman

Dalam kesempatan itu, Kepala Divisi Syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Alex Sofyan Noor dan Kacab BTN Syariah Pekanbaru Asep Wahyuman memaparkan berbagai produk.

Dan program yang disediakan oleh Bank BTN Syariah mulai dari tabungan sampai ke KPR.

Tercatat BTN telah menguasai pangsa pasar KPR subsidi di Indonesia lebih dari 90 persen per Desember 2019.

Sementara untuk KPR secara nasional, BTN menguasai lebih dari 40 persen hingga September 2019.

Adapun pada 2015, BTN telah menyalurkan KPR mencapai 474.099 unit dari target 431 ribu unit.

Kemudian tahun selanjutnya, penyaluran KPR mencapai 595.540 unit dari target 570 ribu unit, dan pada 2017 realisasinya sebesar 667.321 unit dari target 666 ribu unit.

Selanjutnya penyaluran KPR pada 2018 tercatat mencapai 757.159 unit dari target 750 ribu unit.

Sedangkan pada 2019, penyaluran tercatat mencapai 800 ribu unit atau sesuai dengan target hingga akhir tahun kemarin.

Selain itu BTN Syariah juga ada program KPR Hits yang menjadi unggulan bagi milenial yang ingin memiliki rumah dengan akad syariah dan lebih terjangkau dengan tenor panjang.

KPR Hits menargetkan KPR nonsubsidi, segmen milenial dan umum golongan menengah ke bawah.

Pembiayaan lebih terjangkau karena menargetkan rumah dengan harga jual di bawah Rp 400 juta.

KPR Hits merupakan jenis KPR nonsubsidi yang disesuaikan dengan karakter fresh graduate.

Pembiayaan ditawarkan dengan tenor panjang hingga 30 tahun, uang muka bisa satu persen, dan angsurannya bisa memilih, ujroh minimal 7,75 persen.

Akad yang digunakan adalah Musyarakah Mutanaqisah. Akad Musyarakah Mutanaqisah (MMQ).

Merupakan fitur baru produk KPR dari BTN Syariah yang selama ini menggunakan akad Murabahah (jual beli) dan Istishna’ (jual beli pesanan).

Akad tersebut disesuaikan dengan pangsa pasar yang dibidik yaitu para milenial.

Karakteristiknya adalah karyawan baru yang baru memulai karir sehingga cicilan akan disesuaikan dengan pendapatan.


Sumber: