Berita

REI Optimistis Investasi Properti Bangkit Tahun Ini

Administrator | Rabu, 17 Februari 2021 - 09:07:18 WIB | dibaca: 63 pembaca

Foto: Istimewa

Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI), Paulus Totok Lusida mengusung sikap optimistis pasar properti pada tahun 2021 akan terus tumbuh positif. Apalagi, kebijakan pemerintah mengenai vaksinasi Covid-19 berjalan baik dan aturan turunan mengenai UU Cipta Kerja bisa berjalan pada Februari ini, akan mendorong sektor properti lebih baik lagi dari tahun sebelumnya.

"Melihat prospek investasi properti tahun 2021 ini, kita lihat dari 2020. Jadi kita memang tahun 2020 itu terpuruk, terutama di bulan April-Mei, itu luar biasa, tidak ada penjualan sama sekali dan pengusaha harus menggaji semua orang. Nah dengan kondisi yang ada itu, kita bangkit di bulan Agustus, sejak presiden Jokowi menerapkan new normal," kata Totok Lusida, dalam acara diskusi Beritasatu TV 'Geliat Investasi Properti 2021', di Jakarta, Selasa (2/2/2021).

Totok menjelaskan, dampak kebijakan new normal tersebut terlihat dengan mulai bangkitnya properti, terutama untuk hunian kelas menengah dengan rentang harga Rp 300 juta-an sampai dengan Rp 1 miliar.

"Kondisi ini yang perlu kita jaga bersama saat ini, konsisten sehingga dengan yang lain juga tetap jalan dan produk lain juga ikut terseret meningkat. Orang membeli rumah melihat prospeknya, meskipun rumah untuk ditinggali ataupun untuk investasi. Jadi beli rumah dimanapun semua itu melihat prospeknya," jelasnya.

Totok menegaskan, REI optimistis tahun ini sektor properti akan bangkit kembali ditambah sebentar lagi akan ada aturan turunan UU Cipta kerja. "Harus diakaui, adanya program vaksinasi juga mendorong pemulihan kinerja kita bersama, sehingga semuanya diharapkan bisa berjalan baik,” tegasnya.

Menurut Totok, dengan bangkitnya sektor properti semua pihak bisa menikmati. Alasannya, setiap investasi yang masuk ke Indonesia tentu manfaatnya untuk semua. Karena itu perlu ada keseimbangan dari semua pihak.

"Kita tentunya menaruh harapan dengan UU Cipta Kerja ini, semuanya bisa kondusif dengan keseimbangan antara masyarakat dan pengusaha. Tanpa keseimbangan, juga mana mungkin bisa terlaksana dan UU Cipta Kerja ini, semuanya membuka opportunity,” ujarnya.

Menyoal kesempatan orang asing diberikan kesempatan untuk membeli dan memiliki properti di Indonesia, Totok menilai kebijakan tersebut juga memberikan gairah tersendiri, meskipun saat ini masih sangat kecil persentasenya.

"Hunian bagi asing itu akan memberikan gairah sendiri untuk dunia properti. Apalagi harga properti di Indonesia masih rendah di negara Asean. Tidak usah jauh-jauh lah, di Asean saja properti kita masih paling rendah nilainya,” katanya.

Karena itu, tambah Totok, hambatan terbesar saat ini karena adanya sentimen pasar yang kurang baik. Karena pasar properti terpuruk karena ada sentimen market yang negatif dan banyak orang komentar yang negatif apalagi yang bukan bidangnya.

"Sebenarnya hambatan saat ini adalah adalah lebih kepada sentimen pasar dan supaya tidak negatif, ya kita bersama-sama jangan mudah komentar dan cetuskan ide yang sulit direalisasikan, apalagi yang bicara tidak berkompeten,” tandasnya.

Sumber: