INFO DPD REI

REI NTT Sukseskan Program Rumah Subsidi: Milenial Banyak Nongkrong Kurang Investasi

Administrator | Rabu, 07 Oktober 2020 - 09:55:47 WIB | dibaca: 61 pembaca

Foto: Istimewa

DEWAN Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia Provinsi NTT ( REI NTT) menjadi mitra pemerintah dalam menyukseskan Program Sejuta Rumah. Melalui 76 perusahaan anggota REI NTT, perkumpulan developer ini dipercayakan untuk membangun rumah subsidi dan rumah komersil.

Bagaimana realisasi rumah subsidi di NTT? Apa program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, Subsidi Selisih Bunga, dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan? Siapa yang menjadi sasaran dan terget tiga program dimaksud? Wartawati Pos Kupang Intan Nuka mewawancarai Ketua DPD REI Provinsi NTT Bobby Pitoby dalam acara Ngobrol Asyik Bersama Pos Kupang, Rabu (23/9/2020).

Kegiatan ini disiarkan live streaming Facebook POS-KUPANG.COM dan Instagram POSKUPANG. Berikut petikan wawancaranya:

Target lain adalah keluarga yang sebelumnya belum pernah memiliki rumah. Rumah subsidi pemerintah ini diperuntukkan satu KK, satu rumah. Rumah diberikan bagi yang sudah menikah umur 17 tahun ke atas, atau kalau belum menikah umur 21 tahun ke atas. Bagi yang KTP luar juga boleh, asalkan ada surat domisili dari Lurah.

Apa keuntungan program FLPP?
Keuntungan dari program FLPP adalah uang muka satu persen, dengan harga rumah untuk wilayah NTT yang telah ditentukan pemerintah yakni Rp168 juta per unit rumah untuk tahun 2020. Selain itu, keuntungan lainnya adalah pajak pertambahan nilai 10 persen yang ditiadakan.

Selanjutnya, bagi orang yang qualified menerima rumah subsidi bisa diberikan oleh pemerintah Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) senilai Rp 4 juta. Berikutnya, jangka waktu mencicil hingga 20 tahun dengan suku bunga lima persen per tahun. Dan keuntungan lainnya adalah adanya asuransi jiwa dan kebakaran.

Apakah ada perbedaan manfaat setiap program?
Kalau di program SSB, suku bunga lima persen hanya berlaku selama 10 tahun. Jadi, pada tahun ke 11, suku bunga sudah mengikuti suku bunga bank yang berlaku saat itu. Mudah-mudahan pada tahun ke 10 sudah selesai melunasi rumah.

Sedangkan untuk program BP2BT, pemerintah memberikan dana hibah dari depan. Contohnya, rumah tadi yang Rp 168 juta, digelontorkan oleh pemerintah berupa hibah dari depan skitar Rp 38 juta atau Rp 40 juta. Kalau penghasilan suami istri di bawah Rp 5 juta, maka mereka mendapatkan Rp 40 juta di awal. Kalau penghasilannya antara Rp 5 juta sampai Rp 8 juta, mereka dapat Rp 38 juta di awal.

Menurut saya, tergantung MBR maunya yang mana. Kalau MBR ini mau mengambil rumah dengan tujuan akan lunasi sebelum 10 tahun, menurut saya lebih untung ambil BP2BT karena di awal kita sudah dapat subsidinya.

Jadi, kalau mau bayar dalam waktu lima tahun, sudah lebih untung. Perbedaan BP2BT ini juga karena berbasis tabungan jadi harus menabung dulu di bank minimal tiga bulan. Tabungan dari bank mana saja, silakan.

Bank apa yang menjadi penyalur subsidi rumah?
Untuk program FLPP, subsidi rumah disalurkan melalui Bank NTT, BTN, BRI, Mandiri, BNI, dan Artha Graha. Kalau program SSB hanya bank BTN. Sedangkan, program BP2BT disalurkan oleh BRI dan BTN.

Bagaimana cara kaum milenial bisa mengakses rumah subsidi?
Program ini sebenarnya ditujukan bagi kaum milenial. DPD REI NTT sedang berupaya keras mengubah mindset milenial karena kaum yang unik. Jadi, lebih banyak nongkrong daripada investasi. Kalau bicara UMR kita saat ini Rp2,8 juta, sudah bisa.


Tapi, jangan sampai ada pinjaman lain. Kalau milenial sudah punya pinjaman lain, nanti perbankan akan lihat pendapatan sekian, pengeluaran sekian, uangnya sisa berapa, masih cukup tidak. Jadi, nanti diperhitungkan oleh perbankan. Kalau bisa masuk, pasti akan dibiayai. Tetapi, kita punya beberapa konsumen yang dengan UMR pun sudah bisa menempati rumah subsidi tersebut.

Apa keuntungan mengambil rumah subsidi?
Jadi, selain keuntungan yang diberikan pemerintah tadi, kami dari REI NTT juga bekerja sama dengan developer yang ada untuk memberikan promo masing-masing. Keuntungan paling penting itu ada pada diri kita sendiri, beli sekarang, jangan nanti. Kenaikan harga rumah dengan kenaikan pendapatan tidak imbang. Rumah ini naik terus. Kalau tidak manfaatkan program ini sekarang, akan menyesal nanti.


Bagaimana cara mendaftar untuk mendapatkan rumah subsidi?
Daftarnya gampang saja. Coba ke lokasi mana yang sesuai atau disukai. Kalau cari perumahan, coba cari tahu persis developernya siapa dan apakah mereka anggota REI atau bukan. Itu yang penting. Banyak sekali kejadian orang memanfaatkan program sejuta rumah ini untuk menipu.

Kalau anggota REI, minta lihat piagam keanggotan REI. Kalau ada, lalu bapak/ibu punya masalah, kami dari REI bisa bantu mediasi. Bisa juga ke kantor DPD REI NTT, sekretariatnya di Bank Central Pitoby di Jalan Jendral Sudirman 136 Kuanino, Kupang. Nanti kami berikan list perumahan ada dimana saja, siapa developernya, nanti kami berikan informasinya.

Apakah MBR yang akan mengajukan program langsung mendapatkan SBUM?
Ada prosedurnya. Semua yang terkualifikasi mendapatkan ketiga program tersebut bisa mendapatkannya. Namun, SBUM itu terbatas kuotanya. Siapa cepat, dia dapat.

Apakah MBR dapat memilih mengajukan program FLPP atau SSB saat mengajukan KPR Bersubsidi?
Biasanya kami jelaskan ke konsumen bahwa program yang diminati adalah FLPP. Namun, FLPP ini kuotanya terbatas. Jadi, kalau sudah habis, kami arahkan ke SSB atau BP2BT. Pentingnya mengetahui perbedaan ketiga program ini agar ketika dijelaskan oleh developer konsumen paham. Tapi itu boleh menjadi pilihan dari konsumen.

Siapa saja yang berhak tinggal di rumah subsidi?
Ketentuan pemerintah itu rumah bagi orang yang belum memiliki rumah sebelumnya. Jadi, kalau beli harus ditempati, jangan disewakan atau dikontrakkan. Kalau sudah tempati rumah dalam waktu lima tahun, lalu mau jual atau sewa, tidak masalah. Tapi, selama lima tahun dulu ditempati baru dipindahtangankan.

Kalau rumah subsidi ini boleh dipindahtangankan kalau dipindahtugaskan. Contohnya, saya TNI/Polri yang bertugas di Kupang dan beli rumah subsidi. Lalu, enam bulan kemudian saya pindah ke Maumere. Saya boleh jual rumah karena ada surat tugas.

Bagaimana kondisi penjualan rumah subsidi di NTT?
Jumlah penjualan rumah subsidi di NTT pada tahun 2019 adalah 2.854 unit. Sedangkan penjualan rumah subsidi dari Januari hingga Juni 2020 baru sebanyak 984 unit saja dari target 3.500 unit rumah di tahun 2020.

Apakah Bagaimana pengaruh pandemi Covid-19 terharap penjualan rumah?
Pertumbuhan properti di NTT agak melambat tetapi tidak stagnan. Kita ada pergerakan, masih ada penyaluran kredit, tapi melambat. Meski tidak mencapai target, tapi dari DPD REI NTT bekerja sama dengan Bank NTT ciptakan program baru, yaitu Gebyar Hunian KPR Bank NTT.

Program ini untuk mengantisipasi kehabisan kuota FLPP tadi. Jadi, Bank NTT beri subsidi bunga 8,75 persen, lalu REI subsidi 2 persen lagi, sehingga jadi 6,75 persen saja. Ini untuk gerakkan roda ekonomi di NTT.

Apakah menguntungkan membeli rumah saat pandemi Covid-19?
Menurut saya, mengambil rumah tidak perlu waktu yang tepat. Saat ini adalah waktu yang tepat. Tidak pernah ada waktu yang tepat untuk mengambil rumah. Setiap saat adalah waktu yang tepat. Mau ambil rumah itu harus sekarang, bukan besok atau lusa.

Apa kendala yang dihadapi sehingga kuota tidak terserap?
Sebenarnya bukan tidak terserap. Penyerapan kita justru berlebihan, makanya ada backlog rumah. Kalau ada backlog, maka demandnya ada, supplynya kurang. Supply ini berhubungan dengan dana pemerintah yakni APBN tadi maka ada keterbatasannya.

Kalau pemerintah bilang kuota habis ya habis, tidak terserap. Tapi, penyerapan kita selalu di atas 100 persen, malah over karena kita ada backlog. NTT sendiri ada 340.000 unit rumah backlog. Kebanyakan di NTT ini memang Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Apa harapan Anda?
Untuk investasi rumah, manfaatkan saat ini juga. Karena investasi rumah itu tidak akan pernah rugi. Saya saran, ambil rumah adalah investasi yang tidak pernah merugikan. Karena ini juga akan mengubah pola kita untuk spending money dan berinvestasi jangka panjang.

Untuk itu, kita harus berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah mencanangkan program ini. Saatnya kita para milenial untuk manfaatkan program ini supaya kita bisa mendapatkan benefit dari situ.