AKTUAL

REI Giatkan Kembali Diklat Tatap Muka

Administrator | Jumat, 02 Desember 2022 - 10:51:10 WIB | dibaca: 73 pembaca

Pembukaan Diklat REI Banten (Foto: Istimewa)

Setelah dua tahun lebih menjalankan pendidikan dan pelatihan developer secara online (daring), Badan Diklat Realestat Indonesia (REI) kembali menggiatkan kembali diklat secara tatap muka (offline). Di Juli 2022, diklat offline diselenggarakan di Banten dan Jawa Timur.

Ketua Badan Diklat REI, MR Priyanto menuturkan di tengah situasi pandemi Covid-19 atau sejak Juni 2020 pihaknya lebih mengedepankan diklat secara online guna menghindari pe-nyebaran virus Covid-19. Namun seiring meredanya penye-baran pandemi, kini diklat kembali diterapkan normal dengan tetap mensyaratkan penerapan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan menjaga jarak. 

“Dengan kembali bergeraknya diklat secara offline ini diharapkan semakin terbangun penyeragaman pemahaman dan wawasan untuk menciptakan pengembang yang unggul, handal dan berin-tegritas seperti harapan DPP REI,” ujar Priyanto kepada Majalah RealEstat Indonesia. 

Disampaikan bahwa short course yang merupakan kerjasama REI dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk itu nantinya akan digelar di setiap daerah dan merupakan bukti komitmen asosiasi perusahaan properti tertua dan terbesar di Indonesia itu untuk senantiasa me-ningkatkan kompetensi anggota menghadapi persaingan global yang semakin ketat terlebih pasca pandemi.
 
“Selama pandemi banyak developer yang mengalami kesulit-an. Pelatihan ini diharapkan membuat pengembang kembali bersemangat untuk meng-update berbagai perubahan terkait no-menklatur perizinan, perpajakan, dan lain-lain,” kata Priyanto. 

Diklat diselenggarakan menggunakan metode sharing pengalam-an dari narasumber yang merupakan para pelaku bisnis senior. Para narasumber yang mayoritas praktisi sudah menghadapi beragam situasi bisnis, bahkan mereka sudah merasakan jatuh bangun dalam menjalankan usaha. Pengalaman tersebut sangat membantu pe-ngembang lain terlebih developer pemula. 

Materi lain yang diberikan dalam pelatihan ini mencakup seluruh aspek yang harus dimiliki oleh developer. Mulai dari pemilihan lokasi, perizinan, perpajakan, pembiayaan, pelaksanaan proyek, ma-najemen risiko, marketing, hingga simulasi program perhitungan bisnis yang aplikatif. 

Sangat Mendukung 
Pengurus REI di daerah sangat mendukung pelaksanaan kembali diklat secara tatap muka karena dianggap lebih efektif dari-pada online. Hal itu karena diklat berlangsung interaktif dengan memperbanyak bedah kasus dan tanya jawab.

DPD Realestat Indonesia (REI) Jawa Timur misalnya sangat antusias dan mendorong pengembang di daerah itu untuk ikut serta dalam diklat guna meningkatkan skill dan pengetahuan terhadap pasar properti, se-iring perubahan tren industri dan sejumlah kebijakan oleh pemerintah. 

“Banyak hal baru yang harus dipahami para pengembang, baik terkait pasar, perizi-nan, pelaksanaan proyek, apalagi pasca terbitnya Undang-Undang Cipta Kerja,” ujar Ketua DPD REI Jawa Timur, Soesilo Efendy saat pembukaan diklat. 

Diklat yang diikuti sekitar 100 anggota REI Jatim tersebut diadakan di Surabaya, dari tanggal 2-3 Agustus 2022. 

Soesilo mencontohkan, aturan peruba-han status Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menjadi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Beleid baru itu telah mengubah fungsi dan teknis bangunan, sehingga perlu dipa-hami pengembang. 

Demikian juga dengan istilah Izin Lokasi yang diubah menjadi Konfirmasi Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) sebagai acuan baru dalam perizinan berusaha. 

Kegiatan diklat mengambil tema “Mem-bentuk Developer Tangguh di Era Pasca Un-dang-Undang Cipta Kerja” dan dipandang relevan mengingat selama ini banyak keluhan pengembang anggota REI Jawa Timur terkait kendala seiring terbitnya UU Cipta Kerja. 

Sebelumnya, DPD REI Banten juga meng-gelar diklat yang diikuti 65 peserta. Acara diklat berlangsung di Serpong, Tangerang, dari tanggal 20-21 Juli 2022. 

Ketua DPD REI Banten, Roni H. Adali berharap para peserta yang mengikuti kegiat-an diklat dapat meningkatkan standarisasi kompetensi pelaku usaha properti khusus-nya di Provinsi Banten. 

Menurutnya, latar belakang setiap pe-ngembang berbeda-beda. Ada yang berlatar belakang profesi pegawai negeri, pegawai swasta, profesional hingga pensiunan. 
“Oleh karena itu, kami berharap melalui pelatihan ini akan terbangun penyeragaman pemahaman dan wawasan untuk mencipta-kan pengembang yang unggul, handal dan berintegritas,” ungkap Roni. 

Direktur Bank BTN Hirwandi Gafar meng-apresiasi REI sebagai pemangku kepentingan yang mendukung sepenuhnya kinerja BTN. Menurutnya, BTN akan terus mendukung kegiatan REI untuk meningkatkan kapasitas anggotanya. 

“Hal ini sejalan dengan amanat Menteri PUPR untuk menciptakan rumah yang ber-kualitas,” jelasnya. (Rinaldi)


Sumber: