INFO DPD REI

REI DKI Tetap Optimistis Sektor Properti Bangkit

Administrator | Rabu, 04 Januari 2023 - 15:42:21 WIB | dibaca: 42 pembaca

Ketua DPD REI DKI Jakarta Arvin F. Iskandar. (Foto: Oki Baren)

Sektor properti, seperti sektor usaha lainnya mulai kembali menggeliat pasca-melandainya kasus Covid-19. Melihat kondisi itu, pengembang di DKI Jakarta pun optimis tahun 2022 akan menjadi tahun kebangkitan bisnis properti. 

Ketua Dewan Pengurus Daerah Reales-tat Indonesia (DPD REI) DKI Jakarta Arvin F. Iskandar mengatakan optimisme tersebut dapat dilihat dari tingginya antusias masya-rakat yang membeli rumah saat pameran-pameran properti di berbagai tempat. Salah satunya di pameran Indonesia Property Ex-po yang digelar pada Mei 2022 lalu.
 
“Bahkan calon konsumen dari luar kota meluangkan waktu ke Jakarta untuk melihat pameran properti. Itu memperlihatkan minat masyarakat sudah tinggi dan tinggal bagaimana developer dan perbankan mem-berikan kemudahan pembelian dan skim pembayaran,” kata Arvin kepada Majalah RealEstat Indonesia, baru-baru ini. 

Meski begitu, dia tetap mengingatkan perlunya pelaku usaha properti untuk me-ngamati isu global terutama berkaitan de-ngan inflasi dan kenaikan suku bunga bank. 
REI DKI berharap kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) kalau pun harus naik da-pat dilakukan secara bertahap. 

“Harapan kami seperti itu, dan perban-kan juga tidak tergesa-gesa menaikkan suku bunga kredit properti khususnya KPR dan KPA,” harap Arvin. 

Minat Investasi 
REI DKI sangat mengapresiasi peme-rintah yang berhasil membuktikan penang-ganan kebijakan ekonomi dan kesehatan selama pandemi Covid-19. 

Tidak heran, saat ini sudah terlihat banyak para investor dalam dan luar negeri yang tertarik berinvestasi di sektor peruma-han dan logistik. 

Tidak hanya pengembang, minat in-vestor individual juga tinggi untuk mem-beli atau tinggal di apartemen dengan har-ga yang lebih murah tapi aksesibilitasnya baik meski berjarak satu sampai dua jam perjalanan dari pusat kota. 
Sedangkan untuk perumahan tapak, penawaran yang berada di kisaran harga Rp300 juta hingga Rp1 miliar masih me-nempati peringkat tertinggi dalam hal per-mintaan pasar. Secara lokasi, Bintaro dan Jakarta Selatan tetap menjadi lokasi favorit konsumen yang sedang mencari hunian. 

Kawasan dengan fasilitas dekat pusat perbelanjaan, perkantoran, hiburan hingga rumah sakit juga makin digemari. Termasuk di kawasan yang berbatasan langsung de-ngan DKI Jakarta seperti Tangerang Selatan, Serpong, dan Bekasi. 

Selain landed house dan apartemen, subsektor perkantoran, mall dan hotel juga diproyeksi REI DKI akan meningkat setelah pandemi. Pasalnya, pengembang kembali menggenjot bisnis di semua subsektor ter-masuk menyelesaikan proyek yang terhenti termasuk mall dan perkantoran. 

“Pengembang sudah mulai tancap gas untuk membuat cluster-cluster baru di kawasan existing termasuk menyelesaikan proyek yang tertunda selama pandemi,” jelas Arvin.
 
Arvin memprediksi sektor properti masih akan terus melanjutkan tren dan sentimen positifnya di tahun ini. Hal itu dipengaruhi beberapa hal seperti terkendalinya pandemi Covid-19 dan potensi pertumbuhan eko-nomi nasional. Selain sektor residensial khu-susnya rumah tapak, subsektor perhotelan juga ada potensi meningkat seiring berbagai pelonggaran aktivitas masyarakat. 

“Sektor residensial lebih cepat pulih dibandingkan sektor properti lain karena demand masih cukup besar dan merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat,” jelas Arvin. 

Sementara itu, kondisi bisnis hotel dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) saat ini memang belum seperti kondisi pra-covid tetapi setelah dengan adanya pelonggaran aktivitas masyarakat untuk berwisata, sudah banyak peningkatan. Apalagi selama momen libur Lebaran dan libur sekolah 2022 menjadi langkah awal pemulihan pariwisata tidak hanya di DKI na-mun juga secara nasional. (Teti Purwanti)


Sumber: