SEPUTAR DAERAH

Kembali Pimpin REI Jambi

Ramond Fauzan Minta Pengembang Optimis Lewati Krisis

Administrator | Kamis, 19 November 2020 - 13:47:17 WIB | dibaca: 21 pembaca

Ramond fauzan kembali terpilih menjadi Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Jambi pada Musyawarah Daerah (Musda) IX REI Jambi yang diselenggarakan secara virtual, Senin (24/8). Dia akan mengomandoi REI Jambi hingga 2023.

Di periode keduanya ini, Ramond berharap seluruh anggota REI Jambi bisa berperan lebih aktif dan meningkatkan kontribusi dalam pembangunan di Provinsi Jambi sehingga memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Terlebih lagi di dalam situasi bisnis saat ini yang sedang melambat, ditambah lagi pandemi yang tidak diketahui kapan akan berakhir.

“Dalam kesempatan ini, kami menyampaikan agar kita semua tetap semangat membangun namun senantiasa bijaksana dalam berinvestasi sehingga dapat bertahan melewati krisis ini,” ujar Ramond Fauzan saat pembukaan Musda IX REI Jambi secara online dari Jambi.

Ramond mengatakan, musda merupakan agenda penting bagi organisasi karena dapat bertujuan untuk menjamin keberlangsungan roda organisasi melalui skema pengkaderan secara berkelanjutan. Ditengah situasi pandemi ini, ungkap dia, sebagai pengurus pihaknya tetap berusaha menjalankan musda sebagai agenda organisasi secara online.

“Sedianya agenda ini dijalankan pada Maret kemarin, namun terpaksa ditunda karena kendala pandemi,” tutur Ramond.

Tema Musda IX REI Jambi adalah “Semangat Membangun Jambi”, yang menjadi simbol harapan bagi pengembang di wilayah ini untuk turut serta berkontribusi lebih besar lagi dalam pembangunan di Provinsi Jambi.

Tema ini diharapkan memberi semangat kepada anggota REI Jambi dalam memajukan perekonomian di Provinsi Jambi. Diantaranya menciptakan kawasan industri agar dapat menampung hasil komoditi di provinsi tersebut sehingga perekonomian Jambi dapat tumbuh lebih di atas rata-rata nasional.

Menurut Ramond, pihaknya juga berharap dapat berperan aktif memajukan potensi pariwisata yang ada di Jambi. Provinsi ini membentang dari timur ke barat, dari Kerinci ke pantai timur, dimana banyak potensi pariwisata yang dapat digarap.

“Provinsi ini dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa berupa empat taman nasional yang dapat dikelola dan dikembangkan dan satu sungai terpanjang yang memiliki potensi sangat besar. Tak lupa pula, kita punya satu situs budaya terbesar di Indonesia (Candi Muaro Jambi-red). Semoga REI Jambi bisa berbuat lebih banyak lagi bagi pembangunan,” kata Ramond.

Dia menuturkan, gencarnya pembangunan infrastruktur secara masif oleh pemerintah di Sumatera, maka arus investasi tidak terbendung lagi. Oleh karena itu REI harus dapat menebar semangat sehingga pengembang lokal Jambi bisa menjadi tuan rumah dalam pembangunan di provinsi tersebut.

Minat Investor
Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida mengatakan pandemi ternyata tidak menyurutkan minat investor asing untuk menanamkan modal di bisnis properti di Indonesia.

“Semalam saya menonton berita adanya developer dari Hongkong investasi di bisnis properti, kalau tidak salah di lahan seluas 2.600 hektare di Banten. Ini tentunya menjadi tantangan bagi kita semua bahwa pandemi tidak menghambat investor asing untuk berinvestasi di sektor properti di Indonesia. Kita tidak boleh menyerah, tidak boleh loyo dalam membangun perumahan karena ini adalah usaha kita,” tegas Totok dalam sambutannya dari Kantor DPP REI di Simprug, Jakarta Selatan.

Apalagi di Jambi, kata Totok, seperti disampaikan Ketua REI Jambi, memiliki situs budaya dan menjadi salah satu pusat pengembangan agama Buddha di Indonesia. Sehingga dengan begitu, pengembang anggota REI bertanggungjawab tidak hanya membangun perumahan saja, tetapi juga mendukung properti penunjang sektor pariwisata. Menurut Totok, potensi pasar pariwisata nasional sangat luar biasa besar.

Di dalam kesempatan itu, Totok pun menghimbau Pengurus DPD REI Jambi dan seluruh DPD REI se-Indonesia untuk bisa lebih pro aktif dalam menyuguhkan data pembangunan sesuai kebutuhan. Sebab DPP REI sangat membutuhkan dukungan sumber data dari seluruh pengembang anggota REI.

“Selama ini, setiap kali DPP REI meminta data anggota REI sangat sulit. Bahkan, mungkin DPD REI juga kesulitan memperoleh data dari anggotanya,” ujar Totok.

Dia mengatakan, pada era keterbukaan informasi ini, apabila pelaku bisnis bersikap tertutup hanya akan membuat usahanya sulit untuk maju. Seperti kebutuhan data terkait PLN beberapa waktu lalu, yang masuk (datanya) hanya sedikit.

“Padahal kami di DPP butuh data terkait pembangunan jaringan listrik tujuannya membantu teman-teman anggota sehingga biaya pembangunan jaringan listrik bisa lebih efektif dan efisien,” kata dia.

Dari sisi perbankan, imbuh Totok, DPD REI diharapkan juga dapat memberikan umpan lambung berupa data terkait persoalan yang dihadapi anggotanya. Tanpa data-data tersebut, ujar dia, maka DPP kekurangan data untuk bisa membantu memfasilitasi dan mencari solusinya. Untuk itu, sangat diharapkan dukungan data dan masukan dari seluruh anggota REI. (Oki Baren)

Sumber: