TOPIK UTAMA

Daerah Sangat Puas

Program Diklat Layak Dilanjutkan!

Administrator | Kamis, 27 Februari 2020 - 10:58:54 WIB | dibaca: 69 pembaca

Pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan (diklat) oleh Badan Diklat DPP REI mendapat tanggapan positif, tidak hanya dari pengembang di daerah namun juga pemerintah. Program ini dianggap mendukung visi pemerintah untuk menghadirkan hunian yang layak huni bagi masyarakat.

Sekretaris Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dadang Rukmana menyatakan dukungan penuh pemerintah terhadap upaya dan komitmen Realestat Indonesia (REI) untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi anggotanya.

“Diklat ini bagus sekali dan patut dicontoh oleh asosiasi pengembang lainnya karena lewat kegiatan ini pelaku usaha perumahan bisa menambah wawasan, profesionalisme dan kompetensinya,” kata Dadang.

Kegiatan short course tersebut juga dianggap sebagai upaya untuk meningkatkan level kompetensi dan capacity building pengembang REI di seluruh Indonesia, terutama dalam mendukung Program Sejuta Rumah (PSR).

“Dinamika dan tantangan penyelenggaraan perumahan bagi MBR saat ini lebih kompetitif. Oleh karena itu selain harus bersikap lebih responsif, seluruh pengembang juga harus terus meningkatkan kemampuan dan wawasan terhadap regulasi yang ditetapkan pemerintah,” ungkap Dadang.

Tanggapan positif juga datang dari pengembang anggota REI di daerah. Ketua DPD REI Banten, Roni H. Adali mengatakan pengembang saat dituntut mengikuti dan mengetahui regulasi-regulasi yang begitu cepat berubah. Diklat menjadi salah satu wadah untuk memberikan update informasi dan pengetahuan kepada anggota REI di daerah terlebih yang lokasinya jauh dari Jakarta.

“Kami di Banten pun butuh diklat meski dekat dengan ibukota. Di sini kami sudah beberapa kali mengadakan diklat yang diorganisir Badan Diklat DPP REI dan mayoritas anggota puas sekali,” kata Roni.

Membantu DPD
Ketua DPD REI Kalimantan Selatan, Royzani Sjachril juga mendukung penuh DPP REI yang menggiatkan kembali diklat di daerah untuk membekali wawasan dan pengetahuan kepada pengembang REI terkait tata cara dan kebijakan pembangunan rumah bersubsidi.

“REI ingin setiap pengembang mengetahui dasar pengetahuan dan kode etik pengembang rumah bersubsidi sehingga nantinya dapat berpartisipasi menjadi pengembang rumah bersubsidi,” kata dia.

Dikatakan, keberadaan Badan Diklat DPP REI sangat membantu sekali pihaknya di daerah untuk meningkatkan kredibilitas pengembang di Kalsel. Beberapa kali pelaksanaan diklat, anggota REI Kalsel sangat antusias, karena memang banyak anggota yang sangat haus ilmu terutama di bidang manajemen perusahaan dan pemasaran.

“Kami di Kalsel sangat mendukung Badan Diklat REI dan berharap ke depan lembaga ini dipertahankan dan semakin ditingkatkan sistem maupun materi yang diberikan,” harap Roy. 

Ketua DPD REI Sumatera Utara, Andi Atmoko Panggabean juga memberi support penuh terhadap penyelenggaraan diklat yang diinisiasi DPP REI. Pengalaman saat diklat di Sumatera Utara beberapa waktu lalu, antusias peserta luar biasa tinggi.

Dia mengungkapkan peserta diklat tidak hanya berasal dari Kota Medan dan sekitarnya, namun juga pengembang dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Utara.

Dia menambahkan, diklat merupakan salah satu program kerja unggulan DPP REI sebagai wujud daripada salah satu dari tujuh pilar fokus Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata yakni meningkatkan kompetensi dan profesionalisme seluruh anggota REI di seluruh daerah.

“Selama diklat. antusiasme anggota cukup bagus yang menunjukkan mereka butuh sekali dengan kegiatan-kegiatan menambah pengetahuan seperti ini. Program diklat ini sangat layak dilanjutkan,” ujar Moko.

Ketua DPD REI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rama Adhyaksa Pradipta pun sependapat materi-materi uji kompetensi perlu diketahui dan dipelajari oleh pengembang anggota REI menyusul rencana sertifikasi profesi.

Diklat yang sudah dilakukan dengan cukup baik dalam tiga tahun terakhir, kata dia, manfaatnya sungguh sangat dirasakan anggota REI di daerah. Di Yogyakarta sudah beberapa kali diadakan diklat antara lain mengangkat topik mengenai pembangunan apartemen, dan terakhir mengenai pembangunan rumah layak huni.

Rama menilai, diklat membantu pengembang daerah untuk memiliki kompetensi yang sama dengan pengembang nasional terutama dalam pembangunan hunian vertikal (apartemen).

“Kami tidak ingin pengembang lokal di DIY ini hanya menjadi penonton saja. Sebenarnya banyak pengembang lokal di sini yang memiliki kelayakan perusahaan dan kemampuan finansial yang cukup baik, tapi mereka tidak berminat karena kurangnya pengetahuan. Diklat ini sangat membantu memberikan pengetahuan buat teman-teman kami di sini,” papar Rama.

Ketua DPD REI DKI Jakarta, Amran Nukman juga sangat mendukung digelarnya banyak diklat di REI. Langkah itu sebagai bukti komitmen meningkatkan kualitas anggota dan menyejahterakan pengembang.

“Diklat yang terorganisir itu sekaligus menunjukkan bahwa kepengurusan DPP REI tulus dan ikhlas untuk melayani seluruh anggotanya termasuk menambah wawasan dan pengetahuan mereka,” kata Amran.

Selain diklat yang diadakan DPP REI, REI DKI selama ini juga telah melaksanakan Real Estate Executive Program, yakni program mini magister yang bekerjasama dengan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT-UI). Pengajarnya dari internal REI dan dosen FT-UI. (Rinaldi)