INFO DPD REI

Permintaan Rumah Komersil Stagnan, REI Minta Tambah Kuota Subsidi

Administrator | Kamis, 12 Maret 2020 - 14:40:13 WIB | dibaca: 45 pembaca

Samarinda, DiswayKaltim.com – Memasuki triwulan I 2020, permintaan perumahan komersil masih stagnan. Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Kaltim Bagus Susetyo.

“Ya, agak stagnan, tapi di Balikpapan masih lumayan stabil. Diluar itu agak sulit memang,” ujarnya melalui sambungan telepon, Sabtu (29/2).

Ia menyebut, bisnis properti perumahan memang tidak banyak bergerak sejak beberapa tahun terakhir.

Minimnya permintaan terhadap rumah komersil membuat para pengembang sedikit melambatkan pembangunan proyek perumahan baru. Karena stok yang ada masih belum terjual.

Sehingga mereka lebih memacu marketing untuk memberikan fasilitas kemudahan supaya rumah komersil lebih cepat terjual. Salah satunya dengan mengurangi keuntungan penjualan untuk menekan harga jual.

“Daya beli masyarakat kurang, harga tambang tidak bagus. Otomatis, proyek pembangunanan tidak jalan karena defisit anggaran. Efek domino,” ungkap Bagus.

Oleh karena itu, Bagus mengimbau kepada masyarakat yang ingin membeli rumah saat ini adalah waktu yang tepat. “Karena harganya sedang murah sekarang ini,” kata dia.

Meski permintaan terhadap rumah komersil stagnan, permintaan untuk rumah skala menengah ke bawah tetap tinggi. Terutama perumahan subsidi yang tercatat mengalami pertumbuhan dari 2018 – 2019. Hal ini dikarenakan adanya Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari pemerintah untuk perumahan subsidi.

“Saya lupa persis datanya berapa. Tapi yang jelas, ada pertumbuhan,” pungkasnya.

Kuota FLPP Kaltim
Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) merupakan program besutan pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah supaya bisa mengakses kredit kepemilikan rumah (KPR). Program ini dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Bagus Susetyo menyebut, kuota Kaltim untuk FLPP sementara ini dialokasikan Rp 11 triliun. Dengan total pembangunan 8 ribu hingga 10 ribu rumah subsidi. Dari kuota 110 ribu rumah subsidi di seluruh Indonesia.

Jumlah tersebut dirasa Bagus masih kurang. Sehingga ia bersama DPD REI Kaltim sedang berjuang untuk penambahan kuota. “Kami optimis karena perumahan adalah kebutuhan primer,” katanya.

Pengembang Sambut IKN
Bersamaan dengan pindahnya IKN ke Bumi Etam, kebutuhan akan perumahan di daerah ini pun perlu dipersiapkan. Bagus menyebut pihaknya sudah mengantisipasi hal tersebut.

Ia menyebut beberapa pengembang baik lokal dan nasional sudah memiliki lahan yang siap dialokasikan untuk membangun areal perumahan masyarakat.

“Bahkan sudah ada pengembang besar yang nilai investasinya 60 sampai 100 hektare di Samarinda dan Balikpapan,” ujar Bagus, Sabtu (29/2/2020).

Sementara pengembang lokal, disebut Bagus juga sudah menginvestasikan lahan mulai dari 5 hektare hingga 40 hektare. Namun, Bagus mengaku ia masih menunggu aturan dan regulasi dari pemerintah pusat. Terkait kebijakan pembangunan di lokasi IKN.

“Karena kan semuanya sudah diatur. Tidak serta merta masyarakat boleh membangun atau beli rumah di situ,” sambungnya.

Oleh karena itu, Bagus mengimbau para pengembang untuk fokus menyiapkan lahan di dua kota penyangga. Yakni Balikpapan dan Samarinda. Untuk lokasi yang dekat dengan IKN, seperti di Sepaku dan Samboja, Bagus belum berani ambil keputusan.

Adanya mega proyek IKN ini pun membawa angin segar bagi bisnis properti di Kaltim. Diakui Bagus, bisnis properti khususnya perumahan komersil di Kaltim, saat ini sedang lesu. Dengan adanya wacana IKN, ia berharap atmosfir bisnis ini dapat kembali meningkat.

“Ya jadi motivasi lah buat kita. Penjualan rumah akan lebih normal lagi,” katanya optimistis.
Ia pun berharap pemerintah bisa terus meningkatkan fasilitas infrastruktur di Kaltim. Terutama jalan penghubung antar kota. Untuk menunjang bisnis properti di Kaltim. Saat ini, baru Balikpapan – Samarinda yang sudah dihubungkan oleh jalan tol.

“Kan enak kalau ada jalan tol. Aksesnya bisa lebih cepat. Harapannya gak Cuma Balikpapan – Samarinda. Tapi semua daerah di Kaltim (ada jalan tol, red),” tandasnya. (krv/eny)

Sumber: