AKTUAL

Permintaan Hunian Menengah Atas Diprediksi Segera Bangkit

Administrator | Selasa, 11 Februari 2020 - 14:19:07 WIB | dibaca: 195 pembaca

Foto: Istimewa

Para pelaku usaha berharap pasca pemilihan presiden (pilpres) dan dilantiknya presiden dan wakil presiden pada 20 oktober mendatang, Indonesia akan babak baru dimana politik dan ekonomi lebih stabil, sehingga pada akhir tahun ini atau awal 2020 pasar properti akan kembali naik. Apalagi situasi slow down ini sudah berlangsung cukup lama sejak 2014.

Presiden Direktur PT Triniti Dinamik, Samuel Stephanus Huang mengungkapkan harapan itu terlebih dinanti-nantikan oleh pengembang residensial menengah atas (middle-up). Saat ini diakui pasokan (supply) di segmen tersebut lebih besar dibandingkan permintaan (demand). Di sisi lain, konsumen memilih untuk wait and see dulu atau bagi yang masih berminat investasi cenderung lebih berhati-hati dan selektif dalam memilih properti yang akan dibeli.

“Sebenarnya bukan tidak terserap atau daya beli yang menurun, tetapi kecenderungan konsumen di segmen medium-up itu sekarang wait and see. Jadi bukan karena masyarakat tidak ada uang ya, namun mereka lebih selektif. Oleh sebab itu, sebagai developer kita mesti kembangkan konsep yang kreatif, inovatif dan kompetitif,” ujar Samuel yang juga Wakil Bendahara Umum DPP Realestat Indonesia (REI) tersebut kepada wartawan usai menerima tiga penghargaan dari PropertyGuru Indonesia, Kamis (19/9/2019).

Menurut dia, di tengah situasi pasar yang cukup selektif itu, setidaknya ada tiga faktor utama yang menjadi kunci sukses penjualan hunian di segmen menengah atas ini, yaitu konsep pengembangan yang tepat dan jelas, lokasi yang strategis dan harga terjangkau. Hal itu dibuktikan Triniti Dinamik dengan sukses menjual dua proyeknya yakni The Springwood Residence di segmen menengah, dan The Smith yang menyasar pasar mewah.

Wakil Ketua Umum DPP REI, Hari Ganie menambahkan dari sisi land bank, saat ini banyak pengembang yang masih memiliki lahan pengembang yang luas, namun produknya banyak tertunda. Sehingga wajar, ungkap dia,

jika banyak pengembang berharap pasca pilpres dan pelantikan Presiden-Wakil Presiden yang baru dapat menjadi momentum yang baik untuk meluncurkan produk-produk yang tertunda.

“Kami melihat dalam dua kuartal pertama tahun ini ada kenaikan cukup signifikan, bukan saja untuk segmen menengah bawah, namun juga pada segmen menengah atas,” ujar Hari Ganie saat konferensi pers Indonesia International Property Expo (IIPEX) 2019 di Jakarta, Kamis (5/92019).

Dari laporan pengembang di bawah DPP REI, kata dia, penjualan properti dilaporkan sudah lebih baik. Transaksi bulanan pun meningkat. Data di pasar, penjualan rumah seharga Rp 500 juta per unit sudah cukup bagus. Namun, di kota besar seperti Jakarta, penjualan rumah mewah sekitar Rp 5 miliar per unit juga sudah berjalan baik.

Diakui digulirkannya sejumlah kebijakan turut mendukung bangkitnya pasar properti antara lain adanya penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia hingga dua kali, pelonggaran aturan loan to value (LTV) ratio dan kebijakan uang muka (down payment/DP) pembelian rumah lebih ringan. Kemudian di sektor pajak, pemerintah memberikan insentif Pajak Penghasilan Barang Mewah (PPnBM).

“Kebijakan-kebijakan tersebut mendorong permintaan hunian di segmen atas sehingga geliat mulai terasa,” ungkap Hari Ganie.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto juga memprediksi pasar properti khususnya residensial akan mulai aktif kembali pada tahun depan, yakni pasca bekerjanya pemerintahan baru.

“Permintaan mungkin berasal dari hasil dana repatriasi yang akan “bebas” di akhir tahun ini. Disamping itu, relaksasi pajak barang mewah akan membuat permintaan apartemen kelas atas juga meningkat,” papar Ferry.

Tren Harga Properti
Selain angka penjualan yang positif, tren harga properti residensial juga mengalami kenaikan. Berdasarkan data Rumah.com Property Index, pada kuartal II-2019 laju kenaikan harga properti masih belum terhenti sejak pemulihan menjelang pertengahan tahun lalu.

Index menunjukkan harga properti pada kuartal II-2019 berada pada titik 112,0 atau naik 2,17% secara kuartalan (quarter on quarter/q-o-q). Kenaikan ini lebih baik jika dibandingkan dengan kenaikan pada kuartal sebelumnya, yang hanya 0,8%.

Sementara itu, harga properti secara tahunan (year on year/yoy) berdasarkan Index adalah sebesar 6%. Kenaikan ini juga lebih baik jika dibandingkan kenaikan tahunan pada kuartal sebelumya sebesar 5%.

Country Manager Rumah.com Marine Novita menyebutkan percepatan pertumbuhan harga properti pada kuartal II 2019 merupakan indikasi kepercayaan pasar terhadap situasi politik dan ekonomi nasional pascapengumuman resmi Komisi Pemilihan Umum mengenai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia periode 2019-2024. (Teti Purwanti)