Berita

Pengembang Perlu Berpikir Kreatif

Administrator | Senin, 29 Juni 2020 - 10:16:50 WIB | dibaca: 27 pembaca

SEKTOR properti diharapkan segera beradaptasi dengan masa kenormalan baru (new normal) agar kondisi properti Tanah Air perlahan bisa kembali pulih, meski di tengah pandemi covid-19. Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan masa kenormalan baru memang belum berimbas pada sektor properti saat ini. Pasalnya, memulihkan apa yang terjadi pada tiga bulan belakangan ini tidak semudah membalikan telapak tangan.

“Belum terlihat, namun sudah bergerak. Yang baru kelihatan bergerak kan lingkaran income saja, seperti mal, perkantoran, tapi tetap kita berterima kasih pada pemerintah,” ujar Paulus kepada Media Indonesia, kemarin. 

Menurut dia, kondisi sektor properti saat ini belum dapat diprediksi, mengingat pandemi covid-19 belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. Hal yang perlu disiapkan pelaku bisnis properti ialah adaptasi. Sebab, dalam kondisi normal, proses transaksi properti akan dilakukan secara tatap muka sehingga pengembang properti harus berpikir kreatif agar produksi bisa tetap diserap pasar. 

“Kesiapan pertama terkait mental. Mental kita harus berpikir bagaimana bekerja dengan menggunakan cara yang efektif dan efisien,” lanjut dia. 

CEO Indonesia Property Watch Advisory Group Ali Tranghanda menerangkan pola bisnis sektor properti dipastikan berubah dalam tahap kenormalan baru. Peran digital bisa membantu bisnis ini untuk bangkit kembali. “Peran digital sangat strategis. Disruption technology semakin cepat.” Namun, kata Ali, tidak semua terbiasa dalam menghadapi perubahan serba cepat ini. Mengingat, interaksi secara digital tidak selalu memuaskan sebagian konsumen.

Sumber: