TOPIK KHUSUS

Pengembang Kaltim Siap Terlibat Bangun Ibu Kota Baru

Administrator | Senin, 16 Desember 2019 - 10:25:16 WIB | dibaca: 250 pembaca

Foto: Istimewa

Penetapan dua wilayah di provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai lokasi ibu kota negara (IKN) baru membawa harapan baru bagi pengembang di provinsi tersebut. Lima tahun terakhir industri properti khususnya perumahan di daerah berjuluk Benua Etam itu meredup sebagai imbas anjloknya harga komoditas batubara.

Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Kaltim, Bagus Susetyo menegaskan kesiapan pengembang lokal di daerah itu untuk menyambut rencana pengembangan kawasan IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Kami tentu melihat penetapan Kaltim sebagai ibu kota negara yang baru sebagai berkah, dan berharap geliat pembangunannya nanti dapat memacu kembali gairah industri properti di daerah ini yang sudah lima tahun terakhir terpuruk,” kata Bagus Susetyo kepada Majalah RealEstat usai beraudiensi dengan Kepala Kanwil BPN Provinsi Kalimantan Timur, Dr Mazwar di Samarinda, Rabu (21/8/2019).

Terlebih untuk penyediaan rumah menengah bawah yang realisasinya setiap tahun terus menurun, dia berharap pindahnya ribuan aparatur sipil negara (ASN) dan prajurit TNI/Polri akan membuka peluang pasar hunian baru bagi pengembang lokal.

Mayoritas anggota REI Kaltim adalah pengembang rumah subsidi berbasis FLPP, bahkan dalam dua tahun terakhir banyak pengembang rumah subsidi baru bermunculan termasuk pengembang yang dulu bermain di segmen komersial, sekarang memilih membangun rumah subsidi.

“Tetapi sebenarnya anggota kami bukan hanya pengembang rumah subsidi, namun merata dari segmen rumah menengah, mewah hingga properti komersial,” papar Bagus Susetyo.

Sejumlah pengembang perumahan besar yang sudah berinvestasi di Kaltim antara lain Ciputra Group, Agung Podomoro Land dan Sinar Mas Land (SML). Kelompok-kelompok usaha properti nasional ini sudah beroperasi selama hampir 10 tahun di Kaltim, dan hampir seluruhnya menguasai lahan di Samarinda dan Balikpapan.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) ATR/BPN Provinsi Kalimantan Timur, Dr Mazwar menyatakan dari sisi tata ruang dan pertanahan pihaknya sudah siap mendukung rencana pemerintah tersebut.

“Tentu saja kami siap (mendukung). Saat ini kami sudah selesai melakukan inventarisasi tanah, baik status tanah di areal yang direncanakan, demikian juga bagaimana situasi tanah kami sudah siapkan semua datanya,” ujar Mazwar kepada Majalah RealEstat.

Legalitas Tanah
Wakil Ketua Umum DPP REI bidang Pertanahan, Adri Istambul Lingga Gayo berpendapat setelah Kaltim ditetapkan sebagai lokasi ibu kota negara, maka aspek legalitas tanah menjadi hal penting yang perlu disiapkan secara matang, selain tata ruang. Oleh karena itu, peran Kanwil BPN Kalimantan Timur menjadi cukup strategis, sehingga REI Kaltim perlu membangun komunikasi yang baik.

“Alhamdulillah hari ini saya bersama pengurus REI Kaltim bertemu dengan Kakanwil ATR/BPN Bapak Mazwar yang kami kenal cukup profesional dalam membantu pengembang anggota REI di sini. Tentu ke depan kami harapkan komunikasi dengan beliau semakin baik,” ujar Adri.

Dia menambahkan, pemindahan ibu kota baru harus holistik, terintegrasi secara menyeluruh dan melibatkan seluruh pemangku dari lintas sektoral. Alas hak tanahnya harus diperhatikan, demikian juga kepastian hukum sebagai syarat investasi. Kemudian perlu penetapan zona-zona investasi, masterplan dan lain-lain sehingga tidak timbul problem pertanahan di masa mendatang.

“Saya berkeyakinan pemindahan IKN ke Kalimantan Timur akan membawa multiflier effect karena ada migrasi penduduk sehingga ada pertumbuhan ekonomi. Kalau bisa dikelola dengan baik, maka akan menggairahkan sektor realestat. Ini yang perlu didorong,” papar pengembang asal Jawa Timur tersebut.

Di sisi lain, REI Kaltim perlu menyiapkan sumber daya manusia anggotanya sehingga mampu bersaing dan tidak hanya sekadar menjadi penonton. Sementara pengembang luar Kaltim yang ingin berinvestasi di IKN, disarankan Adri supaya menggandeng mitra lokal sehingga pembangunan ibu kota baru ini membawa prinsip keadilan.

“REI cukup berkepentingan untuk mendorong, bukan mendewakan putra daerah, tetapi harus membangun bersama, jadi ada kearifan lokal yang diusung, supaya tidak menciptakan kesenjangan,” tegas dia.

Provinsi Kalimantan Timur merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk terendah keempat di nusantara. Hasil alam utama provinsi ini adalah hasil tambang seperti minyak, gas alam dan batu bara. Sektor lain yang kini sedang berkembang adalah agrikultur, pariwisata dan industri pengolahan. (Rinaldi)