INFO DPD REI

Pengembang di Jambi Optimis Pasar Tumbuh di 2022

Administrator | Selasa, 09 Agustus 2022 - 09:57:05 WIB | dibaca: 96 pembaca

Ketua Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Jambi, Ramond Fauzan. (Foto: Oki Baren)

Dua tahun dihantam pandemi, tahun ini harus menjadi tahun penuh optimisme bagi developer, sehingga pada 2023 terjadi booming properti. Hal tersebut ditegaskan Ketua Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Jambi, Ramond Fauzan.

Pasalnya, kata dia, setahun sesudahnya atau pada 2024 masyarakat baik investor, end user, dan juga pengusaha akan menahan diri karena 2024 merupakan tahun politik.

“Tahun ini optimisme untuk kembali membangun dan tumbuh. Harapannya di 2023 booming karena semua akan mengerem pada 2024,” ungkap Ramond kepada Majalah RealEstat Indonesia, baru-baru ini.

Optimisme pada tahun ini juga didukung karena di 2021 transaksi properti terutama di segmen rumah subsidi sudah cukup baik. Bahkan, kalau tidak terjadi perpindahan pengelolaan dari PPDPP ke BP Tapera, pasar rumah subsidi akan tumbuh hingga 15% dibandingkan 2020 yang kondisinya cukup terpuruk.

“Kemarin akhirnya hanya tumbuh 10%, namun secara market sebenarnya tumbuh lebih dari itu. Yang membuat terhambat adalah masalah birokrasi anggaran,” ungkap Ramond.

Akibat adanya hambatan di 2021, di tahun ini masih ada cukup rumah subsidi ready stock (siap huni) di Jambi. Hanya saja, menurut Ramond, jumlah rumah siap huni/jual tersebut kemungkinan akan segera habis tahun ini. Pasalnya, pengembang tidak dapat membangun rumah baru akibat ada masalah Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

“Masalah PBG saat ini adalah masalah nasional, dan semua pengembang termasuk pemerintah daerah sedang bersama-sama mencari pola terbaik untuk mengatasi persoalan PBG,” kata dia.

Di Jambi, pengembang masih menunggu pilot project yang sedang dikolaborasikan antara pemerintah dan pengembang. Menurut Ramond, di beberapa daerah masih terjadi simulasi dengan progres yang berbeda-beda.

“Dari REI Jambi, kami terus melakukan sosialisasi dengan stakeholder agar segera terjadi percepatan dan mengurangi potensi loss karena waktu terus berjalan,” ungkap Ramond.

Tahun ini, REI Jambi menargetkan pembangunan 6.000 unit rumah subsidi. Dengan adanya surat edaran bersama (SEB) tentang PBG yang segera dikeluarkan dalam bulan Februari ini, diharapkan target tersebut dapat tercapai.

Insentif Permanen
Sama seperti hal segmen rumah subsidi yang bertumbuh, hunian komersial juga bertumbuh di 2021 terutama untuk harga Rp250 juta hingga Rp400 juta. Hanya saja, jarang sekali pengembang di Jambi yang memanfaatkan stimulus PPN DTP.

“Kami tentu berharap pembebasan PPN DTP bisa menjadi program jangka panjang, bukan hanya diperpanjang saja tetapi agar bisa memberikan kepastian bagi pengembang dan pembeli terutama di daerah,” harap Ramond.

Dengan sistem perpanjangan seperti saat ini, pengembang masih khawatir, apalagi bagi pengembang kecil dengan modal kerja yang terbatas.

Oleh karena itu, kata Ramond, kalau pemerintah merasa stimulus ini sangat membantu, DPD REI Jambi berharap stimulus bisa menjadi permanen sehingga menjadi kebijakan yang pasti.

Terkait aturan pemerintah yang mengharuskan masyarakat yang ingin menggunakan layanan kredit kepemilikan rumah (KPR) wajib memiliki kartu kepesertaan BPJS-Kesehatan, Ramond memprediksi aturan ini ke depan bakal menjadi hambatan jika tidak diregulasikan secara bijaksana.

“Banyak yang ingin membeli rumah bukan pekerja formal yang memiliki fasilitas ini (BPJS-K),” pungkas Ramond. (Teti Purwanti)

Sumber: