TOPIK UTAMA

Pelaku Usaha Properti Tebar Optimisme

Administrator | Selasa, 23 November 2021 - 16:13:20 WIB | dibaca: 79 pembaca

Foto: Istimewa

Pelaku industri properti ramai-ramai menebar optimisme terhadap pasar. Perpanjangan stimulus dan insentif dari pemerintah, serta pandemi yang menekan harga properti disebutkan menjadi momentum tepat untuk membeli properti terutama hunian.

Ketua Umum DPP Realestate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengajak masyarakat luas untuk membeli properti sekarang, karena banyaknya stimulus dan insentif yang diberikan pemerintah, mulai PPN yang ditanggung pemerintah sampai dengan Desember 2021, serta beberapa stimulus lainnya yang membuat properti di Indonesia jauh lebih menarik.

“Saya mengajak teman-teman dan semua masyarakat luas untuk membeli properti sekarang, karena hingga Desember PPN ditanggung pemerintah. Silahkan membeli beramai-ramai,” imbau Totok, baru-baru ini.

Ditambahkannya, stimulus akan membangkitkan kembali sektor perumahan, dan menggerakkan perekonomian. Hal ini dikarenakan sektor properti memiliki efek domino yang besar sekali terhadap 174 industri turunan, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong tumbuhnya UMKM.

Selain itu, menurut Totok, saat ini harga hunian yang ditawarkan pengembang juga cukup menarik untuk menumbuhkan minat konsumen. Lebih dari itu, harga properti di Indonesia masih sangat murah dibandingkan negara tetangga sehingga potensi pertumbuhan pasarnya masih terbuka lebar.

“Dibandingkan harga di ASEAN, harga properti di Indonesia paling murah. Tak hanya itu saja, kenaikan harga properti di Indonesia sejak 2013 dalam tren stagnan. Ini artinya ada potensi kenaikan harga ke depan yang cukup tinggi. Pasar tentu akan melihat tren harga internasional,” ungkap Totok.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah memperpanjang insentif untuk sektor properti hingga akhir tahun ini. Awalnya, insentif ini diberikan selama enam bulan yakni dari Maret - Agustus 2021. Namun, diperpanjang lagi hingga empat bulan ke depan.

Wakil Ketua Umum Koordinator DPP REI Hari Ganie juga menyebutkan stimulus yang bisa dinikmati konsumen bukan hanya PPN saja namun juga LTV (Loan to Value) sehingga akan sangat memudahkan calon konsumen.

Selain itu, saat ini juga banyak properti termasuk hunian yang dijual dengan harga yang obral atau “banjir” bonus dari pengembang, sehingga saat tepat untuk membeli properti.

“Ayo beli properti, mumpung harga masih murah. Saya percaya pandemi ini akan berakhir, dan perekonomian juga akan membaik,” ujar Harie Gani.

Di sisi lain, Pakar Properti, Panangian Simanungkalit juga mengungkapkan saat ini sebagai waktu yang tepat untuk membeli properti. Menurut dia, apalagi bagi investor andal, saat ini menjadi saat terbaik untuk membeli properti.

“Buy at the lowest price, sell in the highest price, so its time to buy property,” tegas dia.

Praktisi Pemasaran Properti, Ismet Natakarmana juga sependapat. Menurut dia, banyaknya pengembang dan pemilik properti yang menjual murah properti yang mereka miliki saat ini menjadi keuntungan tersendiri bagi investor maupun end user.

“Beberapa hari terakhir ini banyak sekali pemilik properti yang menjual propertinya dengan harga murah. Karena itu saya mengajak para investor ataupun end user untuk membeli properti sekarang, sekaligus membantu menggerakkan 174 sub sektor bisnis turunan properti. Ya, sekaranglah saat paling tepat,” katanya.

Awal Maret lalu, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk mendorong sektor properti diantaranya diberlakukan PPN yang ditanggung penuh oleh pemerintah. 

Sebelumnya Bank Indonesia (BI) juga telah memberlakukan relaksasi loan to value/ financing to value (LTV/FTV) untuk kredit pembiayaan properti maksimal 100 persen mulai 1 Maret 2021. Relaksasi LTV/FTV ini akan berakhir pada 31 Desember 2021 dan dievaluasi kembali satu kali dalam setahun.

Dengan relaksasi tersebut, para calon konsumen bisa membeli properti tanpa membayar uang muka alias down payment (DP) 0 persen.

Harga Terkoreksi
Senada dengan REI, Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi), Lukas Bong menyebutkan saat ini memang banyak orang yang melepas aset mereka sehingga harga terkoreksi. Namun di sisi lain, hal itu pula yang menyebabkan saat ini menjadi saat yang tepat untuk membeli properti.

“Saat pandemi mulai teratasi, maka properti harganya akan membubung tinggi, so its time to buy,” ungkap Lukas.

Merujuk riset Rumah.com, harga hunian di kawasan elit Pondok Indah dan Menteng, Jakarta Selatan tengah mengalami koreksi.

Secara umum, menurut Indonesia Property Market Index Q2 2021, wilayah-wilayah di DKI Jakarta mengalami penurunan secara merata di kisaran 0,44% per kuartal. Wilayah dengan penurunan harga terbesar adalah Jakarta Pusat, yang turun sebesar 1,52% (quarter-to-quarter) pada kuartal pertama 2021. Sementara itu, Jakarta Selatan turun sebesar 1,19% (quarterto-quarter).

Head of Residential Services Colliers International Indonesia, Lenny van Es-Sinaga menyebutkan banyak pemilik properti yang ingin menjual rumah mereka di Pondok Indah dan Menteng. Selama ini, kawasan tersebut didominasi ekspatriat, sementara akibat pandemi banyak ekspatriat yang pulang ke negara mereka.

“Sebetulnya banyak pemilik properti sudah berencana menjual properti mereka semenjak 2019, diperparah karena tidak ada sewa, jadi mereka mencoba menjual,” jelas Lenny. 
 
Meski begitu, menurut Lenny, hingga saat ini harga masih normal dan tidak turun seheboh yang diberitakan. Belum lagi, meski banyak yang mulai bertanya dan terlihat sepi peminat, investor masih wait and see untuk melakukan komparasi. (Teti Purwanti)

 
Sumber: