Berita

Pasar Properti Menuju Tren Positif, Ini Faktor Pendorongnya

Administrator | Selasa, 17 Maret 2020 - 11:15:47 WIB | dibaca: 50 pembaca

Foto: Istimewa

JAKARTA - Konsultan properti Coldwell Banker Indonesia menyatakan bahwa kondisi industri properti di Indonesia perlahan-lahan mulai menunjukkan ke arah tren yang semakin positif meski dihadapkan pada berbagai tantangan seperti penyebaran virus corona.

Managing Partner of Strategic Advisory Coldwell Banker Tommy Bastami mengatakan bahwa secara umum pihaknya melihat adanya sentimen pasar yang lebih positif dalam dua tahun terakhir ini.

"Walaupun belum dikatakan pulih seperti pada kondisi normal," ujar Tommy, Selasa (10/3/2020).

Dia menjelaskan bahwa tren yang baik ini tercermin pada tingkat penyerapan di subsektor perkantoran dan residensial. Di subsektor perkantoran, imbuhnya, penyerapan tahunan terus menunjukkan peningkatan.

Dalam catatan Coldwell, permintaan pasar perkantoran sepanjang tahun lalu mencapai sekitar 182.000 meter persegi atau meningkat 23,8 persen jika dibandingkan pada 2018. Penyerapan terjadi paling banyak tercatat pada kuartal I/2019.

Sejalan dengan itu, Coldwell juga mencatat bahwa tingkat penyerapan juga seiring dengan tingkat pasokan yang cenderung terbatas.

"Walaupun demikian, hal itu belum bisa menaikan harga sewa karena rata-rata tingkat hunian yang terbilang masih rendah," ujarnya.

Data Coldwell mencatat bahwa pada kuartal IV/2019, rata-rata harga sewa berada di kisaran Rp202.800 per meter persegi per bulan atau mencatatkan kenaikan 0,5 persen jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Sementara di subsektor residensial, Tommy juga melihat adanya sentimen positif yang tercermin dengan mulai diluncurkannya beberapa proyek di kelas menengah ke atas hingga kelas atas.

Hal ini menunjukkan kepercayaan diri para pengembang jika dibandingkan aktivitas sebelumnya yang hanya fokus menyasar pasar residensial yang didominasi oleh kelas menengah hingga menengah ke bawah. 

Meskipun demikian, Tommy mencatat bahwa tren positif itu tidak dibarengi dengan tingkat transaksi sektor properti yang lebih kuat.

"Walaupun sentimen pasar sudah lebih positif, tapi belum seluruhnya terkonversi ke dalam bentuk transaksi, sehingga penyerapan walaupun positif tapi masih ditingkat yang rendah," ujarnya.

Hanya saja, Tommy meyakini bahwa keberlanjutan sentimen positif ini dapat terus berlangsung sehingga kinerja pasar properti akan terus membaik.

Secara terpisah, Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida memandang bahwa pergerakan sektor properti ke arah yang lebih positif sudah mulai terlihat apalagi didorong dengan adanya omnibus law.

"Kalau menurut saya, dengan adanya omnibus law ini memang pihak investor sudah intens masuk baik lokal atau asing," ungkapnya.

Sumber: