INFO DPD REI

Pasar Properti Lancar Asal Izin Maksimal

Administrator | Kamis, 23 Mei 2019 - 10:25:51 WIB | dibaca: 169 pembaca

Foto: Istimewa

Animo warga negara asing (WNA) sangat tinggi untuk memiliki properti di Batam, seperti apartemen. Bahkan diprediksi usai pameran REI Expo 2019 yang ditutup pada Minggu (6/5) lalu, penjualan properti akan meningkat.

Dalam pameran tersebut, sebanyak sembilan unit properti berupa apartemen dan rumah seharga ratusan juta hingga miliaran laku terjual. Unit-unit properti tersebut berasal dari Oxley, Pollux Habibie, Agung Podomoro, dan Citra.

”Total penjualan mencapai Rp 68 miliar. Tercapai juga target. Dan yang paling menggembirakan, banyak apartemen terjual dalam pameran ini,” ujar Ketua DPD REI Khusus Batam, Achyar Arfan, Senin (6/5).

Untuk mendorong semakin tumbuhnya minat WNA terhadap properti di Batam, Achyar mengatakan baik Badan Pengusahaan (BP) Batam maupun Pemerintah Kota (Pemko) Batam harus mampu melayani perizinan secara optimal.

Achyar menyebut perizinan di BP sudah mulai bagus, terutama Izin Peralihan Hak (IPH) yang sudah bisa dilayani secara online. Namun untuk fatwa planologi memang sudah semakin membaik, tapi masih ada sekitar enam atau tujuh fatwa yang belum terbit.

”Fatwa planologi, mungkin masih ada enam atau tujuh dokumen yang belum keluar. Ini sudah lama sekali, sudah tahunan tapi belum keluar juga,” paparnya.

Ia memprediksi bahwa saat ini mungkin belum akan ada perubahan terkait keluhan soal perizinan tersebut. Penyebabnya karena BP masih menunggu perubahan struktural di tingkat pimpinan.

”Memang ada rencana pelayanan satu atap yang menggabungkan Imigrasi, pertanahan, perpajakan, tapi belum ada kemajuan karena masih menunggu pergantian Kepala BP,” jelasnya.

Terpisah, Principal Promax Batam City, Pandu Dinata, menyebut penetapan pimpinan BP Batam masih menjadi pertimbangan bagi developer dalam menghimpun dananya.

”Ini yang membuat pebisnis dan pemilik modal masih menunggu dan melihat apa keputusan pemerintah pusat,” ungkapnya.

”Setelah tahu (pimpinan BP Batam, red), maka pebisnis bisa berencana untuk menaruh modalnya, apakah di aset atau di bisnis,” sambungnya.
 
Sumber: