TOPIK UTAMA

Nih Dia, Negara Yang Komit Terlibat di IKN

Administrator | Senin, 31 Oktober 2022 - 10:01:15 WIB | dibaca: 53 pembaca

Foto: Kementerian PUPR

Pemerintah akan memulai pembangunan infrastruktur dasar Ikn Nusantara pada Agustus 2022 mendatang. Lelang pembangunan pun sudah mulai dilakukan. Di tahap awal akan dibangun infrastruktur dasar seperti konektivitas jalan, penyediaan air baku, drainase, dan sebagainya. Dilanjutkan dengan pembangunan istana kepresidenan dan kantor kementerian.
 
Dana keseluruhan yang dibutuhkan untuk pembangunan IKN Nusantara diperkirakan sekitar Rp500 triliun-Rp600 triliun ber-sumber dari APBN, sedangkan sisanya mengandalkan skema pembiayaan lain termasuk investasi baik investor lokal maupun investor asing. 

Beberapa negara secara resmi juga sudah menyatakan kesiapan untuk terlibat di IKN Nusantara. Sebut saja Korea Selatan dan Uni Emirat Arab (UEA). 

Pemerintah melalui Kementerian Pekejaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan kerja sama dengan Korea Selatan dalam pembangunan IKN.
 
Assistant Minister for Road, Ministry of Land, Infrastructure and Transport, Korea Selatan Lee Yoon-Sang menyampaikan pihaknya segera melakukan technical study ke IKN sebelum dilakukan pembangunan pada Agustus mendatang.
 
“Para direksi dan peneliti kami akan ikut ke lokasi untuk menggali lebih banyak ekspansi kolaborasi antara kedua negara,” kata Lee Yoon-Sang di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (20/6/2022). 

Dari kerja sama tersebut setidaknya terdapat tiga hibah untuk mendukung pembangunan infrastruktur dasar di IKN Nusantara antara lain terkait feasibility study (FS) dan Basic Design Immersed Tunnel Teluk Balikpapan (Jalan Tol Akses IKN), pembentukan Manajemen Konstruksi Digital dan Hijau di Indonesia, serta pembentukan Sistem Informasi Jalan Tol di Indonesia. 

Selain itu, ada pula kerja sama hibah antara Indonesia dan Korea Selatan yang saat ini sedang berlangsung, yaitu Manajemen Terpadu untuk Structural Health Monitoring System (SHMS) untuk jembatan nasional di Indonesia dan penyusunan Master Plan dan Pilot System Intelligent Transport Systems (ITS) untuk Area Metropolitan Jakarta. 

Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyebutkan negara lain yang tertarik untuk mendanai pembangunan IKN Nusantara adalah Uni Emirat Arab. Menurutnya, ne-gara tersebut memiliki komitmen untuk melakukan pendanaan di IKN Nusantara sekitar USD20 bilions atau kurang lebih sekitar Rp300 triliun. 
“Tidak perlu ada keraguan, itu sudah ada (komitmen),” jelasnya di Surakarta, Rabu (6/7/2022).

Sementara keseluruhan dana yang dibutuh-kan untuk pembangunan IKN Nusantara diper-kirakan sekitar Rp500 triliun-Rp600 triliun. 

Bahlil menyebut proyek pembangunan IKN Nusantara juga cukup menarik dan membuka banyak peluang investasi bagi investor swasta di dalam negeri. 

Komitmen UEA 
Terkait komitmen UEA, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mem-benarnya. Menurutnya, pengusaha Uni Emirat Arab siap untuk berinvestasi di Indonesia teru-tama di IKN. 

Hal ini disampaikan Erick saat mendampingi Presiden Joko Widodo berdialog dengan sejum-lah investor dan pengusaha di Hotel Emirates Palace, Abu Dhabi, UEA, Jumat (1/7/2022).
 
“Alhamdulillah dalam pertemuan Bapak Presiden dengan beberapa perusahaan investasi dari Abu Dhabi tadi mereka sangat optimistis bekerja sama dalam beberapa proyek yang bisa disinergikan antara UAE dengan Indonesia,” kata Erick dalam keterangan tertulisnya. 

Pengusaha yang hadir dalam pertemuan dengan Jokowi antara lain National Security Advisor Sheikh Tahnoun bin Zayed Al Nahyan, CEO Abu Dhabi Holding Mohamed Hassan Al Suwaidi, dan Executive Director Lulu Group Ashraf Ali. 

Menurut Erick, ada empat poin yang men-jadi pembahasan utama dalam pertemuan tersebut. Yakni kerja sama di bidang logistik udara dan IKN Nusantara. Lalu pembangunan wisata laut dalam konteks ekonomi biru serta perbandingan kebijakan keuangan Indonesia dengan banyak negara. 

Sebelumnya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengklaim sudah banyak investor yang berminat dalam pembangunan IKN, bahkan sudah bertanya soal investasi di IKN. “Investor sudah banyak yang menanyakan dan mungkin sebentar lagi kita akan bertemu,” ujarnya Senin, (13/6 2022). 

Namun, diakui para investor tersebut masih menunggu perihal payung hukum investasi di IKN. Suharso juga telah menyam-paikan persoalan tersebut kepada Presiden Joko Widodo. 

Diketahui, Badan Otorita IKN juga telah menyiapkan kemudahan perizinan dan insen-tif perpajakan bagi para investor pelopor yang berinvestasi di megaproyek tersebut. 
Dijelaskan, ada beleid yang mengatur pemberian insentif dan desentif kepada para investor. Insentif tersebut, kata Suharso, terma-suk insentif fiskal dan nonfiskal. (Rinaldi)

Sumber: