Kilas Berita

MRT Jakarta Cari Sumber Pendanaan Koridor Fase 1

Administrator | Senin, 20 Januari 2020 - 10:49:16 WIB | dibaca: 113 pembaca

Foto: Istimewa

Direktur Utama PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, William Sabandar mengatakan, pihaknya sedang mencari sumber pendanaan untuk mendanai pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Koridor Timur-Barat Fase 1 (Kalideres-Ujung Menteng). Sebab, dana yang dibutuhkan membangun koridor diprediksikan mencapai Rp 53 triliun.

“Rute Kalideres-Ujung Menteng ini disebut inner Jakarta dengan panjang 31,7 km. Butuh dana kira-kira US$4 miliar atau dengan kurs saat ini (Rp14.000/US$) sekitar Rp53 triliun,” ungkapnya di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut dia, perkiraan tersebut dikutip berdasarkan Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration (JUTPI). Dokumen tersebut merupakan hasil rekomendasi teknis (feasibility studies) yang diinisiasi oleh Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) dan pemerintah Indonesia pada 2013.

Untuk tahap awal, MRT Jakarta akan fokus pada rute di dalam kota (inner Jakarta). Jika Pemprov DKI setuju, pembangunan koridor Timur-Barat inner Jakarta akan dibagi menjadi dua tahapan, yaitu stage I Kalideres-Cempaka Baru sepanjang 20,1 km dan stage II Cempaka Baru-Ujung Menteng 11,6 km.

William menargetkan pembangunan koridor Timur-Barat dimulai tahun depan. Dengan demikian, pembangunan rute Kalideres-Ujung Menteng akan dilakukan secara bersamaan atau paralel dengan fase II Bundaran Hotel Indonesia-Kota.

“Pak Presiden sudah memberikan dukungan agar MRT Jakarta meneruskan koridor Timur-Barat. Mau tak mau, harus berani mulai secepatnya. Jadi, bukan nunggu fase II selesai, baru jalan yang berikutnya. Tidak seperti itu,” ungkapnya.

Lantaran besarnya dana yang dibutuhkan, MRT Jakarta mengaku skema pembiayaan koridor Timur-Barat tidak bisa menggunakan strategi pinjaman antar pemerintah (G to G) seperti koridor Utara-Selatan fase I dan II.

“Mekanisme pendanaan tak bisa hanya mendasarkan pinjaman pemerintah seperti Koridor Utara-Selatan Fase 1 dan 2. Kami akan cari sumber pendanaan lain, dari pemerintah atau pinjaman luar negeri dalam bentuk direct landing atau pinjaman langsung dengan jaminan dari pemerintah,” ucap pria yang akrab disapa Willi ini.

Hingga saat ini, lanjut Willi, sudah ada tiga lembaga keuangan internasional yang berminat memberikan pinjaman untuk membiayai pembangunan koridor ini. Ketiga lembaga itu yakni JICA, Asian Development Bank dan Asian Infrastructure Investment Bank. PT MRT Jakarta mengaku cukup intens berkomunikasi dengan ketiga lembaga ini perihal pendanaan pembangunan MRT Fase 3 atau koridor Timur-Barat Fase 1.

Namun, lanjut Will, ketiga lembaga ini membutuhkan penjaminan dari pemerintah. Penjaminan ini mungkin dilakukan sebagaimana Penjaminan Kementerian Keuangan untuk pinjaman PLN dan penjaminan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia terhadap pinjaman PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation. (Rinaldi)