Kilas Berita

Menteri Basuki Tokoh Favorit Indonesia Awards 2019

Administrator | Selasa, 02 Juni 2020 - 14:39:25 WIB | dibaca: 43 pembaca

Istimewa

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menerima penghargaan sebagai Tokoh Favorit dalam acara iNews Indonesia Awards 2019 yang diselenggarakan di MNC Tower, beberapa hari lalu. Penghargaan diberikan atas perannya bagi kemajuan Indonesia.

“Tapi saya curiga, mungkin saya mendapatkan penghargaan ini sebagai drummer, bukan sebagai Menteri PUPR, karena kategorinya tokoh favorit,” kelakar Menteri Basuki saat menerima penghargaan yang diserahkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafrudin yang sekaligus menjadi Ketua Dewan Juri Indonesia Awards 2019, baru-baru ini.

Penghargaan Tokoh Favorit berdasarkan voting yang dilakukan di media sosial iNews dan Juri yang diketuai oleh Menteri PANRB Syafrudin dan Mahfud MD sebagai juri kehormatan.

Menteri Basuki mendedikasikan penghargaan ini kepada keluarga besar Kementerian PUPR. Menurut dia, penghargaan ini akan menjadi pengingat dalam melaksanakan tugas-tugas Kementerian PUPR ke depan. Dia juga berterima kasih kepada direksi MNC dan iNews serta dewan juri Indonesia Awards 2019.

Indonesia Awards merupakan penghargaan yang diberikan oleh iNews kepada lembaga pemerintah, non-pemerintah maupun perorangan yang telah berkontribusi dan konsisten dalam membangun negeri. Program penghargaan ini mulai diselenggarakan sejak 2017.

Dikutip dari Republika.co.id, Basuki Hadimuljono lahir pada 5 November 1954 di Surakarta, Indonesia. Ayahnya adalah seorang anggota TNI Angkatan Darat (AD). Basuki kecil sering berpindah-pindah tempat. Hal ini dikarenakan pekerjaan ayahnya sebagai pengawal negara.

Pada 1963-1968, ayahnya bertugas di Palembang, Sumatera Selatan. Basuki menghabiskan masa-masa sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kota tersebut.

Sebelum tamat SMP di Palembang, Basuki harus pindah ke Irian Jaya (sekarang Papua). Mau tak mau, dia pun harus berpindah sekolah lagi dan beradaptasi dengan teman serta lingkungan barunya di sana.

Sebelum lulus Sekolah Menegah Atas (SMA), Basuki remaja harus pindah ke Surabaya. SMA Negeri 5 Surabaya adalah tempat dia menyelesaikan pendidikan menengah atas.

Basuki meraih gelar Sarjana (S1) Teknik Geologi dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada 1979. Kemudian dia melanjutkan Magister (S2) dan Doktor (S3) Teknik Sipil di Colorado State University, USA mengambil bidang pengairan. Basuki memperoleh beasiswa S2 dan S3 tersebut dari Departemen Pekerjaan Umum, tempat di mana dia bekerja dan mengabdi hingga sekarang. (Rinaldi)