TOPIK KHUSUS

Masa Transisi, Sipetruk Ditunda Hingga Akhir Tahun

Administrator | Kamis, 02 September 2021 - 14:35:11 WIB | dibaca: 85 pembaca

Foto: Istimewa

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Pusat Pengelola Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) sepakat menunda penerapan aplikasi sistem pemantauan konstruksi (sipetruk) hingga akhir desember 2021. Semula aplikasi ini direncanakan berlaku efektif per 1 juli 2021.

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin menjelaskan diberlaku- kannya masa transisi tersebut adalah untuk memperkaya data aplikasi SiPetruk yang menerapkan Artificial Intelegency (AI). Dengan menggunakan AI, lanjut dia, tentunya SiPetruk membutuhkan banyak informasi sebagai database teknologinya sesuai standar yang digunakan.

“Hal ini yang menjadi salah satu pertimbangan kami dan memutuskan bahwa aplikasi SiPetruk perlu untuk dilakukan masa transisi. Namun, Direktorat Bina Konstruksi telah memberikan SKT (Serifikat Keterampilan) kepada hampir 7.000 tenaga konstruksi di Indonesia. Ini harusnya sudah dapat mendukung pelaksanaan SiPetruk, karena relatif 1:1 apabila kita melihat data jumlah pengembang yang terdaftar di SiKumbang (Sistem Kumpulan Pengembang) yang mencapai 9.000,” tegas Arief dalam keterangannya kepada pers, Rabu (30/6/2021).

Atas kondisi tersebut, dia menghimbau kepada seluruh bank pelaksa- na penyalur KPR Sejahtera FLPP Tahun 2021 untuk tidak mensyaratkan terlebih dahulu kelengkapan SiPetruk kepada para pengembang di masa transisi tersebut. “Rumah yang dibangun di Juli adalah rumah yang menggunakan SiPetruk, namun untuk tahap awal ini tidak menggugurkan,” tegas Arief.

Akhir 2019 lalu, PPDPP meluncurkan aplikasi SiPetruk guna me- mantau kualitas hunian rumah subisidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diperuntukkan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dalam beberapa kesempatan, Arief Sabaruddin me- mastikan aplikasi SiPetruk tidak akan menghambat progres kerja pengembang perumahan.

“Fungsi pengawas pada aplikasi SiPetruk hanya sebatas mem- bimbing pengembang untuk mengisi ketentuan yang telah diterapkan oleh sistem yang ada pada SiPetruk. Sistem yang dirancang dalam SiPetruk akan dapat  mengakomodir seluruh kondisi di lapangan, seperti contoh ada kasus kondisi pengembang yang membangun pe- rumahan di area tanah gambut maka akan diterapkan ketentuan yang berbeda,” jelas Arief.

Di sisi lain, dia menyebutkan bahwa aplikasi SiPetruk prinsipnya ditujukan untuk membantu pengembang. PPDPP membantu pengembang untuk mengawasi kontraktor yang ditunjuk pengembang melalui aplikasi SiPetruk.“Harapan ke depan, SiPetruk dapat mensubtitusi SLF (Sertifikat Laik Fungsi),”kata Arief. 

Menurutnya, aplikasi yang diciptakan oleh PPDPP ini juga dilakukan untuk mengurangi berbagai persoalan (bottleneck) dalam bisnis proses  rumah  subsidi. Arief mencontohkan aplikasi SiKasep yang ditujukan untuk menja- wab  temuan  Badan  Pemeriksa  Keuangan (BPK) dimana banyak konsumen memindah tanganan rumah kepada pihak lain Sedangkan aplikasi Sikumbang digunakan untuk memasti- kan rumah yang dipasarkan yang melindungi konsumen.

“Sipetruk ini bertujuan untuk membantu perbaikan tata kelola dan pengawasan oleh Pemda,”ujar Arief.

Pengembang Apresiasi
Wakil Ketua Umum Koordinator DPP Real- estat Indonesia REI), Moerod, mengatakan dengan adanya masa transisi ini, maka aplikasi SiPetruk dijamin tidak akan menjadi persyaratan Akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi di bank pelaksana sampai dengan akhir Desember 2021, terutama bagi pembangunan rumah yang dimulai sebelum 1 Juli 2021.

“Alhamdulillah, Pak Dirut PPDPP telah sepakat bahwa masa transisi dan ujicoba aplikasi SiPetruk mulai dari 1 Juli sampai dengan akhir Desember 2021. Berdasarkan keterangan dari Dirut PPDPP, rumah yang dibangun sebelum juli tidak perlu SiPetruk. Namun rumah yang sudah dibangun sejak juli tetap menggunakan aplikasi SiPetruk,”ungkap dia seperti dikutip dari Industriproperti.com.

Moerod juga menjelaskan bahwa dengan adanya masa transisi aplikasi SiPetruk sampai dengan akhir Desember 2021, pengisian data- base akan tetap dilakukan untuk memperkaya penggunaan aplikasi ini ke depannya.

REI menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada Kementerian PUPR dan PPDPP atas keputusan penting ini. Moerod juga mengungkapkan komitmen  anggota REI di seluruh Indonesia untuk membangun rumah subsidi yang berkualitas.

“Kami sampaikan apresiasi kepada Kemen- terian PUPR, khususnya Staf Khusus Menteri PUPR Bapak Iskandar Saleh, Direktur Utama PPDPP Prof Arief Sabbarudin, Direktur Rumah Umum dan Komersial (RUK) Bapak Fitrah Nur, dan pak Khresna dari RUK,”kata Moerod.

Informasi yang diperoleh, langkah transisi aplikasi SiPetruk hingga akhir Desember 2021 ini diambil oleh pemerintah setelah melihat bahwa tingkat kelulusan dari pelatihan bimbingan teknis tenaga pengawas manajemen konstruksi kurang dari 60 persen. Selain itu masih adanya gangguan pada jaringan internet di beberapa daerah seperti Papua.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP REI bidang Pembiayaan dan Perbankan Syariah Royzani Sjachril dalam se- buah webinar mengatakan jika penerapan SiPetruk dilakukan pada pertengahan tahun 2021 maka dipastikan menuai beberapa ham- batan bagi pengembang.

\Misalnya kenaikan harga lahan bangunan hampir di seluruh Indonesia, dan adanya bebe- rapa Pilkada di berbagai daerah. Kondisi ini bakal mengubah sistem dan regulasi perizinan dan menghambat lokasi dari beberapa proyek yang akan diluncurkan pengembang.

Adanya SiPetruk, kata Roy, akan semakin memperlambat peluncuran  produk pengem- bang sehingga  mengurangi Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Situasi itu akan menganggu pertumbuhan ekonomi di setiap daerah,” kata dia. (Rinaldi)
 
Sumber: