E-MAGAZINE

Majalah REI - MEI 2021

Administrator | Kamis, 01 Juli 2021 - 15:06:01 WIB | dibaca: 190 pembaca

Keadilan di Sektor Perumahan


Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua


Akhir tahun lalu, dalam sebuah webinar yang diadakan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI), Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin meminta perbankan untuk memberikan kemudahan kredit bagi pekerja informal. Selama ini, para pekerja informal kesulitan mendapatkan persetujuan KPR dari bank karena dianggap tidak bankable.

Pernyataan itu tentu bukan sekadar peringatan yang keluar begitu saja dari seorang wakil presiden, tetapi sebuah dorongan agar pembiayaan perumahan dibuka lebih luas kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya di segmen menengah bawah. Apalagi, pekerja sektor informal ini mewakili 60% dari total pekerja di Indonesia. Bahkan di masa pandemi banyak pekerja formal yang terpaksa harus di-PHK dan kini beralih bekerja di sektor informal.

Pekerja informal merupakan pekerja yang statusnya memiliki usaha sendiri dan pekerja bebas seperti para wirausahawan, pedagang kaki lima, sopir angkot, tukang becak, buruh lepas dan sebagainya. Mereka ini adalah tulang punggung ekonomi yang dapat diandalkan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional di tengah “badai” pandemi.

Realestat Indonesia (REI) sebagai asosiasi pengembang menyambut baik semangat untuk membuka akses pembiayaan perumahan secara lebih luas kepada masyarakat. Selain memberikan rasa keadilan kepada seluruh rakyat, terobosan ini juga menjangkau pasar yang lebih luas sehingga bukan hanya pekerja formal saja yang bisa menikmati program subsidi perumahan dari pemerintah. 

Jangan dilupakan pula, bahwa mayoritas pekerja informal ini adalah generasi milenial yang di tengah kemajuan teknologi digital saat ini mereka lebih memilih untuk bekerja sendiri dibandingkan bekerja di kantor. 

Seperti diketahui, milenial merupakan salah satu kelompok masyarakat yang mendominasi populasi penduduk Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, sekitar 25,8% dari total 270,20 juta penduduk Indonesia adalah milenial berusia 24-39 tahun, dan ke depan dipastikan akan menjadi kekuatan pasar yang cukupn potensial. 

Pekerja informal terlebih kelompok milenial ini secara finansial sebenarnya mereka mampu mencicil, namun terkendala persyaratan di perbankan untuk mendapatkan KPR. Generasi muda ini perlu terus diedukasi terhadap pentingnya membeli rumah, karena selama ini penghasilan dan tabungan mereka lebih banyak digunakan untuk hiburan termasuk travelling. Kelompok milenial juga membutuhkan skim pembiayaan KPR khusus untuk menarik minat mereka membeli rumah.

Untuk itu, REI berharap ada diskusi  yang melibatkan semua stakeholder dari pemerintah, perbankan, BI, OJK serta asosiasi pengembang untuk segera mencari solusi kebijakan terbaik agar pekerja sektor informal ini dapat memiliki akses kepada kredit perumahan termasuk KPR bersubsidi.

Selain pentingnya usaha mendorong akses pembiayaan yang sama bagi pekerja informal, di edisi ini kami juga menyoroti sinyal positif yang terjadi di industri properti di kuartal I-2021.

Stimulus dan insentif yang diberikan pemerintah untuk sektor properti tampaknya mulai memengaruhi penjualan properti. Sejumlah pengembang terutama yang bermain di segmen hunian menengah mengungkapkan peningkatan penjualan selama periode Maret-April 2021.

Bahkan REI menyebutkan penjualan properti mengalami peningkatan hingga 15% pada periode Maret-April 2021, dibandingkan periode Januari-Februari 2021. 

Kondisi ini memberi harapan kepada pelaku usaha bahwa pasar akan segera bangkit, meski pun pandemi Covid-19 masih membayangi. Tetapi setidaknya ada secercah perbaikan yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha properti. Apalagi merujuk data BTN House Price Index (HPI), juga telah terjadi kenaikan harga hunian di segmen komersial pada kuartal I-2021. Semoga saja pasar properti terus membaik.

Pembaca yang budiman, melalui edisi Mei 2021 ini kami segenap Redaksi Majalah RealEstat Indonesia juga ingin menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, Mohon Maaf Lahir dan Batin”. Sekali lagi, semoga kebaikan selalu menaungi kita semua, Keluarga Besar REI di seluruh Tanah Air.


Drs. Ikang Fawzi, MBA
Pemimpin Redaksi