E-MAGAZINE

MAJALAH REI - AGUSTUS 2021

Administrator | Senin, 16 Agustus 2021 - 09:51:43 WIB | dibaca: 269 pembaca

Tebarkan Selalu Optimisme


Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua


Pandemi sudah lebih dari 1,5 tahun menyelimuti kehidupan manusia termasuk di Indonesia. Seluruh sektor bisnis juga berimbas tidak terkecuali pasar properti. Penjualan tertekan, demikian juga harga tertahan karena daya beli masyarakat yang melemah. 

Namun dalam kondisi kelesuan tersebut, pelaku industri properti perlu untuk terus menebar optimisme ke pasar. Perpanjangan stimulus dan insentif dari pemerintah menjadi salah satu trigger untuk menarik minat konsumen properti terutama first home buyer.

Seperti diketahui, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk mendorong sektor properti diantaranya diberlakukan PPN yang ditanggung pemerintah. Sebelumnya Bank Indonesia (BI) juga telah memberlakukan relaksasi loan to value/financing to value (LTV/FTV) yang memungkinkan calon konsumen bisa membeli properti tanpa membayar uang muka alias down payment (DP) nol persen. 

Kedua insentif ini bakal berakhir 31 Desember 2021 dan belum ada kepastian apakah akan dilanjutkan atau tidak. Inilah momentum pertama bagi konsumen untuk membeli properti khususnya hunian sekarang juga.

Momentum kedua adalah saat ini mayoritas pengembang menahan laju kenaikan harga huniannya, bahkan sangat gencar memberi promo, cashback maupun hadiah menarik bagi pembeli produknya.

Ya, dalam situasi pandemi dan pertumbuhan ekonomi yang kurang baik menaikkan harga properti tentu bukan langkah tepat, karena pasti tidak akan dilirik konsumen. Selain itu ada persaingan pasar diantara pengembang sendiri untuk mencari pembeli.

Sebaliknya, saat ini pengembang justru memberikan banyak promo, subsidi, hadiah, dan berbagai cara untuk membangkitkan minat konsumen. Memang betul sekali bahwa harga properti sekarang adalah yang terbaik. Sudah bebas PPN, konsumen juga masih mendapat promo atau potongan harga dari pengembang. Ingat, saat pasar properti pulih maka harga otomatis akan naik!

Di sisi lain, kita juga melihat dukungan penuh dari perbankan. Hal itu karena bank menganggap sekarang kredit yang paling aman adalah kredit pemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA). Jadi banyak kemudahan yang sekarang diberikan bank untuk konsumen properti, termasuk suku bunga yang menarik.

Untuk itu, kita perlu terus mengedukasi masyarakat untuk menangkap momentum dan peluang ini terlebih first home buyer dan milenial.  Karena peluang itu tidak datang sewaktu-waktu. Butuh optimisme untuk mampu mencari yang terbaik dalam situasi apapun. Oleh karena itu, optimisme harus terus ditebar!
 
Di edisi ini, kami juga turunkan kemungkinan rumah subsidi harus memiliki sertifikat bangunan hijau. Tujuan dari kebijakan ini sebenarnya baik karena ke depan memang kita harus menyatukan diri dengan alam, merawat dan menjaga ekosistem yang ada. 

Selain itu, kalau seandainya hunian di segmen menengah atas bisa melakukan konsep ini, maka seharusnya yang menengah bawah juga ada pola yang memungkinkan konsep bangunan hijau ini bisa diterapkan.

Untuk itu, mari kita duduk bersama dengan melibatkan semua stakeholder perumahan rakyat agar ditemukan pola dan kebijakan yang tepat bahkan jika perlu dapat dibentuk kelompok kerja (Pokja). Yang perlu diingat bahwa harga rumah subsidi sudah dibatasi harga jualnya, sehingga insentif dari pemerintah penting terutama untuk memperoleh sertifikat bangunan hijau. 

Akhirnya, di bulan yang sakral bagi bangsa Indonesia ini kami ingin mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-76, semoga negara kita kuat dan tangguh melewati masa-masa sulit pandemi ini.  Tetap sehat dan tebarkan selalu optimisme!


Drs. Ikang Fawzi, MBA
Pemimpin Redaksi