Kilas Berita

Kuartal II, BP Tapera Fokus Lakukan Pemutakhiran Data

Administrator | Senin, 26 September 2022 - 11:17:48 WIB | dibaca: 75 pembaca

Foto: Istimewa

Setelah berhasil mencapai target di Kuartal I-2022, Badan Pelaksana Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersiap untuk kembali membuat gebrakan di Kuartal II-2022 ini. Salah satu strateginya adalah dengan melakukan pemutakhiran data peserta.

“Di kuartal II ini, BP Tapera akan fokus pada pemutakhiran data, selain penguatan kerjasama dengan stakeholder, memastikan kualitas bangunan rumah yang dibangun serta meluncurkan produk Tapera Syariah yang ditargetkan pada pertengahan tahun 2022 nanti,” kata Komisioner BP Tapera Adi Setianto kepada wartawan di Jakarta, baru-baru ini.

Tercatat per 20 April 2022, sebanyak 1.052.318 peserta Tapera telah melakukan pengkinian data. Saat ini BP Tapera memiliki total peserta Tapera aktif sebanyak 3.874.548, yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga Lembaga Nonstruktural (LNS).

Untuk mengejar data yang tersisa, kata Adi Setianto, BP Tapera menggelar Program “Gelegar Rejeki Tapera” untuk mendorong kesadaran dan kepedulian peserta dalam melakukan pemutakhiran data kepesertaannya.

“Program ini berlangsung hingga Januari 2023 mendatang, dan menargetkan 80% peserta untuk turut aktif melakukan pemutakhiran. Para peserta dapat melakukan pengkinian/update data secara mandiri melalui portal kepersetaan Tapera di sitara.tapera.go.id,” jelasnya. Selain itu, BP Tapera di pertengahan tahun 2022 mendatang juga akan meluncurkan Tapera Syariah sebagai produk barunya untuk mengakomodir peserta Tapera yang menginginkan prinsip syariah.

Penerapan skema syariah ini dilakukan dalam hal pemupukan dana berdasarkan rekomendasi Penasihat Komisioner Bidang Perumahan dan Pembiayaan Perumahan (Dewan Pengawas Syariah/DPS) yang menetapkan peraturan pengelolaan Dana Tapera dengan prinsip syariah untuk setiap proses bisnis pengerahan, pemupukan, dan pemanfaatan dana serta proses monitoring dan evaluasi.

Menurut Adi Setianto, capaian target kuartal I-2022 yang berhasil diraih BP Tapera adalah berupa pengembalian tabungan PNS Pensiun dengan total dana pengembalian senilai Rp2,33 triliun untuk 481.982 peserta, dan 222 minat akad pembiayaan rumah KPR sebagai fasilitas pemanfaatan dana peserta.

Sementara dalam hal penyaluran dana FLPP, realisasi kuartal I-2022 (per 31 Maret 2022) mencapai 45.777 unit rumah senilai Rp5,08 triliun, atau 22,89 persen dari target 2022.

“Capaian penyaluran tersebut juga berarti telah melebihi dari Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan pada kuartal I-2022 dengan capaian 20,26%,” ungkapnya.

Tembus 1 Juta Debitur
Sementara itu, selama periode 2010-2022 penerima manfaat dana FLPP dilaporkan sudah menembus angka 1 juta debitur. Tercatat, total realisasi dana FLPP dari tahun 2010 hingga 20 April 2022 telah mencapai 1.000.609 debitur dengan nilai Rp81,51 triliun.

Penyaluran terbanyak dilakukan oleh BTN sebesar 729.522 unit atau setara dengan 72, 91%, disusul BNI sebanyak 60.755 unit atau 6,07%, BSI sebanyak 49.402 unit atau 4,94%, BRI sebanyak 25.932 unit atau 2,59% dan sisanya dari 43 bank penyalur lainnya.

Dalam kurun waktu 13 tahun penyaluran dana FLPP, Provinsi Jawa Barat mendominasi penyaluran dana FLPP sebesar 30,12% dari total penyaluran atau sebanyak 315.966 unit. Disusul Provinsi Banten sebanyak 82.526 unit, kemudian Provinsi Jawa Timur sebanyak 63.269 unit, Provinsi Sumatera Utara sebanyak 53.273 unit dan Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 51.017 unit.

Penerima manfaat dana FLPP terbanyak berada di rentang usia 26-30 tahun dengan jumlah 308.930 unit, disusul usia 19-25 tahun sebanyak 222.242 unit, kemudian rentang usia 31-35 sebanyak 211.961 unit, lalu rentang usia 36-40 tahun sebanyak 129.520 unit serta sisanya di atas 40 tahun sebanyak 127.956 unit.

Penerima manfaat dana FLPP dengan latar pekerjaan swasta sebanyak 737.292 unit, PNS sebanyak 109.419 unit, wiraswasta 81.150 unit dan lainnya 35.377 unit.

Adi Setianto menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada stakeholders perumahan yang selama ini telah mendukung pelaksanaan program FLPP. Dia berharap, dana yang disalurkan tepat sasaran dan berdaya guna bagi masyarakat berpenghasilan rendah alias MBR.

“Saya ingin mengajak masyarakat untuk semakin cerdas dalam membeli rumah bersubsidi. Pastikan semua sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, barulah dilakukan akad kredit. Rumah siap huni dengan air dan listrik yang sudah terpasang dan PSU yang memadai,” ujarnya.

Dukungan REI
Wakil Ketua Umum Koordinator DPP Realestat Indonesia (REI) Umar Husin menyatakan dukungan asosiasi terhadap kehadiran BP Tapera yang secara utuh sudah mengelola dan menyalurkan dana FLPP sejak 2022. Hal ini sekaligus momentum yang ditunggu-tunggu pengembang dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Kami menyambut baik kinerja BP Tapera ini, apalagi ada 48 bank pelaksana yang membantu menyalurkan FLPP di 2022, sehingga pengembang dan MBR mempunyai keleluasaan melakukan akad kredit,” ujar Umar.

Di sisi lain, REI juga berharap BP Tapera memastikan agar kuota FLPP di perbankan merata dan seluruh pengembang bisa mengakses ke 48 bank tersebut.

“Kami harap kuota dapat merata termasuk untuk bank daerah. Bagaimana mekanismenya tentu BP Tapera lebih tahu, namun semoga saja bisa lebih baik dari sebelumnya agar tidak ada kuota yang mubazir karena tidak digunakan,” tegas Umar. (Rinaldi)


Sumber: