INFO DPD REI

Kuartal I, Realisasi Hunian Komersial di Banten Naik 110%

Administrator | Selasa, 04 Oktober 2022 - 14:53:17 WIB | dibaca: 73 pembaca

Foto: Istimewa

Sektor properti membawa optimisme di tahun ini. Bahkan di Provinsi Banten sejak kuartal I-2022 sudah terjadi loncatan realisasi untuk properti khususnya hunian komersial (non-subsidi). Padahal di banyak daerah lain masih terjadi penyesuaian untuk segmen pasar hunian komersial ini.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Banten, Roni H. Adali melihat bahwa tahun 2022 akan menjadi awal kebangkitan industri properti pasca pandemi terutama untuk residensial. Berdasarkan data internal yang dilalukan REI Banten, pertumbuhan sudah terlihat sejak kuartal I-2022.

“Untuk rumah subsidi meningkat 25%-30%, namun yang tidak terduga hunian komersial mampu tumbuh hingga 110%,” jelas Roni kepada Majalah RealEstat Indonesia, baru-baru ini.

Menurutnya, data yang terlihat dari realisasi KPR hingga kuartal I-2022 menyebutkan bahwa 90% pembeli rumah di Banten masih didominasi pembelian dengan kredit pemilikan rumah (KPR). Adapun sisanya membeli secara tunai.

Roni menyebutkan kenaikan yang lebih dari 100% itu tidak hanya berdampak baik kepada pasar properti di Banten, namun juga pasar nasional.

“Kami optimis tahun ini sektor properti akan lebih baik, apalagi jika gelombang Covid-19 tidak ada lagi,” ungkapnya.

Menurut Roni, segmen hunian komersial bisa bertumbuh tinggi dibandingkan hunian subsidi karena di tengah kenaikan harga bahan baku bangunan, segmen komersial bisa menyesuaikan, berbeda dengan hunian subsidi yang harus menunggu aturan harga jual dari pemerintah.

Meski begitu, kenaikan realisasi pada awal tahun ini tidak menjamin sektor properti akan terus membaik hingga akhir tahun nanti. Dia menegaskan beberapa hal tetap masih harus diwaspadai terutama regulasi pemerintah yang kerap berubah-ubah dan tidak pro-pasar.

Roni mengatakan salah satu masalah yang tengah dihadapi pengembang baik subsidi maupun komersial di Banten adalah ketentuan soal Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Dia merinci semua kabupaten/kota di Banten terdampak kecuali Tangerang Selatan karena di daerah itu sudah minim lahan sawah dan sudah hunian dan area komersil semua.

“Kami menyadari hal ini terkait ketahanan pangan nasional, apalagi kami juga tahu lahan sawah mulai habis, namun kami juga berharap pemerintah tidak serta-merta dan mau mencari solusi bersama, termasuk bersama pengembang,” tegas Roni.

Pasar Rumah Subsidi
Realisasi hunian subsidi di Banten terus meningkat, bahkan sejak 2021. Bahkan pada tahun itu, Bank BTN Cilegon bisa merealisasikan akad kredit dari rumah subsidi lebih dari target yang dipasang.

“Hasil itu mengingat masih pandemi, tentu fantastis sekali,” kata Roni.

Menurutnya capaian tersebut bisa terjadi karena koordinasi dan juga kerja sama yang sudah disiapkan REI Banten dan seluruh pengembang sejak jauh-jauh hari.

Di tahun ini, REI Banten memasang target 10.000 unit rumah susbidi dengan capaian hingga kuartal I-2022 sebanyak 2.000 rumah.

Menurut Roni, pengembang REI Banten optimis target bisa tercapai karena biasanya capaian akan signifikan pada kuartal akhir, apalagi kalau ekonomi terus membaik.

“Oleh karena itu, kami berharap pemerintah segera menaikan harga jual rumah subsidi, sehingga pengembang makin semangat. Dengan harga material yang terus naik, tentu pengembang juga ingin penyesuaian (harga),” tegas Roni. (Teti Purwanti)


Sumber: