Berita

Kriteria Rumah yang Cocok bagi Milenial

Administrator | Senin, 07 September 2020 - 10:13:55 WIB | dibaca: 49 pembaca

Foto: Istimewa

Generasi milenial dipandang pengembang properti sebagai segmen potensial, bahkan di masa pandemi saat ini. Bahkan dalam peluncuran sejumlah proyek perumahan, 50 persennya merupakan konsumen kelompok milenial.
 
"Justru saat ini dari beberapa proyek yang di-launching oleh beberapa developer beberapa waktu lalu, yang sukses itu 50 persennya merupakan milenial. Appetite segmen ini masih besar dan daya beli masih ada," kata Wakil Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Bambang Eka Jaya kepada Media Indonesia, Selasa, 11 Agustus 2020.
 
Bambang menyebut pihak pengembang pun menyesuaikan desain sebagaimana kebutuhan para milenial. Termasuk dalam hal ini menyesuaikan ukuran rumah untuk wilayah perkotaan.

Para milenial umumnya lebih menyukai tinggal di rumah tapak daripada di apartemen. Bila untuk rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ketentuan luasnya sudah baku di kisaran 60 meter persegi, ukuran untuk milenial di perkotaan sekitar 35-45 meter persegi.
 
Dengan luas tanah tersebut, desain yang dibuat lebih condong kepada model vertikal dalam bentuk klaster untuk kelas menengah. Selain kenyamanan, faktor ketersediaan garasi pun menjadi poin utama segmen milenial.
 
"Untuk kelompok menengah di dalam kota harus ada transit oriented development (TOD). Kalau luar kota, ada transportasi publik yang mendukung. Itu yang harus kita atur," terang Bambang.
 
Lebih lanjut ia menekankan, dari segi pembiayaan, segmen perbankan pun harus melakukan penyesuaian agar dapat mendorong maksimal segmen ini. Perbankan dinilainya terlalu kaku dan prudent dalam menyikapi kelompok milenial.
 
Padahal, di satu sisi banyak milenial yang usianya kurang dari 30 tahun sudah berpenghasilan di atas Rp25 juta. Selain itu, usia mereka pun sebetulnya layak mendapatkan masa tenor lebih lama karena masa kerja yang lebih panjang.
 
Dalam kesempatan berbeda, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid menerangkan bahwa pemerintah berkomitmen agar masyarakat memiliki rumah, khususnya bagi kelompok milenial.
 
"Potensi segmen milenial itu besar. Pada 2019 jumlah penduduk generasi milenial Indonesia sebanyak 81 juta dan diperkirakan pada 2020 kelompok milenial mencapai 155 juta jiwa. Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan sejumlah dukungan kebijakan," jelas Khalawi.
 
Salah satunya dengan pembangunan perumahan di kawasan strategis TOD, yakni dengan menggunakan konsep rumah susun yang dekat dengan pusat kegiatan sesuai karakteristik milenial. Pihaknya juga memiliki program inovasi pembangunan perumahan komunitas dan skala besar.
 
"Ini menjangkau milenial golongan MBR nonfixed income dan skala besar meningkatkan ketersediaan rumah subsidi bagi MBR fixed income," ungkapnya.
 
Dari sisi harga, Kementerian PU-Pera telah menerbitkan peraturan menteri terkait penyesuaian harga rumah bersubsidi yang dibangun pengembang. Hal itu demi mengakomodasi variasi tingkat daya beli segmen milenial.
 
Lebih lanjut Khawali menyebutkan adanya fasilitas Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Program tersebut dapat menjadi sarana pembiayaan perumahan jangka panjang bagi milenial, sekaligus meningkatkan kesadaran sedini mungkin menabung untuk membeli rumah di masa depan.

Sumber:

https://www.medcom.id/properti/news-properti/yNLGnzgK-kriteria-rumah-yang-cocok-bagi-milenial