AKTUAL

Korea Selatan Mantap Terlibat dalam Pembangunan IKN

Administrator | Jumat, 13 Januari 2023 - 15:32:43 WIB | dibaca: 36 pembaca

Ilustrasi (Foto: KemenPUPR)

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan dan memperkuat kerja sama dengan Korea Selatan (Korsel) yang ditandai dengan perpanjangan Memorandum Of Understanding (MOU) kerja sama teknis pemindahan ibukota dan pembangunan IKN Nusantara.

Hal ini menjadi topik utama pembahasan dalam Bilateral Meeting antara Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dengan Wakil Menteri Agraria, Infrastruktur dan Transportasi Korea Selatan Lee Won-Jae di Sejong, Korea Selatan, Kamis (28/7/2022). 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan perpanjangan MoU kerja sama ini dilakukan untuk memperkuat kerja sama konkret dengan Pemerintah Korea Selatan guna mendukung pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara. 

“Dalam mempersiapkan konstruksi di IKN, kami perlu belajar dari Korea Selatan terkait sistem teknologi cerdas di IKN dan saya berharap dukungan ini dapat terwujud di bawah MOU yang akan ditandatangani saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Korea Selatan akhir Juli 2022,” kata Menteri Basuki.
 
MoU Kerja Sama Teknis Pemindahan Ibukota dan Pembangunan IKN pertama kali ditandatangani pada 25 November 2019 di Busan, Korea Selatan dan akan berakhir pada 25 November 2022 mendatang. Dengan penandatanganan Protocol to Amend MoU tersebut, maka MoU tersebut akan berlanjut hingga 2025. 

“Adapun bentuk kerja sama yang akan dilakukan yaitu pertukaran informasi, berbagi pengalaman, pengetahuan dan teknologi, peng-iriman tenaga ahli, peningkatan kapasitas, proyek percontohan, dan bentuk kerja sama teknis lainnya. Kami sangat berterimakasih atas kerjasama dan dukungan Pemerintah Korea Selatan kepada Indonesia selama ini,” urai Menteri Basuki. 

Pemerintah Korea Selatan melalui MOLIT memberikan program-program dukungan untuk pembangunan IKN diantaranya dukungan teknis untuk IKN termasuk pengiriman 25 pegawai muda PUPR untuk mengikuti pelatihan di Korea Selatan, pembangunan sistem penyediaan air bersih untuk IKN dengan kapasitas 300 liter/detik, feasibility study untuk proyek pendukung Immersed Tunnel di Teluk Balikpapan (Jalan Tol Akses IKN), proyek hibah pipeline dari KOICA, dan proyek Korea City Network (KCN).
 
“KCN tahap I telah selesai pada Juni 2021 menghasilkan smart city, smart water management, dan desain konseptual smart transportation. Pada tahap II terdapat perencanaan dan konsep perumahan dinas, rencana implementasi smart solution, dan studi kelayakan keuangan. Kami akan mengelaborasi konsep tersebut dengan perencanaan pembangunan perumahan di IKN,” tutur Menteri Basuki. 

Dia berharap dengan perpanjangan MoU kerja sama ini, maka kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan dapat lebih intensif dan lebih bermanfaat bagi kedua negara.

Tinjau Kota Cerdas 
Menteri Basuki sebelumnya juga sudah meninjau beberapa pertemuan bilateral dan tinjauan infrastruktur, termasuk Kotabaru dan Kota Cerdas (Smart City) di negeri ginseng tersebut yang dapat menjadi contoh bagus diterapkan untuk pengembangan Ibukota Nusantara. 

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Kota Khusus Otonom Sejong dan secara de facto merupakan Ibu Kota Administratif Korsel. Kota Sejong dibangun dengan filosofi desentralisasi dan pemerataan pertumbuhan. 

Kota Sejong mulai dibangun sejak 2007 dan selesai pada 2019 yang disiapkan untuk mengatasi isu kesenjangan pembangunan antar wilayah yang terpusat di Kota Seoul.
 
Kota Sejong menjadi model baru desentra-lisasi sesuai dengan era demokrasi untuk meningkatkan standar hidup masyarakat dengan konsep Kota Cerdas (Smart City) yang mengintegrasikan teknologi pada semua as-pek kehidupan. 

Menteri Basuki juga meninjau Kota Busan yang menjadi proyek percontohan pengembangan kota cerdas di Korsel selain Kota Sejong. Filosofi pembangunan Busan Eco Delta Smart City adalah menjadikan sebuah kota global, yang inovatif dan berkembang di mana alam, manusia, dan teknologi bertemu untuk kemajuan masa depan. 

Lokasi selanjutnya yang dikunjungi adalah pengembangan Kota Hijau Songsan yang merupakan pusat kota baru di wilayah Namyang-eup dan Songsan-myeon di Hwa-seong, Gyeonggi-do, Korsel yang ditargetkan selesai pada tahun 2022. 

Terakhir, Menteri Basuki melihat langsung Kota Baru Song-Do yang merupakan Distrik Bisnis Internasional di Korsel. Dikembangkan di atas lahan seluas 600 hektar dari total wi-layah suas 1.500 ha di sepanjang tepi laut Incheon, Songdo menjadi pintu gerbang ke Laut Asia Timur yang dirancang untuk hidup dan bekerja.
 
Empat Kerjasama 
Menteri PUPR mengungkapkan ada em-pat bentuk kerjasama konkret bidang infras-truktur untuk pengembangan IKN Nusantara dengan Korsel. 

Pertama, Kementerian Lingkungan Hi-dup Korsel akan membantu melalui hibah pembangunan instalasi pemurnian air dengan kapasitas 300 liter per detik. Menurut Basuki, instalasi pemurnian air di Hwaseong Water Purification Plant adalah teknologi terbaik yang sudah diaplikasikan oleh Korsel. Karenanya, air itu siap minum. 

“Sangat reliable (dapat diandalkan) karena proses pengolahan akhirnya dilakukan dengan metode ozonisasi,” kata dia. 

Kedua, pembangunan instalasi pengolah-an limbah cair untuk IKN Nusantara. Ketiga, Busan Eco Delta Smart City dan Smart Village yang pada 2019 lalu groundbreaking-nya juga dihadiri oleh Presiden Jokowi. 

Pemerintah Indonesia, kata Basuki, telah melihat progres infrastruktur tersebut setelah tiga tahun. 

Ada yang namanya smart village (kam-pung cerdas) yang sudah selesai dibangun sebanyak 86 rumah dan dihuni oleh 400 orang. Perkembangannya saat ini sedang dimonitor terus melalui implementasi 41 jenis teknologi canggih di dalam smart village tersebut. 

Di IKN Nusantara nantinya juga akan dibangun smart village yang terdiri dari 100 unit rumah sebagai proyek percontohan. Pro-yek smart village ini direncanakan dapat mulai dibangun pada 2023 dengan dukungan dari Korsel. 

Keempat, untuk menghubungkan IKN Nusantara dengan Balikpapan, nantinya akan dibangun immerse tunnel atau terowongan tabung benam yang sesuai dengan konsep kota hutan. (Rinaldi)


Sumber: