Kilas Berita

Konsep Nagara Rimba Nusa Pemenang Lomba Desain IKN Baru

Administrator | Senin, 29 Juni 2020 - 15:51:05 WIB | dibaca: 37 pembaca

Foto: Istimewa

Melalui serangkaian penjurian dan presentasi akhir di hadapan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), akhirnya terpilih lima gagasan desain kawasan Ibu Kota Negara (IKN).

Dari lima konsep gagasan itu, dewan juri memutuskan desain berkonsep “Nagara Rimba Nusantara” sebagai pemenang sayembara (juara ke-1). Desain ini dibuat oleh Urban+, perusahaan yang didirikan Sibarani Sofian dan berhak menerima piagam penghargaan dan hadiah sebesar Rp 2 miliar.

“Hari ini saya bahagia, senang dan terharu. Sudah terpilih 5 juara gagasan desain IKN yang akan membuat sejarah baru bagi Indonesia. Kita akan memulai suatu pekerjaan yang besar, yaitu memindahkan Ibu Kota Negara (IKN),”kata Basuki dalam sambutannya.

Mengutip pesan Presiden RI Joko Widodo bahwa gagasan yang dilahirkan tidak hanya baik, namun juga harus memberikan diferensiasi (pembeda) dengan negara-negara lain di dunia.

Menteri Basuki juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh peserta yang sudah ikut berpartisipasi dalam sayembara ini. Seluruhnya ada 755 peserta yang mengikuti kompetisi termasuk kepada peserta yang tidak terpilih masuk dalam nominasi.

Juara ke-2 diraih desain bertema “The Infinite City” yang berhak mendapatkan piagam penghargaan serta hadiah sebesar Rp 1,25 miliar. Juara ke-3 yakni desain bertema “Kota Seribu Galur” berhak mendapatkan piagam penghargaan serta hadiah Rp 1 miliar.

Dua finalis lainnya mendapatkan gelar juara harapan I dan harapan II. Desain bertema “Zamrud Khatulistiwa” ditetapkan sebagai juara harapan I berhak mendapatkan piagam penghargaan dan hadiah sebesar Rp 500 juta. Sedangkan harapan II adalah desain bertema “Benua Rakyat Nusantara” juga berhak mendapatkan piagam penghargaan serta hadiah sebesar Rp 250 juta.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Danis H Sumadilaga juga selaku Ketua Tim Pelaksana Sayembara IKN menjelaskan, sayembara gagasan IKN diikuti 755 peserta dari hampir seluruh provinsi di Indonesia, termasuk dari luar negeri.

Sampai batas akhir 29 November 2019, ada 292 peserta yang memasukan desain ibu kota negara yang cerdas, hijau, indah, modern dan berkelanjutan.

“Sebanyak 257 karya dari 292 dinyatakan lulus evaluasi administrasi. Selanjutnya pada tahap penjurian 9 sampai 13 Desember dipilih 30 karya melalui mekanisme voting dan tahap akhir dipilih lima karya terbaik melalui sistem scoring berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditetapkan,” ucapnya.

Sibarani Sofian selaku perwakilan pemenang juara I menjelaskan bahwa desain IKN terinspirasi dari hutan belantara yang ada di Kalimantan. Identitas nusa bangsa dan rimba yang dimiliki Indonesia kami padukan menjadi konsep “Nagara Rimba Nusa”.

“Lokasi ibu kota baru ini sangat berbeda dengan ibu kota di negaranegara lain pasalnya lokasi ibu kota baru mayoritas merupakan hutan,” tambahnya.

Desain IKN Dipertajam
Menteri Basuki menyatakan para pemenang Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara (IKN) tingkat nasional akan segera diajak langsung ke lokasi calon IKN di Kalimantan Timur (Kaltim) untuk penajaman gagasan desain dengan kondisi lapangan.

Diharapkan dengan melihat ke lokasi, akan didapatkan pengalaman dan sense terbaik sebagai dasar penyusunan detail desain yang akan dimulai tahun 2020.

“Januari 2020 mendatang, tiga besar pemenang sayembara akan diajak kembali survei lapangan sekitar 2-3 hari, agar mendapatkan gambaran langsung untuk bisa menyusun desain yang lebih terinci mengadopsi kondisi alam dan budaya Kalimantan serta mencerminkan visi Indonesia kedepan,” kata Menteri Basuki usai pengumuman pemenang.

Dikatakan Menteri Basuki, survei lapangan juga diperlukan untuk memastikan rancangan yang akan disusun telah sesuai dengan rencana lokasi pembangunan prasarana dasar seperti Bendungan Sepaku Semoi yang akan dibangun pada 2020. Detail desain akan dimulai dari titik pusat Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP)-IKN untuk rencana pembangunan prasarana dasar yakni jalan, bendungan, dan drainase dengan luasan 4.000 - 6.000 hektar.

“Terkait pembangunan jalan menuju IKN juga harus dilaksanakan dengan hati-hati, karena di hulu lokasi IKN tepatnya di Teluk Balikpapan terdapat tempat yang menjadi habitat Bekantan yang harus dilindungi,” tegas dia.

Bekantan ini hanya ada di Kalimantan dan mungkin terbanyak di Teluk Balikpapan. Untuk itu, kata Menteri Basuki, pemerintah akan melindungi dengan memasang pagar sehingga tidak akan terdampak pembangunan.

Setelah desain IKN, selanjutnya akan disiapkan landasan hukum berupa Undang-Undang (UU) Pemindahan Ibu Kota, sehingga harapannya pada kuartal IV-2020 sudah bisa dilakukan groundbreaking pembangunan fisik IKN.

Sesuai pesan Presiden Jokowi, Menteri Basuki juga menyebut hasil detail desain IKN nanti tidak hanya bagus namun juga harus memiliki nilai pembeda dari desain-desain Ibu Kota negara lain di dunia.

“Sebagai contoh jika kita mendengar kata White House pasti identik dengan Washington DC di Amerika. Untuk itu nantinya gedung yang akan dibangun di IKN juga harus unik. Boleh desain luarnya mengangkat tema tradisional, namun di dalamnya fasilitas harus modern yang menunjukkan smart building. Rencananya akan ada sayembara tersendiri untuk desain gedung-gedung pemerintahan,” ujar Menteri Basuki.

Untuk mewujudkan semua itu, Menteri Basuki menyatakan dibutuhkan peran besar dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) seperti halnya dalam mendukung kesuksesan pembangunan dan renovasi venue Asian Games 2018. (Taria Dahlan)