INFO DPD REI

Ketua REI Sulsel HM Sadiq: Permintaan Properti Makassar Terus Naik di Kuartal IV 2020

Administrator | Selasa, 17 November 2020 - 11:25:39 WIB | dibaca: 27 pembaca

Foto: Istimewa

Penjualan properti Sulawesi Selatan khusus Makassar pada kuartal IV-2020 mulai kembali tumbuh.

"Penjualan dan akad tumbuh lagi di kuartal IV, kendala saat ini beberapa bank kuota habis," kata Ketua DPD REI Sulsel, M Sadiq, Rabu (4/11/2020).

Tapi, M Sadiq menyampaikan pengumuman beberapa bank membatasi Kredit Kepemilikan Rumah ( KPR ) hingga November 2020.

"Sambil menunggu kebijakan baru Kementerian PUPR dan menunggu kuota yang tidak terpakai di provinsi lain bisa disalurkan ke Sulsel karena demand (permintaan) kuota masih besar," kata M Sadiq.

Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Arief Sabaruddin mengatakan bahwa pemerintah melalui PPDPP pada tahun ini menempatkan anggaran penyaluran FLPP sebesar Rp 11 triliun yang terdiri atas Rp 9 triliun DIPA 2020 dan Rp 2 triliun dari pengembalian pokok, untuk 102.500 rumah.

Penyaluran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan tahun 2020 telah mencapai Rp7,78 triliun untuk 76.834 unit rumah atau telah mencapai 74,96 persen," ujarnya melaui siaran pers, Selasa (14/7/2020).

Total penyaluran FLPP sejak 2010 hingga per 13 Juli 2020 mencapai Rp52,15 triliun untuk 732.436 unit rumah.
PPDPP juga mencatat hingga 13 Juli 2020 sebanyak 191.298 masyarakat terdaftar sebagai user calon debitur pada SiKasep.

Dari 191.298 masyarakat yang terdaftar sebagai user calon debitur pada SiKasep ini terdiri 78.391 user telah lolos subsidi checking dan sebanyak 76.834 masyarakat telah menerima.

Dirilis dari kontan.co.id, Kementerian PUPR menyebutkan, hingga Oktober 2020 program sejuta rumah telah mencapai 601.637 unit.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid mengatakan, melalui Program Sejuta Rumah diharapkan perekonomian masyarakat dapat bergerak di tengah Pandemi Covid-19.

Selain menyerap tenaga kerja, melalui program ini setidaknya ada ratusan industri yang akan bergerak guna menyuplai kebutuhan proyek pembangunan rumah.

“Pemerintah akan terus berupaya menjaga kesehatan masyarakat dengan menyediakan hunian yang layak huni. Selain itu, program perumahan juga menjadi salah satu lokomotif utama dalam upaya pemulihan perekonomian nasional,” kata Khalawi dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan, Selasa (3/11).

Capaian Program Sejuta Rumah ini terdiri dari hasil pembangunan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 434.828 unit dan Non MBR sebanyak 166.809 unit.

Pembangunan rumah MBR terdiri dari pembangunan rumah swadaya Kementerian PUPR sebanyak 77.812 unit dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Perumahan sebanyak 393 unit.

Di samping itu, pembangunan rumah yang dilaksanakan Kementerian/ Lembaga lain sebanyak 50.836 unit, Pemerintah Daerah sebanyak 28.862 unit, pengembang perumahan sebanyak 273.724 unit, CSR perusahaan 3.134 unit dan sisanya dari masyarakat.

Sementara pembangunan rumah non-MBR berasal dari pengembang rumah tapak sebanyak 85.764 unit, pengembang rumah susun 39.100 unit dan masyarakat sebanyak 41.945 unit.

Sebagai informasi, selama Pandemi Covid-19 Kementerian PUPR menyiapkan pedoman bagi para pekerja untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan di lapangan sesuai dengan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Hal ini diatur dalam Inmen PUPR No 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi.

Sumber: